Selasa, 06 Agustus 2013

Rival In Love *17



Rio, Alvin, Cakka dan Debo sedang bisik-bisik. Mata mereka lirik-lirik ke empat cewek yang sedang duduk di tepi pantai. Siapa lagi kalau bukan Blink minus Shilla?

“gimana kalo kita ceburin juga tuh anak berempat?” bisik Rio.

“boleh tuh boleh. Kapan lagi kita kayak gini” jawab Alvin.

“yang jelas gue nyeburin Febby” kata Cakka.

“iye udah tau. Ntar kalo gue yang nyeburin Febby, lo marah lagi” ledek Debo. Cakka nyengir saja.

Di tepi pantai Blink minus Shilla masih asik mengobrol. Sivia memutar-mutar pandangannya ke sekeliling pantai. Mata nya terhenti pada keempat cowok di tengah pantai sana. Keempat cowok itu sedang berbisik-bisik dan sesekali mereka melirik ke tempat Sivia dan sahabat-sahabat nya duduk.

Sivia merasakan ada hawa-hawa tidak enak “guys guys. Kok perasaan gue ga enak ya?” kata Sivia.

“hah? Ga enak gimana?” tanya Pricilla.

“coba lo semua liat ke sana deh” kata Sivia menunjuk ke empat cowok di tengah pantai itu yang tak lain adalah Redbag minus Gabriel. sontak Ify, Pricilla dan Febby menoleh ke tengah pantai tempat Sivia menunjuk tadi.

“iya Vi, gue juga ngerasa ga enak nih. Firasat gue bilang kalo…” kata Ify terputus karena dia melihat keempat cowok itu semakin mendekat kea rah mereka duduk dengan tatapan tajam nya.

“kalo mereka mau…” sambung Febby namun juga terpotong.

“KABUUURRRRRR” teriak blink serentak lalu bangkit berdiri untuk kabur dari kejaran redbag. Firasat mereka mengatakan bahwa redbag akan ikut menceburkan mereka hidup-hidup ke air. Alhasil Rio dan Ify kejar-kejaran, Debo dan Sivia juga kejar-kejaran, Alvin dengan Pricilla, dan juga Cakka dengan Febby kejar-kejaran.

“mau kemana lo hah?” kata Rio dengan wajah licik nya seraya mengembangkan kedua tangannya menghambat Ify untuk tidak kabur.

“apaan lo? awas aja kalo mau nyeburin gue” ancam Ify.

“kalo beneran gue ceburin gimana?”

“gu… gue.. gue cium lo”

“oh.. mau cium gue? oke silahkan Ify sayang. Nih abang Rio siap” Rio perlahan mendekati Ify. Semakin dekat… semakin dekat… Ify semakin cemas dan memundurkan langkah nya.

“eh eh.. mau ngapain lo? berani macem-macem lo sama gue?”

“kan tadi lo bilang mau cium gue. ayo sini”

“mampus gue salah ngomong lagi” batin Ify merutuki dirinya.

“eh.. ng.. bu.. bukan gitu..” Ify semakin mundur.

“apaan sih Ify sayang? Ayo sini” Rio semakin memojokan Ify ke pohon.

“najis gila. Jangan pernah lo panggil-panggil gue dengan sebutan sayang”

“ayo lah Ify. Katanya mau cium gue” goda Rio semakin mendekati Ify.  TEPAT! Ify sudah tidak bisa kemana-kemana lagi. dia sudah diapit oleh pohon dan Rio sendiri. Ify panik.

“eh… eng.. engga engga… eh” Ify kaget karena Rio sudah menahan tubuhnya dengan tangan kanan Rio. Wajah Rio sudah sangat dekat sekali dengan wajah nya. Ify cemas, takut, khawatir akan terjadi apa-apa. perlahan… perlahan.. Rio mendekati wajahnya dengan wajah Ify. Semakin dekat… semakin dekat…

JPREEETT

*

Disisi lain, Cakka dan Febby masih lari-larian. Tidak ada salah satu dari mereka yang ingin mengalah. Cakka masih ingin menceburkan Febby ke laut, sedangkan Febby masih melarikan diri dari kejaran Cakka.

Namun lari-larian ala Cakka dan Febby tidak setegang lari-larian Rio dan Ify. Cakka dan Febby lari-larian layaknya Drama India (?) *setting lagu india*

Karena sibuk berlari melarikan diri dari kejaran Cakka, Febby tidak sadar di depan nya kini ada batu besar. Dan…..

“Febby awas…” kaget Cakka karena sudah melihat ada batu di depan Febby. dia mempercepat lari nya.

“aww..” rintih Febby. Hampir Febby terjatuh, Cakka sudah menahan tubuh Febby dengan kedua tangannya. Jadilah sekarang posisi mereka berdua, Febby yang hampir terjatuh tapi wajah nya berpaling ke Cakka, dan Cakka yang menahan tubuh Febby *tau kan kayak apa?*

Hening, diam, bunyi jangkrik *krik krik*. Tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka hanyut dalam tatapan masing-masing. Tenang, damai, tentram. Itu lah yang mereka rasakan.

JPREETTT

*

 Alvin dan Pricilla masih kejar-kejaran. Nafas Pricilla sudah tak beraturan. Lari nya pun sudah melambat. Alvin yang dibelakang sedari tadi mengejar Pricilla merasa menang karena sudah bisa mendapatkan Pricilla dan siap-siap untuk diceburkan.

“hayo lo… nyerah lo haha” ledek Alvin.

“bentar Vin bentar. Gue sesek nafas nih” kata Pricilla sambil memegangi dada nya.

“halah… ngibul aja lo”

“gue beneran, gue susah nafas nih”

Alvin melihat wajah Pricilla tidak berbohong. Pricilla benar-benar sesak nafas. Pricilla terduduk lemas. Alvin jadi cemas sendiri “eh Pris, Pris. Lo beneran sesek nafas? Ah jangan bercanda dong lo” kata Alvin panik.

“be… ne..ran..” kata Pricilla lemah.

“aduh… gimana nih? Mana yang lain sibuk masing-masing lagi” gumam Alvin.

“ya udah deh, sini gue bantu lo berdiri. Gue anterin ke mobil aja” kata Alvin lalu mengulurkan tangannya kepada Pricilla agar Pricilla bisa berdiri.

Pricilla menggeleng menolak tawaran Alvin “ga usah… gue bisa sendiri kok” lalu Pricilla berdiri dengan sisa tenaga nya. Alvin pasrah saja dan melihat Pricilla berdiri dengan lemahnya. Tangan Alvin sudah siap siaga untuk membopong tubuh Pricilla. Siapa tau dia tiba-tiba jatuh.

Ternyata dugaan Alvin salah, Pricilla masih bisa berdiri sendiri “lo yakin beneran bisa?” tanya Alvin lagi untuk memastikan. Pricilla mengangguk tersenyum.

DEGGG

“gila manis banget senyum nya” batin Alvin melihat senyum manis yang terpancar dari bibir Pricilla barusan.

“waktu yang tepat selagi dia terpesona sama gue. ada untung nya juga gue punya senyum manis” batin Pricilla kepedean.-.

Perlahan… perlahan… perlahan Pricilla melangkah menjauhi Alvin. Alvin tidak sadar karena masih dalam lamunan nya. Dan…. “KABUUURRRR” teriak Pricilla dan kembali lari sekencang-kencang nya. ternyata sesak nafas tadi hanya kibulan Pricilla agar Alvin kasihan kepada nya.

Mendengar teriakan Pricilla, sontak lamunan Alvin terbuyarkan. Dia menoleh ke samping nya tempat berdiri Pricilla tadi. Tapi Pricilla tidak ada “wah parah lo ngibulin gue. awas lo” Alvin meneriaki Pricilla dan mengejar Pricilla sekencang-kencang nya.

Dari kejauhan tampak Pricilla memeletkan lidah nya ke Alvin dan berlari mundur “wleeek”

“awas lo” teriak Alvin.

“coba aja kalo dapet” balas Pricilla juga berteriak.

DUGGGG

Pricilla tersungkur karena kesandung batu. Maklum saja, dia berlari mundur. Dari kejauhan Alvin melihat Pricilla yang terjatuh.

“aww.. batu sialan” rutuk Pricilla.

“hahahaha rasain lo. ngibulin orang sih” ledek Alvin sesampai nya ditempat Pricilla jatuh.

“ngeselin ya lo. cewek jatoh bukannya ditolongin malah diledekin. Ga berperi kemanusiaan lo” omel Pricilla.

“lo cewek? Emang lo cewek? Ragu gue” sinis Alvin.

“ih… Alvin ngeselin” kesal Pricilla lalu mengambil segenggam pasir dan melempar kea rah Alvin.

“aw aw… mat.. mata gue… mata gue perih.. PRISSY MATA GUEEEEE” teriak Alvin karena mata nya kemasukan pasir. Dia tidak sempat mengelak karena Pricilla melempar pasir secara tiba-tiba kea rah nya.

“rasain lo hahah” balas Pricilla meledek Alvin.

“tolongin tolongin… mata gue perih banget sumpah”

Pricilla merasa cemas juga takut mata Alvin kenapa-kenapa “sini-sini, jongkok lo. gue tiupin” kata Pricilla. Lalu Alvin ikut berjongkok agar Pricilla bisa meniupkan mata nya.

FUUU FUUU

“udah belom?” tanya Pricilla setelah meniup mata Alvin.

“belom.. masih susah dibuka mata gue”

“huftt… ngerepotin aja lo” lalu Pricilla kembali meniupkan mata Alvin. Alvin mengedip-ngedipkan mata nya mencoba menetralkan pandangannya.

“udah?” tanya Pricilla lagi.

“u.. udah udah” kata Alvin merasa yakin mata nya sudah bisa melihat. Ketika membuka mata nya, Alvin langsung beradu pandangan dengan mata Pricilla.

DEGGG

Jantung Alvin dan Pricilla berdetak cepat. Wajah mereka hanya berjarak kurang dari 30cm. Alvin dan Pricilla mematung, diam. Hanyut dalam tatapan masing-masing. Wajah Alvin dan Pricilla semakin dekat. Entah dorongan dari mana wajah mereka semakin dekat.

Semakin dekat…. Alvin mulai memiring kan wajah nya. begitu juga Pricilla. Semakin dekat….

JPREETTT

Bersambung…

Oh iya sekedar info, kayaknya untuk postingan kedepan aku bakal focus ngelanjutin cerbung First Love Until The Die dulu (FLUTD) berhubung ini satu-satu nya cerbung aku yang part nya udah jauh dan FLUTD juga first cerbung yang aku bikin hihi nanti kalo part FLUTD udah semakin jauh lagi atau udah end, aku lanjutin lagi cerbung yang lain. Jadi sekarang aku focus lanjutin cerbung satu-satu dulu. Nanti sekali-kali aku juga bakal posting cerpen hehe maaf ya kalo blog aku susunan nya sekarang berantakan banget. Satu cerbung per part nya kepisah-pisah gt-_- nanti kalo udah end semua bakal aku respot lagi dengan main cast lain :D

Kalo ada yang suka cerbung Sahabat Jadi Cinta, You Are My Dream, Rival In Love atau lainnya, sabar dulu ya hehe bakal end kok cerbung-cerbung nya. nanti tiap aku posting dikabarin terus. Makanya mention aja ke @elviraeryos cerbung mana yang kamu suka, jadi nanti kalo aku udah posting next part nya bisa kabarin kamu :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar