Ketika Rio dan Ify sedang asik
mengobrol di ruang tamu rumah Ify, suara motor terdengar di halaman rumah Ify.
Ternyata tiga Cagiva berhenti tepat di halaman rumah Ify. Ify heran melihat
tiga Cagiva yang tidak dikenal nya itu. tapi dia kenal dengan tiga cewek yang
ada di boncengan cagiva.
“loh? Shilla? Sivia? Agni? Lo
bertiga ngapain kesini? Trus kalian sama si….” Belum sempat Ify bertanya siapa
yang membonceng Shilla, Sivia dan Agni, ketiga pengendara cagiva itu membuka
helm full face nya. tiga orang cowok. Ify mengenali siapa ketiga cowok itu.
“Gabriel? Alvin? Cakka? kalian
bertiga kok bisa sama mereka?” tanya Ify kaget ketika mendapati siapa pemilik
Cagiva itu.
Gabriel, Alvin dan Cakka Cuma
nyengir aja “ini nih Fy, mereka maksa kita buat bawa mereka ke rumah lo” jawab
Shilla.
“tau tuh. Sampe-sampe Cakka ngancem
bakal cabut pangkat gue dari Kapten Basket lagi” rutuk Agni. Maklum saja, Cakka
adalah ketua Ekskul Basket, jadi dia bebas mencabut pangkat Agni dan Rio dari
Kapten Basket kapan saja.
“Alvin janji bakalan traktir gue
sepuasnya kalo gue bawa dia kerumah lo. ya udah gue bawa aja” jawab Sivia tanpa
dosa.
“emang kalian bertiga mau ngapain
sih kesini? Tumben banget” tanya Ify lagi.
“ga ada Fy hehe kan kita bakalan jadi
sahabat. Ga salah dong kita pengen tau rumah lo juga?” alibi Alvin.
“Iel, Vin, kayaknya kedatangan kita
ga diinginin Ify deh” ujar Cakka.
“kenapa?” tanya Gabriel dan Alvin.
“dia ngerasa keganggu tuh. Kan tadi
lagi berduaan sama si Rio” goda Cakka. Alvin dan Gabriel mengerti maksud Cakka.
“iya ya Cak? Gue juga ngerasa ga
enak nih ganggu orang pacaran” goda Gabriel.
“lo bertiga sekali lagi ngomong gue
tendang nih dari sini” kesal Rio kepada ketiga sahabatnya.
“wess.. kalem bro” kata Alvin.
“Yo, yang punya rumah aja kagak
ngusir kita eh malah elo yang ngusir. Emang lo siapa nya tuan rumah ini sih?”
goda Gabriel lagi.
“Ieeelll…..” geram Rio.
“udah udah… ga enak berantem disini.
Mending ke halaman belakang aja yuk. Lebih luas disana. Jadi kalian bebas kalo
mau smack down segala disana” sindir Ify lalu masuk ke dalam rumah duluan
menuju halaman belakang disusul yang lain.
*
Rio dari tadi merutuki
sahabat-sahabat nya yang datang pada waktu yang tidak tepat. Memang kemarin Rio
yang menyuruh sahabat-sahabat nya untuk datang ke rumah Ify untuk membuktikan
omongan nya tentang penampilan Ify yang sebenarnya. Tapi sekarang Rio menyesal
sudah memberi ide seperti itu. pasalnya, tadi Rio sedang asik ngobrol berdua
dengan Ify.
Rio, Gabriel, Alvin dan Cakka sedang
duduk berkumpul di bangku halaman belakang rumah Ify. Memang benar, halaman
belakang rumah Ify luas dan juga terdapat kolam renang. Sedangkan
sahabat-sahabat Ify duduk di tepi kolam renang menenggelamkan kaki mereka ke
dalam air.
“nih diminum dulu. Pada haus kan?”
Ify datang membawa delapan gelas sirup dingin diatas nampan dan meletakannya di
atas meja. Baru Ify meletakan minumannya diatas meja, Gabriel, Alvin, Cakka,
Shilla, Sivia dan Agni langsung menyerbu minuman itu dengan sekali minum.
Sedangkan Rio? Masih diam di bangku
nya. dia masih kesal kepada ketiga sahabatnya. Namun dia tidak memperlihatkan
kekesalannya. Jika di perlihatkan bisa-bisa ketiga sahabatnya curiga.
“nih minum dulu” Ify memberikan
segelas minuman kepada Rio. Di tangan kiri nya juga memegang segelas sirup lagi
yang dipastikan itu untuk dia sendiri.
“thanks” ujar Rio seraya menerima
gelas dari Ify.
“lo kenapa?” tanya Ify lalu duduk
disebelah Rio.
“gapapa kok”
“lo ga suka temen-temen lo dateng
kesini?” tanya Ify to the point.
“hah? Eng… engga kok. Ngapain juga
gue ngelarang mereka kesini? Kan yang tuan rumah nya elo”
“oh.. gabung yuk sama mereka” Ify
mengajak Rio bergabung dengan teman-teman yang lain.
*
Sedari kemarin malam senyum Ify tak
pernah lepas dari bibir nya. dia masih tidak menyangka bahwa sekarang dia dan
Rio bisa menjadi dekat. Bukan berarti dulu ga dekat, tapi dulu mereka hanya
berteman ala kadar nya saja. Beda dengan sekarang yang bisa dibilang setiap
hari akan bersama-sama.
Ify menuruni tangga menuju meja
makan. Papa, Mama dan Defa sudah menunggu disana untuk sarapan pagi bersama.
“pagi Pa. Pagi Ma” sapa Ify riang
lalu duduk disamping Defa.
“Pagi Ify”
“gue engga nih?” tanya Defa.
“hehehe pagi adik ku tercinta”
“tumben lo kak. Kesambet apaan
semalem?”
“ada deh”
“Ma, Pa. kayaknya Papa sama Mama
bakalan punya menantu deh” kata Defa kepada Mama dan Papa nya.
“maksud kamu apa?” tanya Papa Ify.
“tuh anak sulung mama sama papa lagi
jatuh cinta. Liat aja tuh behel nya ngacir terus dari semalem”
PLETAAKK
Ify menoyor kepada Defa “sialan lo
ngatain gue. jangan dengerin Pa, Ma” omel Ify. Papa dan Mama senyum-senyum saja
melihat tingkah dua buah hati mereka ini. selalu saja begini.
“udah… makan dulu baru ribut. Ntar
telat loh” kata mama memperingati kedua anaknya. Ify langsung mengambil sehelai
roti tawar dan selai cokelat kesukaannya.
Baru Ify ingin menggigit roti nya,
Bibi datang menghampiri meja makan “maaf non Ify, diluar ada yang nungguin non
Ify. Katanya mau jemput”
“hah? Jemput Ify, Bi? Siapa?” tanya
Ify heran. Seingat dia, dia tidak ada janji dengan siapapun untuk berangkat
kesekolah bareng pagi ini.
“itu loh non.. temen non Ify yang
belakangan ini sering main kesini” Ify berpikir sebentar. Terbesit di otaknya
nama ‘Rio’ ya. Rio. Rio yang belakangan ini sering main ke rumah Ify.
“samperin dulu aja Fy. suruh sarapan
bareng sama kita” ujar mama Ify.
“eh iya ma” lalu Ify pergi
meninggalkan meja makan menuju ruang tamu.
“eh Yo. Ada apa?’ tanya Ify
basa-basi.
“hehe sorry Fy kalo mendadak.
Kebetulan gue berangkat dari rumah kepagian nih, jadi gue jemput elo deh hehe”
alibi Rio. Dari kemarin malam dia sengaja tidur cepat dan bangun pagi-pagi
sekali agar bisa menjemput Ify. Dan dia juga sudah mempersiapkan alasan seperti
ini dari semalam.
“oh gitu… sarapan dulu aja yuk?
Kebetulan gue lagi sarapan nih”
“ga usah deh Fy. ga enak gue”
“gapapa. Ayo... Nyokap yang minta
kok” Ify menarik tangan Rio sampai ke meja makan.
“Ma, Pa kenalin ini temen Ify nama
nya Rio” kata Ify ketika sampai dimeja makan dan memperkenalkan Rio kepada mama
dan papa nya.
“temen apa temen?’ goda Defa.
“apa sih lo”
“Rio tante, om” Rio bersalaman
dengan papa dan mama Ify sesopan mungkin.
“temennya Ify ya? Duduk dulu,
sarapan bareng kita dulu aja” tanya dan ajak mama Ify ramah. Rio mengangguk
lalu duduk disamping kiri Ify. Samping kanan Ify, Defa sudah senyum-senyum
sendiri.
“ngapain lo senyum-senyum sendiri?
Udah gila lo?” tanya Ify kepada Defa.
“ga” jawab Defa masih menahan senyum
nya.
“eh iya kak Rio, ada apa nih tumben
banget pagi-pagi gini kesini?” tanya Defa kepada Rio. Ify menedang kaki Defa.
“apa sih kak. Biasa aja kali. Kan
gue Cuma nanya” kata Defa kepada Ify yang sudah melototi nya.
“hehe kebetulan gue berangkat
kepagian Def, jadi iseng kesini deh jemput Ify” lagi-lagi itu alasan yang
diberikan Rio.
“oh… emang kebetulan berangkat
kepagian atau emang sengaja berangkat pagi buat jemput kak Ify?” SKAK MAT!
“mampus. Nih bocah tau juga taktik
gue” batin Rio.
“huss… kamu ini. udah sana dimakan
makanan nya” tegur mama Ify.
“selamet… selamet” batin Rio lega.
Bersambung…
Oh iya sekedar info, kayaknya untuk
postingan kedepan aku bakal focus ngelanjutin cerbung First Love Until The Die
dulu (FLUTD) berhubung ini satu-satu nya cerbung aku yang part nya udah jauh
dan FLUTD juga first cerbung yang aku bikin hihi nanti kalo part FLUTD udah
semakin jauh lagi atau udah end, aku lanjutin lagi cerbung yang lain. Jadi
sekarang aku focus lanjutin cerbung satu-satu dulu. Nanti sekali-kali aku juga
bakal posting cerpen hehe maaf ya kalo blog aku susunan nya sekarang berantakan
banget. Satu cerbung per part nya kepisah-pisah gt-_- nanti kalo udah end semua
bakal aku respot lagi dengan main cast lain :D
Kalo ada yang suka cerbung Sahabat
Jadi Cinta, You Are My Dream, Rival In Love atau lainnya, sabar dulu ya hehe
bakal end kok cerbung-cerbung nya. nanti tiap aku posting dikabarin terus.
Makanya mention aja ke @elviraeryos cerbung mana yang kamu suka, jadi nanti
kalo aku udah posting next part nya bisa kabarin kamu :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar