Acara makan bersama fans mereka pun telah usai.
Pricilla tidak ikut dalam rangka acara itu karena Alvin yang melarang. Para
Blinkstar pun memaklumi j=jika Pricilla tidak ikut makan bersama mereka karena
mereka mendapat kabar dari Alvin bahwa Pricilla mendadak sakit.
Kini mereka semua akan berangkat menuju
Bandara. Mereka semua dijemput oleh Bis khusus untuk mereka semua. Dan di
dalamnya sudah ada 5 tour guide yang
menyambut kedatangan mereka di depan Bis.
“Annyeong haseyo (selamat pagi siang sore
malam)” sapa kelima tour guide itu
kepada Redbag dan Blink sambil membungkukan badan 90 derajat.
“hah?” bingung Redbag karena mereka sama sekali
tidak mengerti bahasa Korea.
“annyeong (hallo)” sapa Blink balik. Redbag
menatap Blink bingung karena Blink bisa mengerti bahasa planet –anggapan
Redbag- seperti itu.
Pantas saja para personil Blink mengerti dengan
bahasa ringan Korea yang satu itu. kalimat itu termasuk kalimat yang mudah
diingat dan dimengerti bagi siapapun. Terlebih para personil Blink juga
menggemari K-Pop.
“kalian ngerti?” tanya Redbag serentak kepada
Blink. Blink tersenyum senang dan mengangguk secara serentak juga. Mereka
senang karena akhirnya sebentar lagi mereka akan mengunjungi Negara yang mereka
impi-impikan. Terlebih mereka senang dengan style kelima tour guide ini. gaya mereka sangatlah Korean Style.
“sepertinya kelima cowo ini tidak mengerti dengan
bahasa Korea. Baiklah kalau begitu, maafkan kami” ucap salah seorang tour guide.
“gapapa kok gapapa. Mereka emang gitu hehe”
jawab Shilla.
“baiklah kami akan memperkenalkan diri
masing-masing. Perkenalkan nama saya Zahra, saya ditugaskan untuk menjadi tour guide Tuan Gabriel dan Nona Shilla
selama seminggu kedepan” ucap gadis yang bernama Zahra itu.
“oh annyeong Zahra” ucap Shilla dengan gaya
mengikuti kelima tour guide tadi,
membungkukan badan 90 derajat. Zahra mengangguk dan tersenyum.
“perkenalkan nama saya Dea. Saya ditugaskan
menjadi tour guide Tuan Rio dan Nona
Ify” ucap tour guide disebelah Zahra
yang bernama Dea.
“Hallo Dea” sapa Ify dan Rio ramah.
“perkenalkan, saya Angel. Saya ditugaskan
menjadi tour guide Tuan Debo dan Nona
Sivia. Senang berkenalan dengan kalian”
“Perkenalkan nama saya Zevana. Saya ditugaskan
menjadi tour guide Tuan Cakka dan
Nona Febby selama di Korea. Annyeong”
“nama saya Olivia. Saya ditugaskan untuk
menemani dan menjaga Tuan Alvin dan Nona Pricilla selama di Korea”
Semua sudah memperkenalkan diri masing-masing.
Kini semua barang satu per satu mulai dimasukan ke dalam Bis.
“oh iya Zahra, Dea, Angel, Zevana, Olivia,
kalian ngga usah panggil kami semua dengan sebutan Tuan sama Nona. Ngga enak
didengernya hehe anggap saja kita semua ini sahabat dan sedang berlibur di
Korea, bukan sebagai tour guide” ucap
Gabriel sebelum naik ke dalam Bis.
“oh baik Gabriel” koor kelima tour guide tersebut.
“satu lagi. bahasa kalian ngga enak didenger,
terlalu baku. Pake bahasa yang ringan aja” ucap Rio menyambung namun dengan
gaya stay cool nya. kelima tour guide itu mengangguk.
“kamu itu terlalu cuek. Kita liat aja Rio, kamu
akan jadi milikku” batin seseorang.
“ya udah yuk berangkat” semuanya pun naik ke
dalam Bis. Mereka duduk dengan posisi di bangku paling depan ada Ify, Rio dan
Dea. Rio ada ditengah-tengah Ify dan Dea.
Dibelakangnya ada Shilla, Gabriel, Zahra.
Gabriel juga berada ditengah kedua gadis itu. dibelakangnya ada Alvin, Pricilla
dan Olivia. Alvin duduk disudut jendela, dan disebelahnya Pricilla sedang
menopang kepalanya dipundak Alvin karena dia masih merasa pusing. Olivia yang
duduk disamping Pricilla sedari tadi menatap Pricilla sendu. Dia iri dengan
Pricilla yang bisa mendapatkan Alvin yang begitu baik dan tulus.
Dibelakang mereka ada Febby, Cakka dan Zevana.
Ketiga orang ini hany berdiam dan sibuk dengan aktifitas masing-masing. Febby
dan Zevana sibuk dengan handphone masing-masing, sedangkan Cakka sibuk dengan
iPod nya.
Dibelakang sekali ada Debo, Angel dan Sivia.
Angel heran dengan sepasang kekasih yang ini. jika pasangan yang lain duduk
berdampingan, pasangan yang ini berbeda. Pasangan ini meminta Angel untuk duduk
di tengah-tengah mereka berdua, seperti sebagai pembatas.
30 menit dari gedung pertemuan akhirnya mereka
sampai juga di Bandara Soekarna-Hatta. Mereka semua turun dan barang-barang mereka
dibawakan oleh sang supir Bis.
Ternyata mereka datang tepat waktu. Tidak telat
dan tidak pula menunggu keberangkatan terlalu lama. Mereka hanya menunggu
kurang lebih 1 jam dan pesawat mereka pun lepas landas.
Butuh waktu 7 jam bagi mereka semua untuk
sampai di Korea. Memang sangat membosankan sekali. Bahkan Shilla, Ify, Sivia,
Pricilla dan Febby sempat tertidur selama perjalanan. Namun kelima tour guide itu tidak mau tidur walaupun
mata mereka juga merasa mengantuk. Mereka ingin bekerja professional.
Kelima anak-anak Redbag pun tidak ada yang
tertidur. Ada yang sibuk mendengar musik, main games, baca komik, baca majalah otomotif, dan ada yang sibuk
memainkan handphone.
*
7 jam keberangkatan dan akhirnya kini mereka
semua sudah menginjakan kaki di gerbang kedatangan di Korea, yaitu Bandara
International Incheon. Sebelum sampai di gedung utama Bandara ini, mereka
terlebih dahulu menaiki kereta shuttle yang sangat nyaman. Mereka semua
terkagum-kagum dengan Bandara ini.
Bandara dengan lobi kedatangan yang tampak
elegan dengan pilar-pilar emas yang menyangga atap tinggi dengan penerangan
menarik. Taman bunga juga menambah kemenarikan Bandara ini yang berada
ditengah-tengah lobi.
Bandara ini pun memiliki fasilitas-fasilitas
khusus. Untuk menuju Seoul, para pendatang tidak bersusah payah mencari
transportasi kesana. Di depan Bandara sudah ada transportasi yang siap
mengantarkan mereka ke Seoul.
Walaupun Bandara ini terlihat mewah dan megah,
Korea tidak melupakan jati dirinya. Arsitek Bandara ini membuat atap bandara
ini menyerupai bentuk kuil tradisional Korea dan di lantai empat, terdapat
museum kebudayaan yang berisi macam-macam artefak peninggalan sejarah Korea
beribu-beribu tahun silam.
Jam kini menunjukan pukul 17.00 waktu setempat.
Waktu Korea lebih awal 2 jam dibanding waktu Indonesia.
Sehabis dari Bandara, mereka harus menuju Seoul
dimana disana terdapat banyak pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan lainnya.
Dari Bandara menuju Seoul mereka membutuhkan waktu satu jam lagi.
“akhirnya sampe juga di Korea setelah 7 jam
duduk di pesawat. Ergh capek banget” ucap Sivia sambil merenggangkan otot-otot
tubuhnya.
“oh iya habis ini kita kemana? Ke Hotel
langsung atau jalan-jalan dulu?” tanya Rio kepada kelima tour guide itu.
“terserah kalian aja. Tapi saran ku, lebih baik
kalian istirahat dulu semalam di Hotel. Mulai besok baru kita berkeliling” ucap
Zahra yang sudah mulai membiasakan ucapannya sejak di pesawat tadi. Sepertinya
yang paling senior diantara kelima tour
guide itu Zahra.
“ya udah menurut gue emang harus gitu. Soalnya
Pricilla masih sakit nih. Biar dia istirahat dulu aja di Hotel” jawab Alvin
cepat. Dia kini sedang merangkul pundak Pricilla takut terjadi apa-apa dengan
gadis itu. soalnya ketika bangun tidur di pesawat, Pricilla mengeluh kepada
Alvin bahwa kepalanya masih terasa sakit.
“yaudah yuk. Kasian sama Pricilla nanti kalo
kita ajak keliling-keliling, sakit nya makin parah” ucap Febby.
“gue nurut apa kata Febby aja deh hehe”
lagi-lagi-lagi Cakka menatap Febby dengan sangat teduhnya. Febby menunduk malu.
“lo gimana Vi, Fy, Shil?” tanya Debo.
“ke Hotel aja deh. Gue ngga tega sama Prissy”
ucap Shilla mewakilkan.
“ya udah jadi sekarang kita ke Hotel aja yuk”
komando Gabriel.
“maaf, sebelum kita ke Hotel, kita harus
menempuh waktu perjalanan satu jam lagi menuju Seoul” ucap Zahra.
“loh? Trus kita naik apa?” tanya Ify yang
sedari tadi memilih diam.
“ada transportasi Bandara yang akan antar kita
ke Seoul”
“yah patah nih tulang gue” keluh Ify.
“ntar gue pijitin di kamar” sahut Rio tiba-tiba
tapi dengan nada cuek dan ekspresi dinginnya.
“dih gila. No no no! bukan mukhrim!”
“makanya jangan ngeluh” Rio mengacak-ngacak
poni Ify lembut lalu berjalan mendului
semuanya dengan cuek.
Untuk pertama kalinya bagi seseorang diantara
mereka semua melihat kemesraan Rio dan Ify. walau tidak terlihat mesra seperti
Cakka-Febby ataupun seperti Alvin-Pricilla, tapi sikap Rio menunjukkan bahwa
dia menyayangi Ify. terlihat dari gerakan yang dilakukannya beberapa detik yang
lalu ini.
“Rio, aku pastikan kalo kamu akan jadi milikku.
Ngga akan lama lagi” batinnya.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar