Sepulang dari rapat OSIS, Dicky,
Rangga, Bisma, Morgan dan Reza memilih untuk nongkrong dulu di kantin sebelum
pulang. Walaupun bukan untuk makan, namun mereka memang sering seperti ini
sebelum pulang.
Semua meja dikantin kosong, sepi.
Ya.. maklum saja karena sudah jam pulang sekolah dari satu jam yang lalu.
Ketika memasuki kantin, ke lima cowok itu kaget ketika melihat ada lima cewek
yang seharian ini bersama mereka tertidur di salah satu meja kantin. Meja yang
mereka ber lima tinggalkan tadi.
“kok mereka masih disini sih?” gumam
Reza.
“mungkin kecapek-an. Liat tuh wajah
mereka pada lesu semua” jawab Bisma masih menatap lurus ke meja SISFP.
“tas mereka dimana?” tanya Dicky.
“kayaknya di kelas deh Ky, kenapa?”
jawab dan tanya Rangga.
Dicky manggut-manggut saja dan
berjalan duluan menuju meja SISFP. Yang lain ngikut dari belakang saja.
*
Febby terbangun dari tidur nya
ketika handphone nya bergetar menandakan ada pesan masuk. Bukan hanya sekali,
tapi mungkin beberapa kali.
Ketika mengangkat kepala nya dari
atas meja, dia melihat ke sekeliling. Kaget, bingung. Itu reaksi pertama Febby
ketika mendapati dia sudah berada di kelas. Bahkan ke empat teman-teman nya
juga berada disana dengan posisi kepala menelungkup ke atas meja.
“loh? Kok bisa disini sih?” gumam
Febby heran. Dilihat nya di sisi kiri nya ada Pricilla yang tertidur. Di sisi
kanan nya ada Sivia dan dibelakang nya ada Ify dan Shilla. Semuanya masih
tidur.
“Pris pris.. bangun Pris” Febby
menggoyang-goyangkan tubuh Pricilla agar terbangun.
“apa sih Feb? ganggu tidur gue aja”
kata Pricilla masih setengah sadar seraya mendirikan kepala nya dan
mengucek-ngucek matanya.
“kok kita bisa disini sih?” tanya
Febby ke Pricilla.
Pricilla bingung dengan pertanyaan
Febby ‘Disini? Disini dimana? Bukannya tadi… loh? Kok bisa di kelas?’ batin
Pricilla.
“loh Feb? kok kita bisa di kelas
sih? kan tadi terakhir kita di kantin” kata Pricilla setengah berteriak yang
ternyata mampu membangunkan tidur nyenyak Ify dan Shilla.
“ada apaan sih ribut-ribut? Lagi
mimpi indah juga” omel Shilla seraya mengucek-ngucek matanya.
“kita kok bisa di kelas?” tanya Ify
ikutan heran. Ternyata Ify langsung sadar bahwa sekarang sedang berada dimana.
Shilla celingak-celinguk melihat ke
sekeliling membuktikan benar atau tidak pertanyaan Ify tadi. Ternyata benar.
“siapa yang mindahin kita kesini?”
tanya Shilla kini. Febby dan Pricilla hanya mengangkat bahu tanda tak tahu.
“apa jangan-jangan lima kakak osis
belagu itu lagi yang mindahin kita kesini?” tebak Ify.
“gila kali ya lo Fy? mana mungkin
mereka sudi mindahin kita kesini. Orang dia cari ribut mulu sama kita” kata
Shilla.
“eh tapi bisa aja loh Shil. Siapa
tau mereka yang bawa kita kesini. Tapi… gimana mereka bawa kita kesini? Mereka
nuntun kita gitu sampe ke kelas? Masa kita jalan pas lagi tidur?” ujar
Pricilla.
“ngangkat atau gendong. Ya.. bisa
aja mereka ngegendong atau ngangkat kita sampe kesini” tebak Ify seraya
mengacungkan jari nya.
“WHAAATTT?!!!” teriak Febby
histeris. Shilla, Ify dan Pricilla kaget. Seketika Sivia terbangun dari tidur
nya mendengar teriakan Febby.
“ada apa ada apa? kebakaran? Gempa?
Tsunami? Banjir? Apa?” tanya Sivia panik.
“Via, semua yang lo sebutin sampe
detik ini belum terjadi. Tapi masalah nya sekarang, kita ada di kelas. Dan lo
masih inget kan tadi terakhir dimana?” kata Shilla.
“kita kan tadi di kantin” jawab
Sivia dengan tampang polos nya seraya menggaruk-garuk rambutnya.
“lo kenapa Feb teriak-teriak?” tanya
Ify kini kepada Febby yang sedang melototi handphone nya.
“li.. liat sendiri deh” ujar Febby
seraya memberikan handphone nya kepada Ify. Dengan sigap Ify langsung meraih
handphone Febby. Pricilla, Shilla dan Sivia juga ikutan liat handphone Febby.
Baca, baca, baca, baca berkali-kali memastikan yang mereka baca. Impossible…
From: 081234567890
Tadi lo berlima kita yg angkat ke
kelas. Tadi kalian ketiduran di kantin. Ini gue Morgan
From: 081234567890
Jangan ke geeran. Soalnya kita
kasian aja liat lo berlima kayak anak ilang. Dan jangan lupa bawa bekal buat
gue. bilangin ke behel bawel temen lo itu. –Dicky
Itu lah isi pesan singkat yang
dikirim dari nomor Morgan itu. pesan kedua memang dari nomor Morgan, namun yang
mengirim pesan nya Dicky. Ternyata benar tebakan Ify bahwa lima cowok itu lah yang
mengangkat mereka ke kelas.
“sialan nih hidung prosotan ngatain
gue” omel Shilla sehabis membaca pesan itu.
“takdir Shil” kata Sivia enteng.
“ngomong-ngomong, kok mereka mau ya
nolongin kita?’ tanya Pricilla.
“kan udah dibilang sama si hidung prosotan.
Mereka Cuma kasian aja liat kita tidur di kantin” jawab Shilla.
“gue rasa ada alasan lain deh” ujar
Ify mulai lagi menerawang-nerawang. Seperti nya Ify memang hobby menebak-nebak.
“jangan mulai deh Fy. mending kita
pulang yuk udah sore nih” ajak Febby. Yang lain mengangguk lalu beranjak pergi
meninggalkan kelas.
Bersambung…
Oh iya sekedar info, kayaknya untuk
postingan kedepan aku bakal focus ngelanjutin cerbung First Love Until The Die
dulu (FLUTD) berhubung ini satu-satu nya cerbung aku yang part nya udah jauh
dan FLUTD juga first cerbung yang aku bikin hihi nanti kalo part FLUTD udah
semakin jauh lagi atau udah end, aku lanjutin lagi cerbung yang lain. Jadi
sekarang aku focus lanjutin cerbung satu-satu dulu. Nanti sekali-kali aku juga
bakal posting cerpen hehe maaf ya kalo blog aku susunan nya sekarang berantakan
banget. Satu cerbung per part nya kepisah-pisah gt-_- nanti kalo udah end semua
bakal aku respot lagi dengan main cast lain :D
Kalo ada yang suka cerbung Sahabat
Jadi Cinta, You Are My Dream, Rival In Love atau lainnya, sabar dulu ya hehe
bakal end kok cerbung-cerbung nya. nanti tiap aku posting dikabarin terus.
Makanya mention aja ke @elviraeryos cerbung mana yang kamu suka, jadi nanti
kalo aku udah posting next part nya bisa kabarin kamu :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar