Perlengkapan untuk selama di Korea sudah
selesai mereka beli. Mulai dari pakaian dingin lengkap, makanan, obat-obatan,
dan lain sebagainya sudah lengkap. Mereka semua juga sudah kembali ke rumah
masing-masing.
Kini di rumah masing-masing mereka sedang sibuk
packing untuk berangkat besok dan tentunya
mempersiapkan diri untuk acara konferensi
pers besok. Mereka harus menyiapkan diri agar semuanya berjalan sesuai
dengan rencana. Skenario yang sudah mereka rancang pun sudah dilaporkan kepada
Pak Tama, dan belia setuju-setuju saja dengan skenario tersebut.
“udah semua Fy?” tanya mama Ify kepada anak nya
itu. mama Ify juga ikut serta membantu anaknya itu untuk menyiapkan semuanya.
“udah deh kayaknya ma”
“ya udah, habis ini kamu tidur. Inget, besok
harus bangun pagi loh buat acara nya trus langsung berangkat ke Korea”
“iya mama ku sayang”
“oh iya Fy. Mama masih bingung deh. Kok
tumben-tumbenan ya Bos kamu kasih liburan gratis gitu ke Korea? Ngga biasanya
loh”
Ify terdiam, bingung harus menjawab apa. tidak
mungkin dia berbicara sejujur-jujurnya bahwa liburan ini dalam rangka merayakan
berhasilnya kontrak kerja pacar kontrakan mereka dengan management Redbag. Dia
tidak mau mama nya tau bahwa dia hanya berpacaran kontrak dengan Rio.
“hmm.. katanya buat hadiah atas kinerja kami
selama ini ma. Ya udah ma Ify tidur dulu ya. Kan besok harus bangun pagi” Ify
menjawab seadanya dan langsung memberi alasan tidur
*
Di kamar, Febby sedari tadi tak henti-hentinya
tersipu malu. Sudah lebih 2 jam dia chattingan dengan Cakka. dia merasa bahagia
dekat dengan Cakka. Cakka juga selalu memberi dia perhatian yang lebih layaknya
seorang cowo sedang melakukan pendekatan dengan seorang cewe yang ditaksirnya.
‘lagi apa Feb?’
‘kamu udah makan belum?’
‘kamu ada tugas? Kalo ada bikin dulu sana’
Seperti itu perhatian yang sering diberikan
Cakka kepada Febby. Jika pulang sekolah, Cakka pasti akan mengirim pesan
singkat kepada Febby ‘udah sampe rumah? Jangan lupa istirahat ya ^^’. Dan
pernah sekali Cakka menanyakan hal yang tak diduga Febby.
‘Feb, kamu udah punya pacar belum?’
‘hmm.. kriteria cowo kamu kayak apa sih? kayak
aku ngga? Hehe’
‘kamu suka cowo yang kayak gimana?’
Dan lain sebagainya. Febby merasa ada sebuah
gejolak didalam hatinya ketika Cakka tak henti-hentinya memberikan perhatian
seperti itu. tapi dia mencoba menyangkal hal itu demi janjinya kepada
sahabat-sahabatnya dan perjanjian dengan redbag ketika diawal-awal kontrak
kerja ini.
Dan sekarang, malam ini, Cakka kembali
memberikan perhatian itu kepada Febby. Tak jarang dia juga melontakan sebuah
lelucon atau gombalan yang mampu membuat Febby semakin sulit untuk menyangkal
rasa itu.
Feb, kamu tau ngga beda nya kamu sama bulan?
Emang
apa?
Kalo bulan menyinari bumi setiap malam, kalo
kamu menyinari hatiku setiap saat {}
Ih
apa deh gombal :p
Gombal gombal tapi suka kan? :p
Kata
siapa? Engga ah
Ah boong
Ih
beneran tauu
Ya udah deh ngalah aja L
Eh iya udah malem nih. Kamu tidur sana. Kan
besok kita harus bangun pagi
Ya
udah iya aku tidur dulu ya
Iya cantik. Good night ya :*
Febby tidak berniat membalas chat terakhir
Cakka karena bingung ingin membalas apa. tak jarang Cakka selalu mengucapkan ‘goodnight’ atau ‘selamat malam’ ‘selamat
pagi’ dan juga emoticon mesra seperti
emoticon kiss dan hug.
Febby memilih untuk tidur saja dengan
bayang-bayang sapaan manis, hangat, lembut dan perhatian yang lebih dari Cakka.
*
hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari yang
sangat dinanti-nantikan bagi masyarakat Indonesia terutama fans Blink dan
Redbag, dan juga hari yang sangat menegangkan bagi kedua kubu artis itu.
para wartawan dari berbagai media cetak ataupun
infotainment sudah berdatangan dan
duduk menunggu acara dimulai di gedung pertemuan. Mereka tidak sabar untuk meliput
acara yang sangat heboh akhir-akhir ini.
tak terkecuali juga para fans Blink dan Redbag
yang hadir di gedung pertemuan itu. mereka ingin menyakasikan langsung
bagaimana kedekatan antara Blink dan Redbag. Disana nanti selain acara
konferensi pers, mereka juga akan mengadakan acara makan siang bersama Redbag
dan Blink. Dimana nanti akan ada 5 orang fans dari Blink dan juga 5 orang fans
dari Redbag yang beruntung untuk ikut makan bersama dua kubu artis itu.
di belakang panggung, Blink dan Redbag sedang
bersiap-siap. Bukan hanya menyiapkan dandanan saja, tetapi mereka juga harus
menyiapkan mental yang kuat. Sivia yang dari tadi sudah siap duluan, kini
gelisah karena cemas akan apa yang terjadi nanti.
“duh gimana kalo nanti semuanya tau kalo ini
Cuma boongan aja?”
“gimana kalo tiba-tiba kita lagi ngomong trus
dilempar tomat?”
“kalo misalnya kita di bully di twitter
gara-gara ini gimana?”
“aaaa gue ngga sanggup ngebayanginnyaaaa” Sivia
sedari tadi tak ada henti-hentinya berucap seperti itu. sampai-sampai, personil
Blink lainnya dan Redbag risih sendiri dengan suara cempreng Sivia.
“duh Viaaa lo bisa diem ngga sih? suara lo ngga
enak banget” protes Shilla.
“iya. Suara lo cempreng” sambung Cakka.
“hus Cakka ngga boleh gitu. Suara Via bagus
loh. Tapi kalo nyanyi aja hehe” Febby juga ikut.
“aaaa kalian mah bukannya kasih gue semangat
taoi malah ngejatohin gue” Sivia malah merengek seperti anak kecil yang tidak
ddapat permen.
“heh! Lo bisa diem ngga sih? lo pikir Cuma lo
doang yang tegang? Kita semua juga kali. Udah ddeh diem” tiba-tiba Debo yang
dari tadi diam melihat tingkah Sivia akhirnya angkat bicara juga karena merasa
risih dengan suara Sivia.
“heh lo bisa ngga sih ngga pake urat gitu
ngomong nya? biasa aja kalo ngomong” Sivia juga tidak kalah nyolotnya.
“kalo ngomong sama cewe kayak dia tuh harus
dilembutin, baru deh diem. Jangan lupa juga kasih senyum biar dia makin diem”
bisik Alvin ditelinga Debo. Debo berpikir sebentar.
‘ngga ada salah nya nih. Sekalian gue mau kasih
shock therapy ke dia hihi’ batin
Debo. Dia mengangguk-ngangguk lalu duduk dibangku sebelah Sivia yang kebetulan
kosong.
“Via, kali ini gue lagi ngga mau ribut. Jadi
please, gue minta lo yang tenang ya. Ngga bakalan ada apa-apa kok. Kan ada gue.
selama ada gue, dijamin lo bakalan tenang kok” Debo berucap dengan lembutnya
dan tak lupa memberikan senyuman yang semanis-manisnya sesuai instruksi Alvin
tadi.
Melihat senyum Debo, Sivia merasa sedikit
tenang dan merasa… nyaman dan hangat dengan senyuman itu. namun dengan cepat
Sivia menyangkal pemikiran itu.
Sivia balas memberikan senyum terbaiknya kepada
Debo dan berucap “thanks ya Deb. Tapi…” Sivia sengaja menggantung kalimatnya
dan malah berdiri dari duduknya. Debo terkesima dengan senyum manis Sivia. Dia
merasa melayang dengan senyum itu.
‘eh kenapa nih hati gue? senyum nya maakk… kok
malah gue sih yang kena shock therapy
nya dia? Ah ngga beres nih’ batin Debo.
“tapi apa?” tanya Debo seperti orang bodoh
karena belum sadar dari ketersimaannya.
“tapi… JANGAN HARAP GUE MAU SAMA LO! NIH!”
dengan sekali hentakan Sivia menginjak kaki kanan Debo dan langsung pergi
begitu saja.
“AARRRGHHH SIVIAAAA AWAS LOO”
Redbag dan Blink lainnya yang melihat adegan
Sivia dan Debo sedari tadi pun tertawa puas melihat Debo yang meringis
kesakitan seperti itu.
“oke redbag dan blink siap-siap. 5 menit lagi
mulai” ucap seorang pengarah acara dibelakang panggung kepada Redbag dan Blink.
Mereka mengangguk dan mulai berbenah diri menyiapkan segalanya memastikan
semuanya siap dan mengulang-ngulang apa saja yang sudah mereka rencanakan.
5 menit berlalu dan kini panggilan sambutan
untuk Redbag dan Blink sudah menggema. Redbag dan Blink mulai satu per satu
menaiki panggung.
Mulai Gabriel diikuti Shilla lalu Rio diikuti
Ify lalu Debo diikuti Sivia, Cakka diikuti Febby dan terakhir Alvin yang
diikuti Pricilla. Mereka duduk dimeja konferensi
pers berdamping-dampingan.
Blitz dan Light
kamera sudah menyorot wajah-wajah kesepuluh orang ini. sebelum acara dimulai,
mereka mengadakan sesi photo couple terlebih dahulu. Para wartawan dari
berbagai media ataupun fans dari Redbag dan Blink boleh memoto tiap-tiap
pasangan itu.
Setelah itu, barulah acara utama di mulai,
yaitu konferensi pers. Ketika melewati
acara sesi photo couple tadi, kelima personil Blink merasa sedikit lega. Tetapi
ketika acara utama akan dimulai, ketegangan mereka kembali datang.
Kelima personil Redbag yang melihat ketegangan
diwajah pasangan masing-masing, mereka menggenggam erat tangan kanan pasangan
masing-masing. Semua yang hadir disana tidak ingin melewatkan moment itu.
JEPRET
Tepat ketika Gabriel-Shilla, Rio-Ify,
Debo-Sivia, Cakka-Febby dan Alvin-Pricilla saling tersenyum satu sama lain
dengan pasangan masing-masing, kamera para wartawan atau fans langsung membidik
moment itu.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar