“lo mau pesen apa?” tanya Alvin
kepada Rio, Cakka dan Gabriel.
“es jeruk sama mie ayam aja” kata
Gabriel. Alvin mengangguk.
“lo Yo, Cak?”
“samain aja” jawab Rio dan Cakka
tanpa menatap Alvin. Rio masih menatap Ify yang disebelah nya. Sedangkan Cakka
masih dengan mupeng nya godain Agni.
“oke. Iel temenin gue ya” ajak
Alvin. Gabriel mengangguk lalu mengikuti Alvin memesan makanan.
Rio masih tak lepas nya memandangi
Ify. Hari ini Ify sama seperti biasanya dengan kacamata, behel dan kuncir
rambutnya. Namun kali ini Ify berbeda di mata Rio. Bukan Ify yang culun seperti
biasanya. Rio memandang Ify kini seperti Ify kemaren waktu di rumah nya.
Para pengunjung kantin yang semula
nya tadi sibuk makan, kini berhenti dan menatap penuh keirian kemeja yang di
duduki Ify CS dan Rio CS itu. lebih tepatnya mereka menatap tajam kepada Ify CS
karena bisa duduk satu meja bersama Rio CS yang semuanya the most wanted boy
disekolahan.
Ify CS yang sedari tadi ditatap
tajam oleh para pengunjung kaum hawa di kantin pun merasa risih. Terlebih Ify
karena Rio ikut-ikutan menatap dia tak hentinya.
“Shil, lo risih ga?” tanya Sivia
berbisik. Shilla mengangguk mengartikan ‘iya’.
Shilla berpikir sebentar lalu
memberanikan ngomong sama Rio “hmm.. Yo. Sebelum nya maaf nih, kok lo berempat
tumben sih mau gabung sama kita disini?” tanya Shilla hati-hati. Mendengar
Shilla memanggilnya, Rio langsung tersadar dari lamunan nya dan melepaskan
pandangannya dari wajah Ify. Ify merasa lega akhirnya.
“eh mm.. apa Shil?” tanya Rio karena
dia tidak terlalu mendengar pertanyaan Shilla tadi.
“lo berempat kok tumben mau gabung
sama kita disini?” kata Shilla.
“oh itu.. ga boleh ya?”
“eh hmm.. bukan itu sih sebenernya.
Boleh sih boleh aja. Malahan kita seneng. Tapi…”
“tapi apa?”
“it..itu…”
“itu apa?” Rio mengernyitkan dahi
nya tak mengerti.
“ck.. lama lo Shil. Rio, kita
berempat itu risih ditatap kayak gitu sama cewek-cewek di kantin. Tuh, lo liat
aja sendiri” tunjuk Agni kea rah cewek-cewek yang sedang menatap kea rah meja
mereka. Rio mengikuti arah tunjuk tangan Agni.
Rio hanya melihat sebentar lalu
kembali beralih pandangan lagi dengan ekspresi santainya. Sivia, Shilla, Agni
dan Ify menatap Rio bingung “kok lo nyantai sih Yo? Risih nih kita” protes
Sivia.
“udah.. biarin aja mereka. kalian
harus biasain pemandangan kayak gini” jawab Rio santai. Ify CS semakin bingung.
Dahi nya semakin berkeriput (?). Cakka yang juga mendengar pun tak kalah
bingung nya.
“maksud lo?” tanyaIfy CS serentak
beserta Cakka.
Rio menghela nafas sebentar “mulai
hari ini, gue sama Alvin, Cakka, Gabriel bakalan gabung sama kalian berempat”
jawab Rio.
“HAAAHHH?!” kaget Ify CS. Cakka pun
juga kaget. Sebelumnya Rio belum ada menceritakan tentang ini kepada dia, Alvin
dan Gabriel. ini mendadak.
“kenapa?” tanya Rio enteng.
“lo serius Yo?” tanya Shilla
memastikan. Rio hanya mengangguk dengan mantap menjawab pertanyaan Shilla.
“ada angin apa lo mau gabung sama
kita berempat?” tanya Agni.
“ga ada. Mau aja. Ga salah kan kita
berempat jadi temen lo berempat?”
Ify CS hanya diam saja karena masih
mencerna perkataan Rio tadi. Ify tadi juga ikutan kaget waktu dengar Rio mau
gabung sama dia dan sahabat-sahabatnya, tapi kini Ify kembali diam. Rio kini
beralih melihat kea rah Ify “kenapa diem? Fy, gue sama sahabat-sahabat gue
boleh gabung kan sama lo berempat?” tanya Rio kini kepada Ify.
Ify balik menatap Rio. Dia berpikir
sebentar lalu mengangguk pelan. Terlihat raut senang di wajah Rio.
“ada yang ga beres nih” batin Cakka.
“duh.. gimana nih? Kalo tiap hari
gue sama Rio terus, bisa-bisa gue mati berdiri nih gara-gara salting sendiri.
Mampus gue. lo kenapa sih Yo tumben banget? Dari kelas X gue kenal elo, baru
kali ini lo minta gabung sama gue” batin Ify.
“Yo, temenin gue ke toilet yuk” ajak
Cakka sambil berdiri. Rio langsung menggeleng menolak ajakan Cakka “ga. Males
gue. lo aja pergi sendiri, udah gede kali” tolak Rio.
Cakka berpikir sebentar “ayo lah Yo
temenin gue… ntar kalo ada fans-fans gue di depan toilet gimana?” Cakka
langsung menarik tangan Rio. Sempat Rio memberontak tak ingin ikut, namun
akhirnya pasrah juga untuk menemani Cakka ke toilet.
@ depan toilet cowok
“udah sampe kan? Masuk gih lo sana.
Gue tunggu disini” kata Rio. Cakka menggaruk-garuk kepala nya sebentar.
“emm.. Yo” panggil Cakka ragu.
“hmm” gumam Rio.
“gini.. emm..” Cakka masih ragu-ragu untuk bertanya
soal ini kepada Rio. Takut Rio akan mengamuk nantinya.
“apaan sih? katanya lo kebelet. Udah
sono masuk” kata Rio memotong perkataan Cakka. Rio mendorong badan Cakka agar
segera masuk ke toilet. Namun Cakka membalikan badan nya sehingga sekarang
berhadapan dengan Rio dan Rio pun berhenti mendorong badannya.
Rio mengernyitkan dahi nya ketika
melihat ekspresi wajah Cakka yang serius “gue ga kebelet. Oke? Gue sengaja
ngajak lo kesini. Gue mau nanya sesuatu sama lo” ujar Cakka.
“nanya apaan? Serius banget tampang
lo. biasanya juga tablo” jawab Rio tak serius.
Cakka menghela nafas sebentar “gue
lagi ga becanda Yo. Gue serius. Kenapa tiba-tiba lo mau duduk semaja di kanting
bareng Ify sama sahabat-sahabatnya dan tiba-tiba juga lo minta gabung sama
Ify?” tanya Cakka.
Rio menelan ludah. Dia bingung harus
jawab apa takut Cakka mengetahui nya.
“kenapa diem? Jujur Yo. Lo suka sama
Ify?” tanya Cakka telak.
Rio semakin terbelalak “gue? gu..
gue su.. suka sama If.. I.. Ify? He.. he.. he ya engga lah. Gila kali ya lo
Cak. Ify itu temen gue dari kelas X. lo sendiri kan tau gue dari kelas X ga
akrab sama cewek-cewek disini kecuali Ify” alibi Rio.
Cakka berpikir sebentar lalu
mengangguk-angguk dan kembali mengeluarkan senyum autis nya._. *maaf Cluvers.
Cuma cerita kok._.v*
“eh iya ya Yo? Gue kok bego sih? hah
ague kirain elo suka sama Ify” kata Cakka nyengir sambil memukul-mukul pundak
Rio pelan. Rio ikutan nyengir seperti Cakka dan bernafas lega.
“untung si Cakka oon. Jadi gampang
gue kibulin” batin Rio.
“udah kan nanya nya? udah yuk balik
ke kantin lagi” ajak Rio lalu diangguki Cakka. Mereka berdua pergi meninggalkan
toilet kembali ke kantin.
Bersambung…
Oh iya sekedar info, kayaknya untuk
postingan kedepan aku bakal focus ngelanjutin cerbung First Love Until The Die
dulu (FLUTD) berhubung ini satu-satu nya cerbung aku yang part nya udah jauh
dan FLUTD juga first cerbung yang aku bikin hihi nanti kalo part FLUTD udah
semakin jauh lagi atau udah end, aku lanjutin lagi cerbung yang lain. Jadi
sekarang aku focus lanjutin cerbung satu-satu dulu. Nanti sekali-kali aku juga
bakal posting cerpen hehe maaf ya kalo blog aku susunan nya sekarang berantakan
banget. Satu cerbung per part nya kepisah-pisah gt-_- nanti kalo udah end semua
bakal aku respot lagi dengan main cast lain :D
Kalo ada yang suka cerbung Sahabat
Jadi Cinta, You Are My Dream, Rival In Love atau lainnya, sabar dulu ya hehe
bakal end kok cerbung-cerbung nya. nanti tiap aku posting dikabarin terus.
Makanya mention aja ke @elviraeryos cerbung mana yang kamu suka, jadi nanti
kalo aku udah posting next part nya bisa kabarin kamu :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar