“apa
benar redbag dan blink sudah berpacaran?”
“sesuai yang kalian liat” jawab Gabriel dengan senyum ramahnya.
“banyak
yang bilang kalau kalian hanya cari sensasi aja. Benar begitu?”
“untuk ini .. saya akan bertanya balik kepada
semua yang hadis disini. Kalian lebih percaya dengan apa yang kalian lihat saat
sekarang ini dengan mata kepala kalian, atau kalian lebih percaya dengan
bisik-bisik orang sirik diluar sana?” jawab Alvin dengan tegasnya.
Redbag lainnya dan Blink tersenyum puas
mendengar jawaban Alvin ini. ini semua sesuai dengan apa yang sudah mereka
rencanakan. Sesuai bayangan mereka, kini semua yang hadir di gedung pertemuan
hening, terdiam mendengar jawaban Alvin. ada benarnya juga.
“mengapa
secara tiba-tiba ada kabar bahwa kalian berlima berpacaran? Tidak salah banyak
yang berkata ini hanya sensasi” ucap salah seorang wartawan.
“begini, saya mewakilkan Redbag dan Blink
terutama Blink. Ini semua tidak sesuai dengan apa yang kalian perkirakan. Siapa
bilang kita pacaran langsung serentak dan tanggal yang sama?....” semua diam
mendengarkan apa penjelasan selanjutnya yang akan dilontarkan Shilla.
“awalnya yang jadian duluan itu Cakka dan
Febby. Setelah beberapa minggu mereka jadian, ternyata kami diberitahu oleh
Debo dan Sivia bahwa mereka juga sudah berpacaran. Lalu disusul dengan Rio dan
Ify satu minggu setelah Debo dan Sivia. Satu bulan setelah mereka, Alvin dan
Pricilla juga jadian. Setelah itu tidak ada yang jadian lagi”
Mendengar penuturan terakhir Shilla. Semua yang
hadir disana heran. Lalu bagaimana dengan hubungan Shilla sendiri dan Gabriel?
bukankah mereka juga dikabarkan berpacaran? Bahkan kabar berpacaran ini
tersebar karena awalnya para wartawan melihat mereka berdua sedang ditepi jalan
karena mobil Gabriel rusak dan mereka berencana ke pantai waktu itu *liat di
part-part sebelumnya. Author sendiri lupa part berapa HAHAHA*
“lalu..
bagaimana dengan hubungan anda dan Gabriel? bukankah kalian berdua juga
berpacaran?”
“haha kalian terlalu gegabah. Saya itu belum
selesai berbicara. Jadi, karena kedelapan sahabat-sahabat kami sudah
berpacaran, otomatis saya dan Gabriel sering bertemu. Akibat sering bertemu
itulah sudah 1 bulan ini dan Gabriel menjalin hubungan”
Semua mengangguk mengerti dengan penjelasan
Shilla itu. lalu ada yang mengacungkan tangan –wartawati- yang menandakan ingin
bertanya. Setelah dipersilahkan, ternyata wartawati itu ingin bertanya kepada
Rio.
“Rio,
bisakah kamu mereka ulang bagaimana saat kamu menyatakan cinta kepada Ify?
banyak sekali permintaan dari Rise maupun IFC yang meminta kepada saya”
ucap wartawati itu. mendengar permintaan itu, Rio dan Ify seketika langsung
cemas.
Bagaimana ini? apa yang akan direka ulang kalau
kejadian menyatakan cinta itu saja tidak pernah terjadi? Rio mengangguk kepada
Ify menandakan siap. Dengan sorotan matanya, Ify dapat mengartikan bahwa Rio
mengatakan ‘ini bakalan sukses’. Melihat mata Rio, Ify pun memantapkan hatinya.
dia pasrahkan kini kepada Rio.
Sebenarnya wartawati itu tidak dimintai oleh
Rise atau IFC untuk meminta Rio dan Ify mereka ulang kejadian menyatakan cinta
itu. Cuma dia hanya memancing Rio dan Ify. mencari tahu apakah benar mereka
berpacaran.
Rio dan Ify bangkit dari duduk nya lalu berdiri
didepan meja. Mereka berdiri berhadap-hadapan. Untuk saja Rebdag maupun Blink
pernah membintai satu judul sinetron. Jadi mereka memiliki bakat acting.
Rio mulai menatap mata Ify sesuai dengan
pelajaran acting yang dipelajarinya. Perlahan digenggamnya kedua tangan Ify.
lalu berucap “Fy, jujur selama ini aku cinta sama kamu. Selama ini aku selalu
nutupin itu dari kamu. Tapi kali ini ngga bisa. Alyssa Saufika Umari, would you be mine?”
Ify ternganga mendengar penuturan Rio yang
terdengar tulus dan sungguh-sungguh itu tapi dia tidak memperlihatkannya. Dari
mana Rio dapat kata-kata setulus itu? apa dia sudah merangkainya dari rumah?
“yes, I will be your mine Mario” jawab Ify.
setelah mendengar jawaban Ify, Rio mengecup lembut punggung tangan kanan Ify.
semua terheran-heran. Ternyata Rio yang selama ini mereka tahu itu romantis.
Banyak Rise, IFC dan fans dari Redbag dan Blink lainnya bersorak ataupun
bertepuk tangan melihat adegan romantis itu.
Redbag dan Blink lainnya pun terheran-heran. Ternyata
Rio dan Ify memiliki bakat acting yang hebat.
Setelah itu, mereka berdua kembali ketempat
duduknya. Ketika ditempat duduknya, Rio langsung mendapat prtanyaan dari
bisikan sebelahnya, Shilla.
“Yo..”
“hmm” jawab Rio hanya dengan gumaman namun
bibirnya masih memberi seulas senyum kepada semua yang hadir disana. Sedangkan
Alvin sedang menjawab pertanyaan dari wartawan/wartawati lainnya.
“lo dapet kata-kata tadi dari mana?”
“emang kenapa?”
“mesra banget gilaaa. So sweet banget”
“haha iya dong. Gue gitu”
“Yo..”
“apa lagi?”
“itu.. Cuma skenario lo aja atau… beneran isi
hati lo tuh?”
“isi hati gue lah eh ngga ngga maksud gue..
skenario gue yang pernah gue lakuin ke cewe gue dulu dan itu dari hati”
“oh gitu.. kirain beneran dari hati”
“Cakka,
apa yang kamu suka dari Febby? Katanya kan kalin duluan yang jadian. Bisa
diceritakan apa bagian dari Febby yang mampu menarik hati kamu?” kembali
Rio dan Shilla focus terhadap pertanyaan-pertanyaan.
“ehem.. pertama, yang spesial dari Febby itu
hatinya. selain cantik, dia juga baik, lemah lembut, bersifat keibuan. Dari
dulu saya selalu mencari wanita yang bersifat keibuan, yang bisa menggantikan
ibu saya”
“waah
sepertinya anda sangat mencintai Febby”
“begitulah” jawab Cakka sambil menatap mata
Febby dengan mata teduhnya. Febby tersipu malu mendengar ungkapan Cakka dan
tatapan mata Cakka.
“baiklah semuanya. Kami rasa semua sudah jelas
dan tidak ada yang perlu ditanyakan lagi. 3 jam lagi pesawat kami akan
berangkat. Kami semua akan berlibur ke Korea dalam waktu satu minggu ke depan.
Mohon doa semuanya agar kami selamat sampai tujuan dan pulang dengan keadaan
selamat juga” tutur Gabriel menutup acara konferensi pers.
Sesudah ini mereka akan mengadakan acara makan
bersama fans-fans selama 1 jam kedepan. Setelah itu mereka langsung berangkat
ke Bandara.
“dan satu lagi. sepulang kami dari Korea nanti,
kami akan mengadakan konser. Doakan juga semoga acaranya jadi. Terimakasih
semuanya” lalu Redbag dan Blink satu per satu turun dari panggung.
Di belakang panggung, semua merasa lega
akhirnya acara yang mereka takutkan terlewatkan juga. Hanya ada waktu 10 menit
bagi Redbag dan Blink untuk beristirahat dan sesudahnya kembali melanjutkan
acara makan bersama fans-fans mereka.
“huuh lega lega” ucap Sivia.
“lega apaan lo? ditanya aja kagak, jawab
pertanyaan aja kagak” sinis Debo.
“ye.. sirik aja lo”
“udah deh kalian berdua bisanya berantem mulu.
Dari sebelum acara sampe sekarang masih aja berantem. Akur dikit kek” lerai
Ify.
“iya deh paham yang tadi baru aja nerima
cintanya Rio” sindir Febby yang tak tahan ingin menggoda Ify dari tadi.
“ih apaan sih Feb. semenjak deket sama Cakka lo
udah bisa ngelawak ye?” elak Ify dengan wajah yang bersemu merah.
“udah lah sayang.. ngaku aja kenapa sih?” Rio
langsung datang sambil merangkul pundak Ify.
Tanpa mereka semua sadari, kedekatan mereka
semua saat ini memang alami seperti kedekatan spesial. Dan tanpa mereka semua
sadari juga, ternyata tak jauh dari mereka berkumpul sekarang ada seseorang
yang bersembunyi dibalik sana dan membidik rangkulan Rio kepada Ify tadi yang
terlihat mesra.
“ih apaan sih geli” Ify langsung melepas tangan
kokoh Rio dari pundaknya.
Tak jauh dari mereka. Pricilla terduduk sendiri
sambil menopang kedua siku nya kepaha dan menutup wajahnya dengan kedua telapak
tangan. Alvin yang tadi sedang ikut berkumpul dengan yang lain, kini beralih
menatap Pricilla dan memilih untuk menghampiri Pricilla.
“Pris” sahut Alvin dan duduk disamping
Pricilla.
“eh elo Vin. kenapa?” Pricilla membuka
wajahnya.
“lo kenapa? Dari tadi gue perhatiin lo diem
mulu trus pucet lagi. lo sakit?”
“iya nih dari tadi kepala gue sakit ngga tau
kenapa” Pricilla memijit-mijit sedikit kepalanya.
“udah minum obat?” Alvin beralih menggantikan
posisi tangan Pricilla yang memijit-mijit kepala itu dengan lembut.
Pricilla menggeleng menjawab pertanyaan Alvin.
“ck.. lo gimana sih? tunggu sini dulu, biar gue
maintain obat ke manager lo” Alvin bangkit dari duduknya dan mencari manager
Pricilla. Siapa tahu dia memiliki simpanan obat.
Ternyata seseorang yang bersembunyi tadi juga
mengabadikan kejadian itu. kejadian romantis Alvin dan Pricilla yang memang
terlihat seperti sepasang kekasih.
“Pris lo kenapa? Lo sakit?” Ify datang
menghampiri Pricilla.
“sakit kepala biasa aja kok Fy”
“trus Alvin mana? Tadi gue liat dia lagi sama
lo”
“lagi cariin obat”
“oh.. jadi udah akur nih? Ehem ehem” goda Ify.
“apa deh lo biasa aja”
Tak lama Alvin datang sambil membawa sebotol
air mineral dan ditangannya seperti memegang sesuatu benda kecil. Sepertinya
itu obat.
“Gue cabut dulu ya. Ngga mau ganggu hehe” Ify
langsung kembali berkumpul dengan yang lainnya.
Alvin kembali duduk dibangku nya yang semula.
“nih obatnya trus ini minum nya” Alvin
memberikan botol minum dan obat ke Pricilla.
“si Ify tadi ngomong apaan?” tanya Alvin kepada
Pricilla yang sedang meneguk obat dan minumnya.
“Cuma nanya gue sakit apa aja kok” jawab
Pricilla yang sudah selesai meneguk obatnya.
“oh..”
“eh iya thanks ya”
“sama-sama. Lo istirahat aja disini ngga usah
ikutan acara makan bersama nya”
“tapi..”
“ngga ada tapi-tapian. Ntar biar gue yang
bilangin ke fans lo. mereka pasti ngertiin kok kalo lo sakit”
“yaudah deh”
“EHEM EHEM PACARAN NYA NANTI AJAAA” teriak Rio,
Cakka, Gabriel, Debo, Ify, Febby, Shilla, dan Sivia.
Alvin dan Pricilla yang merasa tersindir pun
wajahnya berubah menjadi merah merona. Alvin menggaruk-garuk tengkuknya yang
tak gatal sedangkan Pricilla hanya menunduk sambil tersenyum malu.
Bersambung…
Kak,pliss yg ini dilanjut lagi dong
BalasHapus