Setelah menempuh waktu satu jam, tibalah
rombongan Redbag, Blink beserta tour guide di Kota Seoul. Pusat nya Negara
Korea. Mereka memilih langsung ke Hotel sesuai rencana karena memikirkan
kondisi Pricilla.
Kini mereka sampai disebuah Hotel mewah nan
megah bernama Marriot Executive Apartements Seoul. Hotel ini menggunakan
Interior minimalis perpaduan warna merah dan kuning. Lobi Hotel ini terasa
sangat elegan dan sekaligus Hommy. Sama sekali tidak membuat para pengunjung
merasa canggung untuk menginap disini.
“Annyeong haseyo (selamat pagi siang sore
malam)” ucap Resepsionis yang berwajah khas asli warga Korea.
Kali ini, yang maju kelima tour guide karena
kelima pasang artis tersebut susah untuk berkomunikasi di Negara ini.
“annyeong (Hallo)” ucap Olivia.
“Jeogiyo (permisi). Apa masih ada kamar yang
kosong?” tanya Dea.
“Ne (Ya). Ingin memesan berapa kamar dan untuk
berapa hari?” tanya Resepsionis itu ramah.
Dea meminta tunggu sebentar kepada Resepsionis
itu lalu menanyakan kepada Redbag dan Blink. Mereka memutuskan untuk memesan
tiga kamar saja mengingat harga sewa permalam di Hotel ini sangatlah mahal.
Jika di rupiahkan mencapai 2,5 juta rupiah. Mereka bukan hanya menginap semalam
atau dua malam. Tetapi seminggu. Maka dari itu mereka memilih tiga kamar saja.
Tiga kamar. Satu kamar khusus untuk kelima
personil Redbag. Satu lagi khusus untuk Blink dan satunya lagi khusus untuk
kelima tour guide.
Setelah menyelesaikan semuanya, sang
resepsionis memberikan tiga kunci kamar kepada Dea. Dan Dea memesan kamar
dengan Double Bed yang Big Size tiap-tiap kamar.
“haah akhirnya kita sampai juga ya di Hotel”
gumam Olivia yang langsung menghamburkan badannya ke kasur.
“inget ya Liv kita kesini buat kerja bukan buat
liburan jadi kita ngga ada waktu buat bersenang-senang” ingat Zahra.
“iya Buk Zahra yang terhormat”
“eh iya Redbag ternyata aslinya ganteng-ganteng
ya” ucap Dea.
“iya. Tapi sayang udah ada yang punya” balas
Angel.
“iya ya? Udah keduluan sama Blink. Tapi pantas
sih, kan mereka berlima cantik-cantik cocok sama Redbag yang ganteng-ganteng”
Zevana ikut topik pembicaraan Angel dan Dea.
“secantik-cantiknya mereka, itu belum menjamin
kesetiaan cowo-cowo Redbag loh” ucap Dea. Angel, Zevana, Olivia dan Zahra
menatap Dea heran.
“maksud kamu?” tanya Olivia.
“yang nama nya cowo itu kan ngga bisa
dipercaya. Setia apapun cowo dan secantik apapun pacar mereka, pasti mereka
akan berkhianat juga kok. Dan kayaknya .. sebentar lagi akan terbukti”
“ngga mungkin ah. Anak-anak Redbag kayaknya
setia semua kok. Mereka sayang sama Blink” sangkal Zevana.
“kamu tau dari mana kalo Redbag itu sayang sama
Ify?”
“dari matanya”
“ya .. walaupun sesayang-sayangnya orang, pasti
akan berkhianat juga kok”
“aku ngga percaya pokoknya” Zevana bersikeras.
“ya udah terserah kamu”
“udah deh De jangan omongin orang. Sekarang itu
mereka Bos kita jadi kita harus dengerin perintah mereka” ingat Zahra. Diantara
mereka berlima, Zahra lah yang paling dewasa secara umur maupun sifat dan dia
juga senior diantara yang lainnya.
“iya mbak Zahra”
Di kamar Redbag hanya ada empat orang. Rio,
Gabriel, Cakka dan Debo. Saat ini Rio memilih untuk mandi dulu dan bergantian
dengan yang lainnya.
Alvin kini sedang berada dikamar Blink
mengantarkan Pricilla yang masih merasa sakit. Dengan sabar dan penuh
ketulusan, Alvin menggotong tubuh Pricilla keatas kasur. Blink hanya mampu
melihat karena tidak ada yang bisa mereka bantu. Semuanya diambil alih oleh
Alvin.
“lo istirahat aja ya Pris. Besok kalo masih
belum baikan, lo ngga usah ikut jalan aja” ucap Alvin lembut ketika usai
membaringkan tubuh Pricilla diatas kasur.
“ngga mau Vin. Gue mau jalan besok. Masa kalian
pada pergi gue nya di kamar sendirian? Boring banget tau”
“lo nakal banget ya kalo dibilangin. Biar besok
gue temenin lo disini”
“ehem ehem. Hati-hati tuh” sindir Sivia.
“awas aja kalo kita balik tau-tau dapet kabar
kalo yang keluar dari kamar ini ada 3 orang” sindir Ify.
“ih apaan sih kalian” kesal Pricilla melihat
tingkah teman-temannya.
“ya udah gue ke kamar dulu ya. Istirahat yang
banyak. Oh iya Feb, Fy, Vi, Shil, gue nitip Prissy ya”
“amaan” koor Blink minus Pricilla kompak. Alvin
pun melangkah meninggalkan kamar Blink menuju kamar Redbag.
*
21.00 Waktu Setempat
Shilla dan Ify merasa lapar melanda mereka.
Mereka bingung ingin makan apa. mereka akhirnya memilih untuk turun ke lantai
dasar Hotel. Dimana disana ada sebuah restaurant.
Ketika mereka melewati kamar Redbag tadi,
ternyata Rio dan Gabriel keluar dan langsung bertemu dengan Shilla dan Ify.
“mau kemana kalian?” tanya Gabriel.
“laper. Mau ke resto bawah nyari makan” jawab
Ify. Entah kenapa semenjak selesai acara tadi, Shilla lebih banyak diam.
“ya udah bareng aja. Kebetulan kita juga mau
nyari makan” ajak Rio.
“eh engga kok engga. Kita bukan mau nyari makan
tapi…” elak Shilla.
“halah … banyak alesan lo. Buruan deh” Gabriel langsung menarik tangan Shilla dan beranjak pergi duluan yang diikuti Rio dan dibelakang nya diikuti Ify. Ify berjalan pelan seraya memandang punggung tegap Rio.
Rio merasa ganjil berjalan sendirian. Dia
membalikan tubuhnya dan mendapati Ify yang sedang setengah kesal, setengah
kecewa, dan lainnya bercampur jadi satu.
“ngapain lo?” tanya Rio.
“apa peduli lo? Udah deh jalan duluan sana!”
sewot Ify.
“bilang aja lo juga pengen gue genggam
tangannya kayak Gabriel ke Shilla tadi. Iya kan? Sini” Rio langsung saja
menarik telapak tangan Ify dan menyelipkan jemarinya disela-sela jemari Ify.
Seketika Ify merasakan perasaan hangat menjalari tubuhnya. Dia merasa nyaman.
Mereka berjalan berdua layaknya sepasang
kekasih. Ify berjalan dengan perasan gugup, dan Rio berjalan dengan santainya
tanpa menoleh kiri dan kanan. Namun walau begitu, Rio dapat melihat dari sudut
matanya bahwa gadis yang berada disebelahnya saat ini sedang gugup dan tegang.
Ternyata dari jarak yang agak jauh, seseorang
secara tidak sengaja melihat Rio dan Ify berpegangan tangan. Dia tidak rela
jika orang yang dicintainya malah mencintai orang lain. Dari dulu, dia tidak
pernah kalah dalam hal apapun oleh siapapun dan juga tidak pernah tidak
mendapatkan apa yang dia mau. apapun yang dia mau dia selalu bisa meraihnya.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar