Selasa, 06 Agustus 2013

You Are My Dream *9



Ketika Rio dan Ify sedang asik mengobrol di ruang tamu rumah Ify, suara motor terdengar di halaman rumah Ify. Ternyata tiga Cagiva berhenti tepat di halaman rumah Ify. Ify heran melihat tiga Cagiva yang tidak dikenal nya itu. tapi dia kenal dengan tiga cewek yang ada di boncengan cagiva.

“loh? Shilla? Sivia? Agni? Lo bertiga ngapain kesini? Trus kalian sama si….” Belum sempat Ify bertanya siapa yang membonceng Shilla, Sivia dan Agni, ketiga pengendara cagiva itu membuka helm full face nya. tiga orang cowok. Ify mengenali siapa ketiga cowok itu.

“Gabriel? Alvin? Cakka? kalian bertiga kok bisa sama mereka?” tanya Ify kaget ketika mendapati siapa pemilik Cagiva itu.

Gabriel, Alvin dan Cakka Cuma nyengir aja “ini nih Fy, mereka maksa kita buat bawa mereka ke rumah lo” jawab Shilla.

“tau tuh. Sampe-sampe Cakka ngancem bakal cabut pangkat gue dari Kapten Basket lagi” rutuk Agni. Maklum saja, Cakka adalah ketua Ekskul Basket, jadi dia bebas mencabut pangkat Agni dan Rio dari Kapten Basket kapan saja.

“Alvin janji bakalan traktir gue sepuasnya kalo gue bawa dia kerumah lo. ya udah gue bawa aja” jawab Sivia tanpa dosa.

“emang kalian bertiga mau ngapain sih kesini? Tumben banget” tanya Ify lagi.

“ga ada Fy hehe kan kita bakalan jadi sahabat. Ga salah dong kita pengen tau rumah lo juga?” alibi Alvin.

“Iel, Vin, kayaknya kedatangan kita ga diinginin Ify deh” ujar Cakka.

“kenapa?” tanya Gabriel dan Alvin.

“dia ngerasa keganggu tuh. Kan tadi lagi berduaan sama si Rio” goda Cakka. Alvin dan Gabriel mengerti maksud Cakka.

“iya ya Cak? Gue juga ngerasa ga enak nih ganggu orang pacaran” goda Gabriel.

“lo bertiga sekali lagi ngomong gue tendang nih dari sini” kesal Rio kepada ketiga sahabatnya.

“wess.. kalem bro” kata Alvin.

“Yo, yang punya rumah aja kagak ngusir kita eh malah elo yang ngusir. Emang lo siapa nya tuan rumah ini sih?” goda Gabriel lagi.

“Ieeelll…..” geram Rio.

“udah udah… ga enak berantem disini. Mending ke halaman belakang aja yuk. Lebih luas disana. Jadi kalian bebas kalo mau smack down segala disana” sindir Ify lalu masuk ke dalam rumah duluan menuju halaman belakang disusul yang lain.

*

Rio dari tadi merutuki sahabat-sahabat nya yang datang pada waktu yang tidak tepat. Memang kemarin Rio yang menyuruh sahabat-sahabat nya untuk datang ke rumah Ify untuk membuktikan omongan nya tentang penampilan Ify yang sebenarnya. Tapi sekarang Rio menyesal sudah memberi ide seperti itu. pasalnya, tadi Rio sedang asik ngobrol berdua dengan Ify.

Rio, Gabriel, Alvin dan Cakka sedang duduk berkumpul di bangku halaman belakang rumah Ify. Memang benar, halaman belakang rumah Ify luas dan juga terdapat kolam renang. Sedangkan sahabat-sahabat Ify duduk di tepi kolam renang menenggelamkan kaki mereka ke dalam air.

“nih diminum dulu. Pada haus kan?” Ify datang membawa delapan gelas sirup dingin diatas nampan dan meletakannya di atas meja. Baru Ify meletakan minumannya diatas meja, Gabriel, Alvin, Cakka, Shilla, Sivia dan Agni langsung menyerbu minuman itu dengan sekali minum.

Sedangkan Rio? Masih diam di bangku nya. dia masih kesal kepada ketiga sahabatnya. Namun dia tidak memperlihatkan kekesalannya. Jika di perlihatkan bisa-bisa ketiga sahabatnya curiga.

“nih minum dulu” Ify memberikan segelas minuman kepada Rio. Di tangan kiri nya juga memegang segelas sirup lagi yang dipastikan itu untuk dia sendiri.

“thanks” ujar Rio seraya menerima gelas dari Ify.

“lo kenapa?” tanya Ify lalu duduk disebelah Rio.

“gapapa kok”

“lo ga suka temen-temen lo dateng kesini?” tanya Ify to the point.

“hah? Eng… engga kok. Ngapain juga gue ngelarang mereka kesini? Kan yang tuan rumah nya elo”

“oh.. gabung yuk sama mereka” Ify mengajak Rio bergabung dengan teman-teman yang lain.

*

Sedari kemarin malam senyum Ify tak pernah lepas dari bibir nya. dia masih tidak menyangka bahwa sekarang dia dan Rio bisa menjadi dekat. Bukan berarti dulu ga dekat, tapi dulu mereka hanya berteman ala kadar nya saja. Beda dengan sekarang yang bisa dibilang setiap hari akan bersama-sama.

Ify menuruni tangga menuju meja makan. Papa, Mama dan Defa sudah menunggu disana untuk sarapan pagi bersama.

“pagi Pa. Pagi Ma” sapa Ify riang lalu duduk disamping Defa.

“Pagi Ify”

“gue engga nih?” tanya Defa.

“hehehe pagi adik ku tercinta”

“tumben lo kak. Kesambet apaan semalem?”

“ada deh”

“Ma, Pa. kayaknya Papa sama Mama bakalan punya menantu deh” kata Defa kepada Mama dan Papa nya.

“maksud kamu apa?” tanya Papa Ify.

“tuh anak sulung mama sama papa lagi jatuh cinta. Liat aja tuh behel nya ngacir terus dari semalem”

PLETAAKK

Ify menoyor kepada Defa “sialan lo ngatain gue. jangan dengerin Pa, Ma” omel Ify. Papa dan Mama senyum-senyum saja melihat tingkah dua buah hati mereka ini. selalu saja begini.

“udah… makan dulu baru ribut. Ntar telat loh” kata mama memperingati kedua anaknya. Ify langsung mengambil sehelai roti tawar dan selai cokelat kesukaannya.

Baru Ify ingin menggigit roti nya, Bibi datang menghampiri meja makan “maaf non Ify, diluar ada yang nungguin non Ify. Katanya mau jemput”

“hah? Jemput Ify, Bi? Siapa?” tanya Ify heran. Seingat dia, dia tidak ada janji dengan siapapun untuk berangkat kesekolah bareng pagi ini.

“itu loh non.. temen non Ify yang belakangan ini sering main kesini” Ify berpikir sebentar. Terbesit di otaknya nama ‘Rio’ ya. Rio. Rio yang belakangan ini sering main ke rumah Ify.

“samperin dulu aja Fy. suruh sarapan bareng sama kita” ujar mama Ify.

“eh iya ma” lalu Ify pergi meninggalkan meja makan menuju ruang tamu.

“eh Yo. Ada apa?’ tanya Ify basa-basi.

“hehe sorry Fy kalo mendadak. Kebetulan gue berangkat dari rumah kepagian nih, jadi gue jemput elo deh hehe” alibi Rio. Dari kemarin malam dia sengaja tidur cepat dan bangun pagi-pagi sekali agar bisa menjemput Ify. Dan dia juga sudah mempersiapkan alasan seperti ini dari semalam.

“oh gitu… sarapan dulu aja yuk? Kebetulan gue lagi sarapan nih”

“ga usah deh Fy. ga enak gue”

“gapapa. Ayo... Nyokap yang minta kok” Ify menarik tangan Rio sampai ke meja makan.

“Ma, Pa kenalin ini temen Ify nama nya Rio” kata Ify ketika sampai dimeja makan dan memperkenalkan Rio kepada mama dan papa nya.

“temen apa temen?’ goda Defa.

“apa sih lo”

“Rio tante, om” Rio bersalaman dengan papa dan mama Ify sesopan mungkin.

“temennya Ify ya? Duduk dulu, sarapan bareng kita dulu aja” tanya dan ajak mama Ify ramah. Rio mengangguk lalu duduk disamping kiri Ify. Samping kanan Ify, Defa sudah senyum-senyum sendiri.

“ngapain lo senyum-senyum sendiri? Udah gila lo?” tanya Ify kepada Defa.

“ga” jawab Defa masih menahan senyum nya.

“eh iya kak Rio, ada apa nih tumben banget pagi-pagi gini kesini?” tanya Defa kepada Rio. Ify menedang kaki Defa.

“apa sih kak. Biasa aja kali. Kan gue Cuma nanya” kata Defa kepada Ify yang sudah melototi nya.

“hehe kebetulan gue berangkat kepagian Def, jadi iseng kesini deh jemput Ify” lagi-lagi itu alasan yang diberikan Rio.

“oh… emang kebetulan berangkat kepagian atau emang sengaja berangkat pagi buat jemput kak Ify?” SKAK MAT!

“mampus. Nih bocah tau juga taktik gue” batin Rio.

“huss… kamu ini. udah sana dimakan makanan nya” tegur mama Ify.

“selamet… selamet” batin Rio lega.

Bersambung…

Oh iya sekedar info, kayaknya untuk postingan kedepan aku bakal focus ngelanjutin cerbung First Love Until The Die dulu (FLUTD) berhubung ini satu-satu nya cerbung aku yang part nya udah jauh dan FLUTD juga first cerbung yang aku bikin hihi nanti kalo part FLUTD udah semakin jauh lagi atau udah end, aku lanjutin lagi cerbung yang lain. Jadi sekarang aku focus lanjutin cerbung satu-satu dulu. Nanti sekali-kali aku juga bakal posting cerpen hehe maaf ya kalo blog aku susunan nya sekarang berantakan banget. Satu cerbung per part nya kepisah-pisah gt-_- nanti kalo udah end semua bakal aku respot lagi dengan main cast lain :D

Kalo ada yang suka cerbung Sahabat Jadi Cinta, You Are My Dream, Rival In Love atau lainnya, sabar dulu ya hehe bakal end kok cerbung-cerbung nya. nanti tiap aku posting dikabarin terus. Makanya mention aja ke @elviraeryos cerbung mana yang kamu suka, jadi nanti kalo aku udah posting next part nya bisa kabarin kamu :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar