Selasa, 06 Agustus 2013

Rival In Love *16



Mobil Gabriel terhenti dipinggir jalan. Padahal sedikit lagi dia sudah sampai di pantai menyusul teman-teman yang lain, tapi Tuhan berkehendak lain *cielah*. Mobil Gabriel mogok.

“mobil lo kenapa?” tanya Shilla ketika baru turun dari mobil Gabriel menghampiri Gabriel yang kini sedang berdiri di depan mobil dan memeriksa kap mesinnya.

“ga tau nih. Ga biasanya kayak gini” kata Gabriel masih memerika mesin nya.

“butut aja masih dipake” sinis Shilla.

“enak aja lo bilang mobil gue butut. Mobil sport nih.. MAHAALL” kata Gabriel menebar nafas nya ke Shilla pada kata ‘MAHAL’

“makan apa sih lo? artis kok nafas nya bau bangke sih? makan tikus lo ye?”

“sialan l….” belum selesai Gabriel ingin marah-marah ke Shilla, segerombolan orang datang. Ada yang membawa kamera, ada yang membawa mic. Sepertinya itu segerombolan… wartawan.

Mereka langsung menyerbu Shilla dan Gabriel  dengan beribu pertanyaan.

“Gabriel, apa benar anda berpacaran dengan Ashilla Blink?”

“apa benar personil redbag yang lain juga berpacaran dengan personil blink lainnya?”

“atas dasar apa redbag bisa berpacaran dengan blink?”

“kenapa kalian bisa kompak lima pasang begitu?”

“katanya sehari-hari kalian disekolah sering bertengkar. Lalu kenapa sekarang bisa berpacaran seperti sekarang? Apa ini salah satu sensasi yang kalian buat-buat? Tolong jelaskan” pertanyaan yang satu itu menarik perhatian Gabriel untuk menjawab nya.

Gabriel langsung mendekatkan Shilla kepadanya agar terlihat romantic dan menggenggam tangan Shilla. Shilla awalnya kaget dan akhirnya memaklumi saja “oke oke. Saya akan jelas kan. Saya dan Shilla memang sedang dekat. Untuk yang lainnya kita bisa ngobrol-ngobrol lagi di konferensi pers nanti” jelas Gabriel.

Wartawan itu semua manggut-manggut saja “lalu dimana anak-anak redbag dan blink lainnya?”

“apa para fans kalian mendukung dengan hubungan kalian ini?”

“tadi nya saya dan Shilla ingin menyusul mereka ke pantai untuk menghibur diri sejenak karena blink baru saja pulang show dari luar kota. Mereka sekarang sedang di pantai. Berhubung mobil saya sekarang mogok jadi sepertinya saya tidak ikut mereka” jelas Gabriel lagi. Shilla hanya nebar-nebar senyum manis nya aja.

“mbak Ashilla, apa fans kamu setuju dengan hubungan kamu dengan Gabriel?”

“oke ya mas mas mbak mbak wartawan sekalian, saya mau urus mobil dulu. Nanti di konferensi pers aja kita lanjutin” Gabriel menarik tangan Shilla untuk meninggalkan para wartawan-wartawan itu dan masuk ke mobil

*

Karena lama menunggu Gabriel dan Shilla yang sampai sekarang tak kunjung datang, akhirnya redbag minus Gabriel memilih untuk bersenang-senang duluan saja. Tadi Shilla juga sudah bbm Febby kasih tahu bahwa dia dan Gabriel tidak bisa datang berhubung mobil Gabriel mogok dan mereka didatangi para wartawan. Febby juga sudah memberitahukan hal ini kepada redbag dan anak blink lainnya.

Baju Cakka sudah basah kuyup akibat dicebur paksa sama Rio, Alvin dan Debo. Karena ga mau kalah dang a mau tersiska sendirian, jadilah Cakka narik Alvin.

BYUUURRR

“wah parah lo Cak ngajak-ngajak gue basah segala” omel Alvin di dalam air.

“HAHAAHAHA gapapa. Sekali kali juga kita kayak gini” jawab Cakka.

“HAHAHAHA RASAIN LO BERDUA. EMANG ENAK” ledek Rio dan Debo dari pinggir pantai. Seketika Cakka dan Alvin diam, saling tatap-tatapan, Cakka menaikan alisnya sebelah memberi kode ke Alvin, Alvin mengangguk. Rio dan Debo udah punya firasat ga enak.

“Yo, kok perasaan gue jadi ga karuan gini ya” tanya Debo cemas.

“iya Deb, gue juga ngerasa kalo…. KABUUUURRR” teriak Rio dan langsung berlari menghindari Cakka dan Alvin. Debo pun ikut lari. Cakka dan Alvin langsung bangkit dari air (?) dan lari mengejar Rio dan Debo. Cakka ngejar Rio, Alvin ngejar Debo.

Anak-anak Blink sibuk ngegosip ga jelas di pinggir pantai. Melihat tingkah konyol Rio, Alvin, Cakka dan Debo gossip mereka terhenti dan iktu tertawa melihat mereka berempat.

Akhirnya Cakka berhasil ngejar Rio dan Alvin juga berhasil ngejar Rio.

BYUUURR BYUUURR

Jadilah Rio dan Debo diceburin sama Cakka dan Alvin. alhasil mereka berempat jadi main cebur-ceburan kayak anak kecil main di kali (?).  baju mereka udah basah kuyup. Tawa mereka lepas. Tidak seperti biasanya yang sepertinya selalu dibebani berbagai macam kerjaan.

“kayaknya mereka seneng banget ya” gumam Ify seraya tersenyum ikut bahagia melihat anak-anak redbag yang seperti anak kecil.

“iya. Tawa mereka lepas” jawab Sivia.

“ga kayak biasanya. Mereka sekarang lebih kayak anak kecil. Keliatan sifat asli mereka” tambah Febby. Ify dan Sivia mengangguk menyetujui. Sedangkan Pricilla? Hm…..

Pricilla terpana melihat senyum Alvin yang dari tadi tidak habis-habisnya. Senyum Alvin yang selalu ingin dia lihat terus “senyum lo emang menawan banget Vin” batin Pricilla. Ify, Sivia dan Febby yang merasa heran kenapa Pricilla hanya diam tidak berkomentar pun bingung dengan Pricilla karena dia bengong sendiri.

“Pris.. Pris. Lo gapapa kan?” tanya Sivia menggoyang-goyangkan badan Pricilla.

“eh iya gapapa kok” jawab Pricilla gelagapan setelah lamunan nya buyar.

“menurut lo gimana?”tanya Ify kepada Pricilla.

Pricilla mengernyitkan dahi nya “gimana apa nya?” tanya nya heran.

“jadi dari tadi kita ngomong ga kamu dengerin, Pris?” tanya Febby. Pricilla hanya menggeleng dan memamerkan sederet behel nya.

“tadi itu kita ngomongin kalo redbag itu sekarang keliatan banget asli nya. ketawa mereka lepas. Menurut lo gimana?” tanya Ify lagi.

Pricilla membulatkan mulut nya lalu tatapannya berhenti lagi ke satu arah. Ke arah Alvin “bener. Kali ini tawa mereka lepas. Ga kayak biasanya. Apalagi Alvin, dia seneng banget kayaknya. Senyum nya lepas, tawa nya lepas” jawab Pricilla. Tatapannya masih kea rah Alvin.

Ify, Sivia dan Febby mengernyitkan dahi mereka dan saling tatap-tatapan heran “lo suka sama Alvin?” selidik Sivia. Seketika lamunan Pricilla buyar.

“hah? Su.. suka? Ngg.. engga kok engga. Ih apa sih lo fitnah aja. Lo sendiri tau kan gimana kita selama ini sama mereka?” jawab Pricilla gelagapan. Ify, Sivia, Febby percaya saja. Lebih tepatnya berusaha percaya walau masih bertanya-tanya di otak masing-masing.

Bersambung…

Hayooo looh ceritanya makin ga jelas gini. makin aneh, ga masuk akal, makin berantakan, makin makin makin lah. Sorry ya makin aneh, udah keabisan ide nih._. gaada inspirasi lagi huhu

Oh iya sekedar info, kayaknya untuk postingan kedepan aku bakal focus ngelanjutin cerbung First Love Until The Die dulu (FLUTD) berhubung ini satu-satu nya cerbung aku yang part nya udah jauh dan FLUTD juga first cerbung yang aku bikin hihi nanti kalo part FLUTD udah semakin jauh lagi atau udah end, aku lanjutin lagi cerbung yang lain. Jadi sekarang aku focus lanjutin cerbung satu-satu dulu. Nanti sekali-kali aku juga bakal posting cerpen hehe maaf ya kalo blog aku susunan nya sekarang berantakan banget. Satu cerbung per part nya kepisah-pisah gt-_- nanti kalo udah end semua bakal aku respot lagi dengan main cast lain :D

Kalo ada yang suka cerbung Sahabat Jadi Cinta, You Are My Dream, Rival In Love atau lainnya, sabar dulu ya hehe bakal end kok cerbung-cerbung nya. nanti tiap aku posting dikabarin terus. Makanya mention aja ke @elviraeryos cerbung mana yang kamu suka, jadi nanti kalo aku udah posting next part nya bisa kabarin kamu :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar