Selasa, 06 Agustus 2013

Sahabat Jadi Cinta *16








Pagi ini suasana kembali seperti semula. Keakraban kembali terjalin diantara mereka. tidak ada perasaan beralah, marah ataupun lainnya kini. bahkan juga ada yang sedang berbunga-bunga suasana hati nya.

Sivia dan Cakka sudah sampai duluan. Mereka berdua seperti biasa, berangkat bareng. Sedangkan Febby kali ini diantar oleh supir. Dia tidak mau mengganggu Sivia dan Cakka. ketika sedang asik mengobrol-ngobrol ga jelas, Shilla dan Gabriel datang.

Obrolan Sivia dan Cakka jadi terhenti. Mata mereka tak berkedip melihat Shilla dan Gabriel yang kembalu akrab seperti dulu. Bahkan Shilla dan Gabriel kini datang dengan tawa riang mereka. entah apa yang mereka bicarakan sehingga membuat mereka tertawa.

Shilla dan Gabriel meletakan tas dibangku masing-masing. Sedangkan Sivia dan Cakka yang emang sebangku malah natap Gabriel dan Shilla cengo gitu.

“pagi Via, Pagi Cakka” sapa Shilla dengan senyum manis mengambang dibibirnya.

“pa.. pagi Shil” jawab Sivia dan Cakka dengan mulut masih menganga.

“lo berdua kenapa? Kesambet?” tanya Gabriel heran. Cakka dan Sivia menggeleng.

“lah trus?” tanya Gabriel. Cakka dan Sivia kompakan nunjuk Gabriel dan Shilla.

Gabriel dan Shilla mengernyitkan dahi. Bertatapan sebentar lalu... “oh itu... iya gue udah baikan sama Iel hehe” kata Shilla yang sudah mengerti maksud Cakka dan Sivia.

Cakka dan Sivia membulatkan mulutnya membentuk huruf O “gimana ceritanya?” tanya Cakka.

“perlu di ceritain emang?” tanya Gabriel. Cakka dan Sivia mengangguk cepat dengan mupeng nya.

Baru Shilla dan Gabriel ingin menceritakan kejadiannya, pasangan baru Rio dan Ify datang dengan bergandengan tangan. Lagi-lagi Cakka dan Sivia dibuat cengo dan mulut menganga. Kali ini bukan Cakka dan Sivia saja, tapi Gabriel dan Shilla juga ikutan cengo dan nganga.

“pagi semua” sapa Ify riang dengan posisi tangan masih bergandengan dengan Rio.

“pa..gi” sapa Cakka, Gabriel, Shilla, dan Sivia balik dengan suara pelan.

“lo berempat pada kenapa? Pagi-pagi udah pada bengong aja” tanya Rio heran karena melihat keempat sahabatnya pada bengong massal. Serentak mata Gabriel, Cakka, Shilla dan Sivia beralih ke tangan Rio dan Ify yang sedang bergelayutan.-.

Rio dan Ify perlahan juga ngikutin arah pandangan keempat sahabat mereka. karena sadar apa yang diheran-herankan oleh sahabatnya, mereka sontak melepaskan tangannya.

“lo berdua ada hubungan apa?” selidik Gabriel dengan tampang serius seperti polisi dan mendekatkan wajah nya ke Rio. Rio gelagapan sendiri.

“lo berdua pacaran ya?” selidik Cakka kini ikut-ikutan seperti Gabriel. dengan tampang serius, dan wajah di dekatkan ke wajah Rio. Rio tambah gelagapan bingung mau jawab apa. dia merasa seperti tertindas (?)

“sejak kapan lo sama Rio gandengan tangan?” selidik Shilla kini ke Ify. Ekspresi nya sama dengan Gabriel dan Cakka. Ify ikut-ikutan gelagapan.

“sejak kapan lo sama Rio jadian?” Sivia ikut-ikutan seperti Gabriel, Cakka dan Shilla. Rio dan Ify makin gelagapan…

“ng.. itu.. itu.. duh.. ngg..” Ify bingung mau jawab apa.

“lo-ber-du-a-wa-jib-ce-ri-ta-in-ke-ki-ta  SE-KA-RAAAANNGGG” teriak Gabriel, Cakka, Shilla dan Sivia serentak. Seisi kelas melihat kepada mereka berenam. Tapi mereka hanya anggap angin lewat saja keributan yang dibuat Gabriel cs. Tak heran, karena keributan yang terjadi dikelas semuanya ulah Gabriel cs.

TEEETTT

Bel masuk pun berbunyi.

“nah udah bel… mending duduk lagi aja yuk. Ga inget sekarang sama  Miss Heni?” elak Rio. Mendengar nama Miss Heni, Gabriel, Cakka, Shilla dan Sivia pasrah saja dan kembali duduk.

“tapi lo berdua harus certain nanti di kantin pas istirahat” kata Shilla. Rio dan Ify hanya garuk-garuk kepala saja. Tak lama Miss Heni masuk kelas dan suasana kelas pun menjadi hening seketika.

S
K
I
P

BRUUKK BRUUKK BRUUKK BRUUKK

“ebuset” Rio terlonjak kaget.

“sekarang juga lo berdua harus ceritain ke kita berempat” desak Gabriel setelah dia, Cakka, Shilla dan Sivia membanting botol minuman mereka ke meja agar Rio dan Ify semakin takut dan mau menceritakan semuanya. Febby diam saja tidak tahu apa-apa.

“ngg.. duh.. k..kok jadi kepo gini sih?” tanya Ify masih dengan wajah cemas nya.

“karena kita sahabat kalian” jawab Gabriel, Cakka, Shilla dan Sivia serentak.

“tapi kalo kita ceritain jangan pada banyak tanya ya” kata Rio memelas.

“liat nanti”

Rio menghela nafas sebentar “oke. Gue sama Ify udah jadian… kemaren” kata Rio pasrah.

Gabriel, Cakka, Shilla dan Sivia mengangguk saja karena sudah tahu apa yang akan dikatakan Rio “hm… trus?” tanya mereka berempat.

“udah itu aja” kata Ify dan Rio serentak.

Gabriel,  Cakka, Shilla dan Sivia menyipitkan mata mereka “yakin?” selidik mereka berempat.

Bersambung…

Oh iya sekedar info, kayaknya untuk postingan kedepan aku bakal focus ngelanjutin cerbung First Love Until The Die dulu (FLUTD) berhubung ini satu-satu nya cerbung aku yang part nya udah jauh dan FLUTD juga first cerbung yang aku bikin hihi nanti kalo part FLUTD udah semakin jauh lagi atau udah end, aku lanjutin lagi cerbung yang lain. Jadi sekarang aku focus lanjutin cerbung satu-satu dulu. Nanti sekali-kali aku juga bakal posting cerpen hehe maaf ya kalo blog aku susunan nya sekarang berantakan banget. Satu cerbung per part nya kepisah-pisah gt-_- nanti kalo udah end semua bakal aku respot lagi dengan main cast lain :D

Kalo ada yang suka cerbung Sahabat Jadi Cinta, You Are My Dream, Rival In Love atau lainnya, sabar dulu ya hehe bakal end kok cerbung-cerbung nya. nanti tiap aku posting dikabarin terus. Makanya mention aja ke @elviraeryos cerbung mana yang kamu suka, jadi nanti kalo aku udah posting next part nya bisa kabarin kamu :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar