Selasa, 06 Agustus 2013

Why Did I Fall In Love With You *13









Sepulang dari rapat OSIS, Dicky, Rangga, Bisma, Morgan dan Reza memilih untuk nongkrong dulu di kantin sebelum pulang. Walaupun bukan untuk makan, namun mereka memang sering seperti ini sebelum pulang.

Semua meja dikantin kosong, sepi. Ya.. maklum saja karena sudah jam pulang sekolah dari satu jam yang lalu. Ketika memasuki kantin, ke lima cowok itu kaget ketika melihat ada lima cewek yang seharian ini bersama mereka tertidur di salah satu meja kantin. Meja yang mereka ber lima tinggalkan tadi.

“kok mereka masih disini sih?” gumam Reza.

“mungkin kecapek-an. Liat tuh wajah mereka pada lesu semua” jawab Bisma masih menatap lurus ke meja SISFP.

“tas mereka dimana?” tanya Dicky.

“kayaknya di kelas deh Ky, kenapa?” jawab dan tanya Rangga.

Dicky manggut-manggut saja dan berjalan duluan menuju meja SISFP. Yang lain ngikut dari belakang saja.

*

Febby terbangun dari tidur nya ketika handphone nya bergetar menandakan ada pesan masuk. Bukan hanya sekali, tapi mungkin beberapa kali.

Ketika mengangkat kepala nya dari atas meja, dia melihat ke sekeliling. Kaget, bingung. Itu reaksi pertama Febby ketika mendapati dia sudah berada di kelas. Bahkan ke empat teman-teman nya juga berada disana dengan posisi kepala menelungkup ke atas meja.

“loh? Kok bisa disini sih?” gumam Febby heran. Dilihat nya di sisi kiri nya ada Pricilla yang tertidur. Di sisi kanan nya ada Sivia dan dibelakang nya ada Ify dan Shilla. Semuanya masih tidur.

“Pris pris.. bangun Pris” Febby menggoyang-goyangkan tubuh Pricilla agar terbangun.

“apa sih Feb? ganggu tidur gue aja” kata Pricilla masih setengah sadar seraya mendirikan kepala nya dan mengucek-ngucek matanya.

“kok kita bisa disini sih?” tanya Febby ke Pricilla.

Pricilla bingung dengan pertanyaan Febby ‘Disini? Disini dimana? Bukannya tadi… loh? Kok bisa di kelas?’ batin Pricilla.

“loh Feb? kok kita bisa di kelas sih? kan tadi terakhir kita di kantin” kata Pricilla setengah berteriak yang ternyata mampu membangunkan tidur nyenyak Ify dan Shilla.

“ada apaan sih ribut-ribut? Lagi mimpi indah juga” omel Shilla seraya mengucek-ngucek matanya.

“kita kok bisa di kelas?” tanya Ify ikutan heran. Ternyata Ify langsung sadar bahwa sekarang sedang berada dimana.

Shilla celingak-celinguk melihat ke sekeliling membuktikan benar atau tidak pertanyaan Ify tadi. Ternyata benar.

“siapa yang mindahin kita kesini?” tanya Shilla kini. Febby dan Pricilla hanya mengangkat bahu tanda tak tahu.

“apa jangan-jangan lima kakak osis belagu itu lagi yang mindahin kita kesini?” tebak Ify.

“gila kali ya lo Fy? mana mungkin mereka sudi mindahin kita kesini. Orang dia cari ribut mulu sama kita” kata Shilla.

“eh tapi bisa aja loh Shil. Siapa tau mereka yang bawa kita kesini. Tapi… gimana mereka bawa kita kesini? Mereka nuntun kita gitu sampe ke kelas? Masa kita jalan pas lagi tidur?” ujar Pricilla.

“ngangkat atau gendong. Ya.. bisa aja mereka ngegendong atau ngangkat kita sampe kesini” tebak Ify seraya mengacungkan jari nya.

“WHAAATTT?!!!” teriak Febby histeris. Shilla, Ify dan Pricilla kaget. Seketika Sivia terbangun dari tidur nya mendengar teriakan Febby.

“ada apa ada apa? kebakaran? Gempa? Tsunami? Banjir? Apa?” tanya Sivia panik.

“Via, semua yang lo sebutin sampe detik ini belum terjadi. Tapi masalah nya sekarang, kita ada di kelas. Dan lo masih inget kan tadi terakhir dimana?” kata Shilla.

“kita kan tadi di kantin” jawab Sivia dengan tampang polos nya seraya menggaruk-garuk rambutnya.

“lo kenapa Feb teriak-teriak?” tanya Ify kini kepada Febby yang sedang melototi handphone nya.

“li.. liat sendiri deh” ujar Febby seraya memberikan handphone nya kepada Ify. Dengan sigap Ify langsung meraih handphone Febby. Pricilla, Shilla dan Sivia juga ikutan liat handphone Febby. Baca, baca, baca, baca berkali-kali memastikan yang mereka baca. Impossible…

From: 081234567890

Tadi lo berlima kita yg angkat ke kelas. Tadi kalian ketiduran di kantin. Ini gue Morgan


From: 081234567890

Jangan ke geeran. Soalnya kita kasian aja liat lo berlima kayak anak ilang. Dan jangan lupa bawa bekal buat gue. bilangin ke behel bawel temen lo itu. –Dicky

Itu lah isi pesan singkat yang dikirim dari nomor Morgan itu. pesan kedua memang dari nomor Morgan, namun yang mengirim pesan nya Dicky. Ternyata benar tebakan Ify bahwa lima cowok itu lah yang mengangkat mereka ke kelas.

“sialan nih hidung prosotan ngatain gue” omel Shilla sehabis membaca pesan itu.

“takdir Shil” kata Sivia enteng.

“ngomong-ngomong, kok mereka mau ya nolongin kita?’ tanya Pricilla.

“kan udah dibilang sama si hidung prosotan. Mereka Cuma kasian aja liat kita tidur di kantin” jawab Shilla.

“gue rasa ada alasan lain deh” ujar Ify mulai lagi menerawang-nerawang. Seperti nya Ify memang hobby menebak-nebak.

“jangan mulai deh Fy. mending kita pulang yuk udah sore nih” ajak Febby. Yang lain mengangguk lalu beranjak pergi meninggalkan kelas.

Bersambung…

Oh iya sekedar info, kayaknya untuk postingan kedepan aku bakal focus ngelanjutin cerbung First Love Until The Die dulu (FLUTD) berhubung ini satu-satu nya cerbung aku yang part nya udah jauh dan FLUTD juga first cerbung yang aku bikin hihi nanti kalo part FLUTD udah semakin jauh lagi atau udah end, aku lanjutin lagi cerbung yang lain. Jadi sekarang aku focus lanjutin cerbung satu-satu dulu. Nanti sekali-kali aku juga bakal posting cerpen hehe maaf ya kalo blog aku susunan nya sekarang berantakan banget. Satu cerbung per part nya kepisah-pisah gt-_- nanti kalo udah end semua bakal aku respot lagi dengan main cast lain :D

Kalo ada yang suka cerbung Sahabat Jadi Cinta, You Are My Dream, Rival In Love atau lainnya, sabar dulu ya hehe bakal end kok cerbung-cerbung nya. nanti tiap aku posting dikabarin terus. Makanya mention aja ke @elviraeryos cerbung mana yang kamu suka, jadi nanti kalo aku udah posting next part nya bisa kabarin kamu :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar