Rio, Alvin, Cakka dan Debo sedang
bisik-bisik. Mata mereka lirik-lirik ke empat cewek yang sedang duduk di tepi
pantai. Siapa lagi kalau bukan Blink minus Shilla?
“gimana kalo kita ceburin juga tuh
anak berempat?” bisik Rio.
“boleh tuh boleh. Kapan lagi kita
kayak gini” jawab Alvin.
“yang jelas gue nyeburin Febby” kata
Cakka.
“iye udah tau. Ntar kalo gue yang
nyeburin Febby, lo marah lagi” ledek Debo. Cakka nyengir saja.
Di tepi pantai Blink minus Shilla
masih asik mengobrol. Sivia memutar-mutar pandangannya ke sekeliling pantai.
Mata nya terhenti pada keempat cowok di tengah pantai sana. Keempat cowok itu
sedang berbisik-bisik dan sesekali mereka melirik ke tempat Sivia dan
sahabat-sahabat nya duduk.
Sivia merasakan ada hawa-hawa tidak
enak “guys guys. Kok perasaan gue ga enak ya?” kata Sivia.
“hah? Ga enak gimana?” tanya
Pricilla.
“coba lo semua liat ke sana deh”
kata Sivia menunjuk ke empat cowok di tengah pantai itu yang tak lain adalah
Redbag minus Gabriel. sontak Ify, Pricilla dan Febby menoleh ke tengah pantai
tempat Sivia menunjuk tadi.
“iya Vi, gue juga ngerasa ga enak
nih. Firasat gue bilang kalo…” kata Ify terputus karena dia melihat keempat
cowok itu semakin mendekat kea rah mereka duduk dengan tatapan tajam nya.
“kalo mereka mau…” sambung Febby
namun juga terpotong.
“KABUUURRRRRR” teriak blink serentak
lalu bangkit berdiri untuk kabur dari kejaran redbag. Firasat mereka mengatakan
bahwa redbag akan ikut menceburkan mereka hidup-hidup ke air. Alhasil Rio dan
Ify kejar-kejaran, Debo dan Sivia juga kejar-kejaran, Alvin dengan Pricilla,
dan juga Cakka dengan Febby kejar-kejaran.
“mau kemana lo hah?” kata Rio dengan
wajah licik nya seraya mengembangkan kedua tangannya menghambat Ify untuk tidak
kabur.
“apaan lo? awas aja kalo mau
nyeburin gue” ancam Ify.
“kalo beneran gue ceburin gimana?”
“gu… gue.. gue cium lo”
“oh.. mau cium gue? oke silahkan Ify
sayang. Nih abang Rio siap” Rio perlahan mendekati Ify. Semakin dekat… semakin
dekat… Ify semakin cemas dan memundurkan langkah nya.
“eh eh.. mau ngapain lo? berani
macem-macem lo sama gue?”
“kan tadi lo bilang mau cium gue.
ayo sini”
“mampus gue salah ngomong lagi”
batin Ify merutuki dirinya.
“eh.. ng.. bu.. bukan gitu..” Ify
semakin mundur.
“apaan sih Ify sayang? Ayo sini” Rio
semakin memojokan Ify ke pohon.
“najis gila. Jangan pernah lo
panggil-panggil gue dengan sebutan sayang”
“ayo lah Ify. Katanya mau cium gue”
goda Rio semakin mendekati Ify. TEPAT!
Ify sudah tidak bisa kemana-kemana lagi. dia sudah diapit oleh pohon dan Rio
sendiri. Ify panik.
“eh… eng.. engga engga… eh” Ify
kaget karena Rio sudah menahan tubuhnya dengan tangan kanan Rio. Wajah Rio
sudah sangat dekat sekali dengan wajah nya. Ify cemas, takut, khawatir akan
terjadi apa-apa. perlahan… perlahan.. Rio mendekati wajahnya dengan wajah Ify.
Semakin dekat… semakin dekat…
JPREEETT
*
*
Disisi lain, Cakka dan Febby masih
lari-larian. Tidak ada salah satu dari mereka yang ingin mengalah. Cakka masih
ingin menceburkan Febby ke laut, sedangkan Febby masih melarikan diri dari
kejaran Cakka.
Namun lari-larian ala Cakka dan
Febby tidak setegang lari-larian Rio dan Ify. Cakka dan Febby lari-larian
layaknya Drama India (?) *setting lagu india*
Karena sibuk berlari melarikan diri
dari kejaran Cakka, Febby tidak sadar di depan nya kini ada batu besar. Dan…..
“Febby awas…” kaget Cakka karena
sudah melihat ada batu di depan Febby. dia mempercepat lari nya.
“aww..” rintih Febby. Hampir Febby terjatuh,
Cakka sudah menahan tubuh Febby dengan kedua tangannya. Jadilah sekarang posisi
mereka berdua, Febby yang hampir terjatuh tapi wajah nya berpaling ke Cakka,
dan Cakka yang menahan tubuh Febby *tau kan kayak apa?*
Hening, diam, bunyi jangkrik *krik
krik*. Tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka hanyut
dalam tatapan masing-masing. Tenang, damai, tentram. Itu lah yang mereka
rasakan.
JPREETTT
*
Alvin dan Pricilla masih kejar-kejaran. Nafas
Pricilla sudah tak beraturan. Lari nya pun sudah melambat. Alvin yang
dibelakang sedari tadi mengejar Pricilla merasa menang karena sudah bisa
mendapatkan Pricilla dan siap-siap untuk diceburkan.
“hayo lo… nyerah lo haha” ledek
Alvin.
“bentar Vin bentar. Gue sesek nafas
nih” kata Pricilla sambil memegangi dada nya.
“halah… ngibul aja lo”
“gue beneran, gue susah nafas nih”
Alvin melihat wajah Pricilla tidak
berbohong. Pricilla benar-benar sesak nafas. Pricilla terduduk lemas. Alvin
jadi cemas sendiri “eh Pris, Pris. Lo beneran sesek nafas? Ah jangan bercanda
dong lo” kata Alvin panik.
“be… ne..ran..” kata Pricilla lemah.
“aduh… gimana nih? Mana yang lain
sibuk masing-masing lagi” gumam Alvin.
“ya udah deh, sini gue bantu lo
berdiri. Gue anterin ke mobil aja” kata Alvin lalu mengulurkan tangannya kepada
Pricilla agar Pricilla bisa berdiri.
Pricilla menggeleng menolak tawaran
Alvin “ga usah… gue bisa sendiri kok” lalu Pricilla berdiri dengan sisa tenaga
nya. Alvin pasrah saja dan melihat Pricilla berdiri dengan lemahnya. Tangan
Alvin sudah siap siaga untuk membopong tubuh Pricilla. Siapa tau dia tiba-tiba
jatuh.
Ternyata dugaan Alvin salah,
Pricilla masih bisa berdiri sendiri “lo yakin beneran bisa?” tanya Alvin lagi
untuk memastikan. Pricilla mengangguk tersenyum.
DEGGG
“gila manis banget senyum nya” batin
Alvin melihat senyum manis yang terpancar dari bibir Pricilla barusan.
“waktu yang tepat selagi dia
terpesona sama gue. ada untung nya juga gue punya senyum manis” batin Pricilla
kepedean.-.
Perlahan… perlahan… perlahan
Pricilla melangkah menjauhi Alvin. Alvin tidak sadar karena masih dalam lamunan
nya. Dan…. “KABUUURRRR” teriak Pricilla dan kembali lari sekencang-kencang nya.
ternyata sesak nafas tadi hanya kibulan Pricilla agar Alvin kasihan kepada nya.
Mendengar teriakan Pricilla, sontak
lamunan Alvin terbuyarkan. Dia menoleh ke samping nya tempat berdiri Pricilla
tadi. Tapi Pricilla tidak ada “wah parah lo ngibulin gue. awas lo” Alvin
meneriaki Pricilla dan mengejar Pricilla sekencang-kencang nya.
Dari kejauhan tampak Pricilla
memeletkan lidah nya ke Alvin dan berlari mundur “wleeek”
“awas lo” teriak Alvin.
“coba aja kalo dapet” balas Pricilla
juga berteriak.
DUGGGG
Pricilla tersungkur karena kesandung
batu. Maklum saja, dia berlari mundur. Dari kejauhan Alvin melihat Pricilla
yang terjatuh.
“aww.. batu sialan” rutuk Pricilla.
“hahahaha rasain lo. ngibulin orang
sih” ledek Alvin sesampai nya ditempat Pricilla jatuh.
“ngeselin ya lo. cewek jatoh
bukannya ditolongin malah diledekin. Ga berperi kemanusiaan lo” omel Pricilla.
“lo cewek? Emang lo cewek? Ragu gue”
sinis Alvin.
“ih… Alvin ngeselin” kesal Pricilla
lalu mengambil segenggam pasir dan melempar kea rah Alvin.
“aw aw… mat.. mata gue… mata gue
perih.. PRISSY MATA GUEEEEE” teriak Alvin karena mata nya kemasukan pasir. Dia
tidak sempat mengelak karena Pricilla melempar pasir secara tiba-tiba kea rah
nya.
“rasain lo hahah” balas Pricilla
meledek Alvin.
“tolongin tolongin… mata gue perih
banget sumpah”
Pricilla merasa cemas juga takut
mata Alvin kenapa-kenapa “sini-sini, jongkok lo. gue tiupin” kata Pricilla.
Lalu Alvin ikut berjongkok agar Pricilla bisa meniupkan mata nya.
FUUU FUUU
“udah belom?” tanya Pricilla setelah
meniup mata Alvin.
“belom.. masih susah dibuka mata
gue”
“huftt… ngerepotin aja lo” lalu
Pricilla kembali meniupkan mata Alvin. Alvin mengedip-ngedipkan mata nya
mencoba menetralkan pandangannya.
“udah?” tanya Pricilla lagi.
“u.. udah udah” kata Alvin merasa
yakin mata nya sudah bisa melihat. Ketika membuka mata nya, Alvin langsung
beradu pandangan dengan mata Pricilla.
DEGGG
Jantung Alvin dan Pricilla berdetak
cepat. Wajah mereka hanya berjarak kurang dari 30cm. Alvin dan Pricilla
mematung, diam. Hanyut dalam tatapan masing-masing. Wajah Alvin dan Pricilla
semakin dekat. Entah dorongan dari mana wajah mereka semakin dekat.
Semakin dekat…. Alvin mulai memiring
kan wajah nya. begitu juga Pricilla. Semakin dekat….
JPREETTT
Bersambung…
Oh iya sekedar info, kayaknya untuk
postingan kedepan aku bakal focus ngelanjutin cerbung First Love Until The Die
dulu (FLUTD) berhubung ini satu-satu nya cerbung aku yang part nya udah jauh
dan FLUTD juga first cerbung yang aku bikin hihi nanti kalo part FLUTD udah
semakin jauh lagi atau udah end, aku lanjutin lagi cerbung yang lain. Jadi
sekarang aku focus lanjutin cerbung satu-satu dulu. Nanti sekali-kali aku juga
bakal posting cerpen hehe maaf ya kalo blog aku susunan nya sekarang berantakan
banget. Satu cerbung per part nya kepisah-pisah gt-_- nanti kalo udah end semua
bakal aku respot lagi dengan main cast lain :D
Kalo ada yang suka cerbung Sahabat
Jadi Cinta, You Are My Dream, Rival In Love atau lainnya, sabar dulu ya hehe
bakal end kok cerbung-cerbung nya. nanti tiap aku posting dikabarin terus.
Makanya mention aja ke @elviraeryos cerbung mana yang kamu suka, jadi nanti
kalo aku udah posting next part nya bisa kabarin kamu :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar