Minggu, 20 April 2014

Rival In Love *25



Acara makan bersama fans mereka pun telah usai. Pricilla tidak ikut dalam rangka acara itu karena Alvin yang melarang. Para Blinkstar pun memaklumi j=jika Pricilla tidak ikut makan bersama mereka karena mereka mendapat kabar dari Alvin bahwa Pricilla mendadak sakit.

Kini mereka semua akan berangkat menuju Bandara. Mereka semua dijemput oleh Bis khusus untuk mereka semua. Dan di dalamnya sudah ada 5 tour guide yang menyambut kedatangan mereka di depan Bis.

“Annyeong haseyo (selamat pagi siang sore malam)” sapa kelima tour guide itu kepada Redbag dan Blink sambil membungkukan badan 90 derajat.

“hah?” bingung Redbag karena mereka sama sekali tidak mengerti bahasa Korea.

“annyeong (hallo)” sapa Blink balik. Redbag menatap Blink bingung karena Blink bisa mengerti bahasa planet –anggapan Redbag- seperti itu.

Pantas saja para personil Blink mengerti dengan bahasa ringan Korea yang satu itu. kalimat itu termasuk kalimat yang mudah diingat dan dimengerti bagi siapapun. Terlebih para personil Blink juga menggemari K-Pop.

“kalian ngerti?” tanya Redbag serentak kepada Blink. Blink tersenyum senang dan mengangguk secara serentak juga. Mereka senang karena akhirnya sebentar lagi mereka akan mengunjungi Negara yang mereka impi-impikan. Terlebih mereka senang dengan style kelima tour guide ini. gaya mereka sangatlah Korean Style.  

“sepertinya kelima cowo ini tidak mengerti dengan bahasa Korea. Baiklah kalau begitu, maafkan kami” ucap salah seorang tour guide.

“gapapa kok gapapa. Mereka emang gitu hehe” jawab Shilla.

“baiklah kami akan memperkenalkan diri masing-masing. Perkenalkan nama saya Zahra, saya ditugaskan untuk menjadi tour guide Tuan Gabriel dan Nona Shilla selama seminggu kedepan” ucap gadis yang bernama Zahra itu.

“oh annyeong Zahra” ucap Shilla dengan gaya mengikuti kelima tour guide tadi, membungkukan badan 90 derajat. Zahra mengangguk dan tersenyum.

“perkenalkan nama saya Dea. Saya ditugaskan menjadi tour guide Tuan Rio dan Nona Ify” ucap tour guide disebelah Zahra yang bernama Dea.

“Hallo Dea” sapa Ify dan Rio ramah.

“perkenalkan, saya Angel. Saya ditugaskan menjadi tour guide Tuan Debo dan Nona Sivia. Senang berkenalan dengan kalian”

“Perkenalkan nama saya Zevana. Saya ditugaskan menjadi tour guide Tuan Cakka dan Nona Febby selama di Korea. Annyeong”

“nama saya Olivia. Saya ditugaskan untuk menemani dan menjaga Tuan Alvin dan Nona Pricilla selama di Korea”

Semua sudah memperkenalkan diri masing-masing. Kini semua barang satu per satu mulai dimasukan ke dalam Bis.

“oh iya Zahra, Dea, Angel, Zevana, Olivia, kalian ngga usah panggil kami semua dengan sebutan Tuan sama Nona. Ngga enak didengernya hehe anggap saja kita semua ini sahabat dan sedang berlibur di Korea, bukan sebagai tour guide” ucap Gabriel sebelum naik ke dalam Bis.

“oh baik Gabriel” koor kelima tour guide tersebut.

“satu lagi. bahasa kalian ngga enak didenger, terlalu baku. Pake bahasa yang ringan aja” ucap Rio menyambung namun dengan gaya stay cool nya. kelima tour guide itu mengangguk.

“kamu itu terlalu cuek. Kita liat aja Rio, kamu akan jadi milikku” batin seseorang.

“ya udah yuk berangkat” semuanya pun naik ke dalam Bis. Mereka duduk dengan posisi di bangku paling depan ada Ify, Rio dan Dea. Rio ada ditengah-tengah Ify dan Dea.

Dibelakangnya ada Shilla, Gabriel, Zahra. Gabriel juga berada ditengah kedua gadis itu. dibelakangnya ada Alvin, Pricilla dan Olivia. Alvin duduk disudut jendela, dan disebelahnya Pricilla sedang menopang kepalanya dipundak Alvin karena dia masih merasa pusing. Olivia yang duduk disamping Pricilla sedari tadi menatap Pricilla sendu. Dia iri dengan Pricilla yang bisa mendapatkan Alvin yang begitu baik dan tulus.

Dibelakang mereka ada Febby, Cakka dan Zevana. Ketiga orang ini hany berdiam dan sibuk dengan aktifitas masing-masing. Febby dan Zevana sibuk dengan handphone masing-masing, sedangkan Cakka sibuk dengan iPod nya.

Dibelakang sekali ada Debo, Angel dan Sivia. Angel heran dengan sepasang kekasih yang ini. jika pasangan yang lain duduk berdampingan, pasangan yang ini berbeda. Pasangan ini meminta Angel untuk duduk di tengah-tengah mereka berdua, seperti sebagai pembatas.

30 menit dari gedung pertemuan akhirnya mereka sampai juga di Bandara Soekarna-Hatta. Mereka semua turun dan barang-barang mereka dibawakan oleh sang supir Bis.

Ternyata mereka datang tepat waktu. Tidak telat dan tidak pula menunggu keberangkatan terlalu lama. Mereka hanya menunggu kurang lebih 1 jam dan pesawat mereka pun lepas landas.

Butuh waktu 7 jam bagi mereka semua untuk sampai di Korea. Memang sangat membosankan sekali. Bahkan Shilla, Ify, Sivia, Pricilla dan Febby sempat tertidur selama perjalanan. Namun kelima tour guide itu tidak mau tidur walaupun mata mereka juga merasa mengantuk. Mereka ingin bekerja professional.

Kelima anak-anak Redbag pun tidak ada yang tertidur. Ada yang sibuk mendengar musik, main games, baca komik, baca majalah otomotif, dan ada yang sibuk memainkan handphone.

*

7 jam keberangkatan dan akhirnya kini mereka semua sudah menginjakan kaki di gerbang kedatangan di Korea, yaitu Bandara International Incheon. Sebelum sampai di gedung utama Bandara ini, mereka terlebih dahulu menaiki kereta shuttle yang sangat nyaman. Mereka semua terkagum-kagum dengan Bandara ini.

Bandara dengan lobi kedatangan yang tampak elegan dengan pilar-pilar emas yang menyangga atap tinggi dengan penerangan menarik. Taman bunga juga menambah kemenarikan Bandara ini yang berada ditengah-tengah lobi.

Bandara ini pun memiliki fasilitas-fasilitas khusus. Untuk menuju Seoul, para pendatang tidak bersusah payah mencari transportasi kesana. Di depan Bandara sudah ada transportasi yang siap mengantarkan mereka ke Seoul.

Walaupun Bandara ini terlihat mewah dan megah, Korea tidak melupakan jati dirinya. Arsitek Bandara ini membuat atap bandara ini menyerupai bentuk kuil tradisional Korea dan di lantai empat, terdapat museum kebudayaan yang berisi macam-macam artefak peninggalan sejarah Korea beribu-beribu tahun silam.

Jam kini menunjukan pukul 17.00 waktu setempat. Waktu Korea lebih awal 2 jam dibanding waktu Indonesia. 

Sehabis dari Bandara, mereka harus menuju Seoul dimana disana terdapat banyak pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan lainnya. Dari Bandara menuju Seoul mereka membutuhkan waktu satu jam lagi.

“akhirnya sampe juga di Korea setelah 7 jam duduk di pesawat. Ergh capek banget” ucap Sivia sambil merenggangkan otot-otot tubuhnya.

“oh iya habis ini kita kemana? Ke Hotel langsung atau jalan-jalan dulu?” tanya Rio kepada kelima tour guide itu.

“terserah kalian aja. Tapi saran ku, lebih baik kalian istirahat dulu semalam di Hotel. Mulai besok baru kita berkeliling” ucap Zahra yang sudah mulai membiasakan ucapannya sejak di pesawat tadi. Sepertinya yang paling senior diantara kelima tour guide itu Zahra.

“ya udah menurut gue emang harus gitu. Soalnya Pricilla masih sakit nih. Biar dia istirahat dulu aja di Hotel” jawab Alvin cepat. Dia kini sedang merangkul pundak Pricilla takut terjadi apa-apa dengan gadis itu. soalnya ketika bangun tidur di pesawat, Pricilla mengeluh kepada Alvin bahwa kepalanya masih terasa sakit.

“yaudah yuk. Kasian sama Pricilla nanti kalo kita ajak keliling-keliling, sakit nya makin parah” ucap Febby.

“gue nurut apa kata Febby aja deh hehe” lagi-lagi-lagi Cakka menatap Febby dengan sangat teduhnya. Febby menunduk malu.

“lo gimana Vi, Fy, Shil?” tanya Debo.

“ke Hotel aja deh. Gue ngga tega sama Prissy” ucap Shilla mewakilkan.

“ya udah jadi sekarang kita ke Hotel aja yuk” komando Gabriel.

“maaf, sebelum kita ke Hotel, kita harus menempuh waktu perjalanan satu jam lagi menuju Seoul” ucap Zahra.

“loh? Trus kita naik apa?” tanya Ify yang sedari tadi memilih diam.

“ada transportasi Bandara yang akan antar kita ke Seoul”

“yah patah nih tulang gue” keluh Ify.

“ntar gue pijitin di kamar” sahut Rio tiba-tiba tapi dengan nada cuek dan ekspresi dinginnya.

“dih gila. No no no! bukan mukhrim!”

“makanya jangan ngeluh” Rio mengacak-ngacak poni Ify lembut lalu berjalan  mendului semuanya dengan cuek.

Untuk pertama kalinya bagi seseorang diantara mereka semua melihat kemesraan Rio dan Ify. walau tidak terlihat mesra seperti Cakka-Febby ataupun seperti Alvin-Pricilla, tapi sikap Rio menunjukkan bahwa dia menyayangi Ify. terlihat dari gerakan yang dilakukannya beberapa detik yang lalu ini.

“Rio, aku pastikan kalo kamu akan jadi milikku. Ngga akan lama lagi” batinnya.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar