Minggu, 20 April 2014

Rival In Love *23



Perlengkapan untuk selama di Korea sudah selesai mereka beli. Mulai dari pakaian dingin lengkap, makanan, obat-obatan, dan lain sebagainya sudah lengkap. Mereka semua juga sudah kembali ke rumah masing-masing.

Kini di rumah masing-masing mereka sedang sibuk packing untuk berangkat besok dan tentunya mempersiapkan diri untuk acara konferensi pers besok. Mereka harus menyiapkan diri agar semuanya berjalan sesuai dengan rencana. Skenario yang sudah mereka rancang pun sudah dilaporkan kepada Pak Tama, dan belia setuju-setuju saja dengan skenario tersebut.

“udah semua Fy?” tanya mama Ify kepada anak nya itu. mama Ify juga ikut serta membantu anaknya itu untuk menyiapkan semuanya.

“udah deh kayaknya ma”

“ya udah, habis ini kamu tidur. Inget, besok harus bangun pagi loh buat acara nya trus langsung berangkat ke Korea”

“iya mama ku sayang”

“oh iya Fy. Mama masih bingung deh. Kok tumben-tumbenan ya Bos kamu kasih liburan gratis gitu ke Korea? Ngga biasanya loh”

Ify terdiam, bingung harus menjawab apa. tidak mungkin dia berbicara sejujur-jujurnya bahwa liburan ini dalam rangka merayakan berhasilnya kontrak kerja pacar kontrakan mereka dengan management Redbag. Dia tidak mau mama nya tau bahwa dia hanya berpacaran kontrak dengan Rio.

“hmm.. katanya buat hadiah atas kinerja kami selama ini ma. Ya udah ma Ify tidur dulu ya. Kan besok harus bangun pagi” Ify menjawab seadanya dan langsung memberi alasan tidur

*

Di kamar, Febby sedari tadi tak henti-hentinya tersipu malu. Sudah lebih 2 jam dia chattingan dengan Cakka. dia merasa bahagia dekat dengan Cakka. Cakka juga selalu memberi dia perhatian yang lebih layaknya seorang cowo sedang melakukan pendekatan dengan seorang cewe yang ditaksirnya.

‘lagi apa Feb?’

‘kamu udah makan belum?’

‘kamu ada tugas? Kalo ada bikin dulu sana’

Seperti itu perhatian yang sering diberikan Cakka kepada Febby. Jika pulang sekolah, Cakka pasti akan mengirim pesan singkat kepada Febby ‘udah sampe rumah? Jangan lupa istirahat ya ^^’. Dan pernah sekali Cakka menanyakan hal yang tak diduga Febby.

‘Feb, kamu udah punya pacar belum?’

‘hmm.. kriteria cowo kamu kayak apa sih? kayak aku ngga? Hehe’

‘kamu suka cowo yang kayak gimana?’

Dan lain sebagainya. Febby merasa ada sebuah gejolak didalam hatinya ketika Cakka tak henti-hentinya memberikan perhatian seperti itu. tapi dia mencoba menyangkal hal itu demi janjinya kepada sahabat-sahabatnya dan perjanjian dengan redbag ketika diawal-awal kontrak kerja ini.

Dan sekarang, malam ini, Cakka kembali memberikan perhatian itu kepada Febby. Tak jarang dia juga melontakan sebuah lelucon atau gombalan yang mampu membuat Febby semakin sulit untuk menyangkal rasa itu.

Feb, kamu tau ngga beda nya kamu sama bulan?
                Emang apa?
Kalo bulan menyinari bumi setiap malam, kalo kamu menyinari hatiku setiap saat {}
                Ih apa deh gombal :p
Gombal gombal tapi suka kan? :p
                Kata siapa? Engga ah
Ah boong
                Ih beneran tauu
Ya udah deh ngalah aja L
Eh iya udah malem nih. Kamu tidur sana. Kan besok kita harus bangun pagi
                Ya udah iya aku tidur dulu ya
Iya cantik. Good night ya :*

Febby tidak berniat membalas chat terakhir Cakka karena bingung ingin membalas apa. tak jarang Cakka selalu mengucapkan ‘goodnight’ atau ‘selamat malam’ ‘selamat pagi’ dan juga emoticon mesra seperti emoticon kiss dan hug.

Febby memilih untuk tidur saja dengan bayang-bayang sapaan manis, hangat, lembut dan perhatian yang lebih dari Cakka.

*

hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari yang sangat dinanti-nantikan bagi masyarakat Indonesia terutama fans Blink dan Redbag, dan juga hari yang sangat menegangkan bagi kedua kubu artis itu.

para wartawan dari berbagai media cetak ataupun infotainment sudah berdatangan dan duduk menunggu acara dimulai di gedung pertemuan. Mereka tidak sabar untuk meliput acara yang sangat heboh akhir-akhir ini.

tak terkecuali juga para fans Blink dan Redbag yang hadir di gedung pertemuan itu. mereka ingin menyakasikan langsung bagaimana kedekatan antara Blink dan Redbag. Disana nanti selain acara konferensi pers, mereka juga akan mengadakan acara makan siang bersama Redbag dan Blink. Dimana nanti akan ada 5 orang fans dari Blink dan juga 5 orang fans dari Redbag yang beruntung untuk ikut makan bersama dua kubu artis itu.

di belakang panggung, Blink dan Redbag sedang bersiap-siap. Bukan hanya menyiapkan dandanan saja, tetapi mereka juga harus menyiapkan mental yang kuat. Sivia yang dari tadi sudah siap duluan, kini gelisah karena cemas akan apa yang terjadi nanti.

“duh gimana kalo nanti semuanya tau kalo ini Cuma boongan aja?”

“gimana kalo tiba-tiba kita lagi ngomong trus dilempar tomat?”

“kalo misalnya kita di bully di twitter gara-gara ini gimana?”

“aaaa gue ngga sanggup ngebayanginnyaaaa” Sivia sedari tadi tak ada henti-hentinya berucap seperti itu. sampai-sampai, personil Blink lainnya dan Redbag risih sendiri dengan suara cempreng Sivia.

“duh Viaaa lo bisa diem ngga sih? suara lo ngga enak banget” protes Shilla.

“iya. Suara lo cempreng” sambung Cakka.

“hus Cakka ngga boleh gitu. Suara Via bagus loh. Tapi kalo nyanyi aja hehe” Febby juga ikut.

“aaaa kalian mah bukannya kasih gue semangat taoi malah ngejatohin gue” Sivia malah merengek seperti anak kecil yang tidak ddapat permen.

“heh! Lo bisa diem ngga sih? lo pikir Cuma lo doang yang tegang? Kita semua juga kali. Udah ddeh diem” tiba-tiba Debo yang dari tadi diam melihat tingkah Sivia akhirnya angkat bicara juga karena merasa risih dengan suara Sivia.

“heh lo bisa ngga sih ngga pake urat gitu ngomong nya? biasa aja kalo ngomong” Sivia juga tidak kalah nyolotnya.

“kalo ngomong sama cewe kayak dia tuh harus dilembutin, baru deh diem. Jangan lupa juga kasih senyum biar dia makin diem” bisik Alvin ditelinga Debo. Debo berpikir sebentar.

‘ngga ada salah nya nih. Sekalian gue mau kasih shock therapy ke dia hihi’ batin Debo. Dia mengangguk-ngangguk lalu duduk dibangku sebelah Sivia yang kebetulan kosong.

“Via, kali ini gue lagi ngga mau ribut. Jadi please, gue minta lo yang tenang ya. Ngga bakalan ada apa-apa kok. Kan ada gue. selama ada gue, dijamin lo bakalan tenang kok” Debo berucap dengan lembutnya dan tak lupa memberikan senyuman yang semanis-manisnya sesuai instruksi Alvin tadi.

Melihat senyum Debo, Sivia merasa sedikit tenang dan merasa… nyaman dan hangat dengan senyuman itu. namun dengan cepat Sivia menyangkal pemikiran itu.

Sivia balas memberikan senyum terbaiknya kepada Debo dan berucap “thanks ya Deb. Tapi…” Sivia sengaja menggantung kalimatnya dan malah berdiri dari duduknya. Debo terkesima dengan senyum manis Sivia. Dia merasa melayang dengan senyum itu.

‘eh kenapa nih hati gue? senyum nya maakk… kok malah gue sih yang kena shock therapy nya dia? Ah ngga beres nih’ batin Debo.

“tapi apa?” tanya Debo seperti orang bodoh karena belum sadar dari ketersimaannya.

“tapi… JANGAN HARAP GUE MAU SAMA LO! NIH!” dengan sekali hentakan Sivia menginjak kaki kanan Debo dan langsung pergi begitu saja.

“AARRRGHHH SIVIAAAA AWAS LOO”

Redbag dan Blink lainnya yang melihat adegan Sivia dan Debo sedari tadi pun tertawa puas melihat Debo yang meringis kesakitan seperti itu.

“oke redbag dan blink siap-siap. 5 menit lagi mulai” ucap seorang pengarah acara dibelakang panggung kepada Redbag dan Blink. Mereka mengangguk dan mulai berbenah diri menyiapkan segalanya memastikan semuanya siap dan mengulang-ngulang apa saja yang sudah mereka rencanakan.

5 menit berlalu dan kini panggilan sambutan untuk Redbag dan Blink sudah menggema. Redbag dan Blink mulai satu per satu menaiki panggung.

Mulai Gabriel diikuti Shilla lalu Rio diikuti Ify lalu Debo diikuti Sivia, Cakka diikuti Febby dan terakhir Alvin yang diikuti Pricilla. Mereka duduk dimeja konferensi pers berdamping-dampingan.

Blitz dan Light kamera sudah menyorot wajah-wajah kesepuluh orang ini. sebelum acara dimulai, mereka mengadakan sesi photo couple terlebih dahulu. Para wartawan dari berbagai media ataupun fans dari Redbag dan Blink boleh memoto tiap-tiap pasangan itu.

Setelah itu, barulah acara utama di mulai, yaitu konferensi pers. Ketika melewati acara sesi photo couple tadi, kelima personil Blink merasa sedikit lega. Tetapi ketika acara utama akan dimulai, ketegangan mereka kembali datang.

Kelima personil Redbag yang melihat ketegangan diwajah pasangan masing-masing, mereka menggenggam erat tangan kanan pasangan masing-masing. Semua yang hadir disana tidak ingin melewatkan moment itu.

JEPRET

Tepat ketika Gabriel-Shilla, Rio-Ify, Debo-Sivia, Cakka-Febby dan Alvin-Pricilla saling tersenyum satu sama lain dengan pasangan masing-masing, kamera para wartawan atau fans langsung membidik moment itu.

Bersambung…




Tidak ada komentar:

Posting Komentar