Pagi ini suasana kembali seperti
semula. Keakraban kembali terjalin diantara mereka. tidak ada perasaan beralah,
marah ataupun lainnya kini. bahkan juga ada yang sedang berbunga-bunga suasana
hati nya.
Sivia dan Cakka sudah sampai duluan.
Mereka berdua seperti biasa, berangkat bareng. Sedangkan Febby kali ini diantar
oleh supir. Dia tidak mau mengganggu Sivia dan Cakka. ketika sedang asik
mengobrol-ngobrol ga jelas, Shilla dan Gabriel datang.
Obrolan Sivia dan Cakka jadi
terhenti. Mata mereka tak berkedip melihat Shilla dan Gabriel yang kembalu
akrab seperti dulu. Bahkan Shilla dan Gabriel kini datang dengan tawa riang
mereka. entah apa yang mereka bicarakan sehingga membuat mereka tertawa.
Shilla dan Gabriel meletakan tas
dibangku masing-masing. Sedangkan Sivia dan Cakka yang emang sebangku malah
natap Gabriel dan Shilla cengo gitu.
“pagi Via, Pagi Cakka” sapa Shilla
dengan senyum manis mengambang dibibirnya.
“pa.. pagi Shil” jawab Sivia dan
Cakka dengan mulut masih menganga.
“lo berdua kenapa? Kesambet?” tanya
Gabriel heran. Cakka dan Sivia menggeleng.
“lah trus?” tanya Gabriel. Cakka dan
Sivia kompakan nunjuk Gabriel dan Shilla.
Gabriel dan Shilla mengernyitkan
dahi. Bertatapan sebentar lalu... “oh itu... iya gue udah baikan sama Iel hehe”
kata Shilla yang sudah mengerti maksud Cakka dan Sivia.
Cakka dan Sivia membulatkan mulutnya
membentuk huruf O “gimana ceritanya?” tanya Cakka.
“perlu di ceritain emang?” tanya
Gabriel. Cakka dan Sivia mengangguk cepat dengan mupeng nya.
Baru Shilla dan Gabriel ingin
menceritakan kejadiannya, pasangan baru Rio dan Ify datang dengan bergandengan
tangan. Lagi-lagi Cakka dan Sivia dibuat cengo dan mulut menganga. Kali ini
bukan Cakka dan Sivia saja, tapi Gabriel dan Shilla juga ikutan cengo dan
nganga.
“pagi semua” sapa Ify riang dengan
posisi tangan masih bergandengan dengan Rio.
“pa..gi” sapa Cakka, Gabriel,
Shilla, dan Sivia balik dengan suara pelan.
“lo berempat pada kenapa? Pagi-pagi
udah pada bengong aja” tanya Rio heran karena melihat keempat sahabatnya pada
bengong massal. Serentak mata Gabriel, Cakka, Shilla dan Sivia beralih ke
tangan Rio dan Ify yang sedang bergelayutan.-.
Rio dan Ify perlahan juga ngikutin
arah pandangan keempat sahabat mereka. karena sadar apa yang diheran-herankan
oleh sahabatnya, mereka sontak melepaskan tangannya.
“lo berdua ada hubungan apa?”
selidik Gabriel dengan tampang serius seperti polisi dan mendekatkan wajah nya
ke Rio. Rio gelagapan sendiri.
“lo berdua pacaran ya?” selidik
Cakka kini ikut-ikutan seperti Gabriel. dengan tampang serius, dan wajah di
dekatkan ke wajah Rio. Rio tambah gelagapan bingung mau jawab apa. dia merasa
seperti tertindas (?)
“sejak kapan lo sama Rio gandengan
tangan?” selidik Shilla kini ke Ify. Ekspresi nya sama dengan Gabriel dan
Cakka. Ify ikut-ikutan gelagapan.
“sejak kapan lo sama Rio jadian?”
Sivia ikut-ikutan seperti Gabriel, Cakka dan Shilla. Rio dan Ify makin
gelagapan…
“ng.. itu.. itu.. duh.. ngg..” Ify
bingung mau jawab apa.
“lo-ber-du-a-wa-jib-ce-ri-ta-in-ke-ki-ta SE-KA-RAAAANNGGG” teriak Gabriel, Cakka,
Shilla dan Sivia serentak. Seisi kelas melihat kepada mereka berenam. Tapi
mereka hanya anggap angin lewat saja keributan yang dibuat Gabriel cs. Tak
heran, karena keributan yang terjadi dikelas semuanya ulah Gabriel cs.
TEEETTT
Bel masuk pun berbunyi.
“nah udah bel… mending duduk lagi
aja yuk. Ga inget sekarang sama Miss
Heni?” elak Rio. Mendengar nama Miss Heni, Gabriel, Cakka, Shilla dan Sivia
pasrah saja dan kembali duduk.
“tapi lo berdua harus certain nanti
di kantin pas istirahat” kata Shilla. Rio dan Ify hanya garuk-garuk kepala
saja. Tak lama Miss Heni masuk kelas dan suasana kelas pun menjadi hening
seketika.
S
K
I
P
BRUUKK BRUUKK BRUUKK BRUUKK
“ebuset” Rio terlonjak kaget.
“sekarang juga lo berdua harus
ceritain ke kita berempat” desak Gabriel setelah dia, Cakka, Shilla dan Sivia
membanting botol minuman mereka ke meja agar Rio dan Ify semakin takut dan mau
menceritakan semuanya. Febby diam saja tidak tahu apa-apa.
“ngg.. duh.. k..kok jadi kepo gini
sih?” tanya Ify masih dengan wajah cemas nya.
“karena kita sahabat kalian” jawab
Gabriel, Cakka, Shilla dan Sivia serentak.
“tapi kalo kita ceritain jangan pada
banyak tanya ya” kata Rio memelas.
“liat nanti”
Rio menghela nafas sebentar “oke.
Gue sama Ify udah jadian… kemaren” kata Rio pasrah.
Gabriel, Cakka, Shilla dan Sivia
mengangguk saja karena sudah tahu apa yang akan dikatakan Rio “hm… trus?” tanya
mereka berempat.
“udah itu aja” kata Ify dan Rio
serentak.
Gabriel, Cakka, Shilla dan Sivia menyipitkan mata
mereka “yakin?” selidik mereka berempat.
Bersambung…
Oh iya sekedar info, kayaknya untuk
postingan kedepan aku bakal focus ngelanjutin cerbung First Love Until The Die
dulu (FLUTD) berhubung ini satu-satu nya cerbung aku yang part nya udah jauh
dan FLUTD juga first cerbung yang aku bikin hihi nanti kalo part FLUTD udah
semakin jauh lagi atau udah end, aku lanjutin lagi cerbung yang lain. Jadi
sekarang aku focus lanjutin cerbung satu-satu dulu. Nanti sekali-kali aku juga
bakal posting cerpen hehe maaf ya kalo blog aku susunan nya sekarang berantakan
banget. Satu cerbung per part nya kepisah-pisah gt-_- nanti kalo udah end semua
bakal aku respot lagi dengan main cast lain :D
Kalo ada yang suka cerbung Sahabat Jadi
Cinta, You Are My Dream, Rival In Love atau lainnya, sabar dulu ya hehe bakal
end kok cerbung-cerbung nya. nanti tiap aku posting dikabarin terus. Makanya
mention aja ke @elviraeryos cerbung mana yang kamu suka, jadi nanti kalo aku
udah posting next part nya bisa kabarin kamu :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar