Dua pasang muda-mudi itu kini tengah menikmati
santapan malamnya di Korea tepatnya Seoul. Memang makanan disini tidak ada yang
sesuai selera mereka. tapi mau bagaimana lagi.
“besok rencananya kita kemana?” tanya Ify
membuka pembicaraan.
“belum tau sih, belum dapet kabar dari guide” jawab Gabriel.
“emang kita disini berapa lama?” tanya Shilla.
Dalam hati dia merutuki mengapa dia bisa menanyakan pertanyaan bodoh seperti
itu. jelas-jelas dari Jakarta sudah diberi tahu bahwa mereka di Korea selama
seminggu.
“paling Cuma seminggu” jawab Gabriel lagi.
Huftt.. Shilla bernafas lega karena Gabriel tidak menggubris pertanyaan
bodohnya itu.
Rio yang sedari tadi diam tiba-tiba langsung
meletakkan jari nya pada sudut bibir Ify –duduk disebelah Rio-. Ify kaget
melihatnya. Salting. Sedangkan Gabriel dan Shilla hanya senyum-senyum melihat
kedua orang itu.
Ify masih ternganga menatap Rio, sedangkan Rio
dengan santainya menyapu sisa makanan yang ada disudut bibir mungil Ify.
“sorry tadi ada saus” ucap Rio setelah selesai
membersihkannya lalu dengan santainya kembali melanjutkan kegiatan makannya.
“i.. i.. ya gapapa. Thanks” balas Ify gugup.
‘duuh gue kenapa jadi gini sih?! ah bego. inget
Fy ini Cuma sandiwara aja jangan sampe lo beneran suka sama dia lagi’ batin
Ify.
Sedangkan Rio…
‘lucu’ batin Rio. sebenarnya Rio ingin
tersenyum lepas, tertawa lepas melihat ekspresi Ify yang menurutnya lucu itu,
tapi dia tetap menjaga wibawa stay cool nya.
“ehem.. Iel gue udah kenyang nih. Kita balik
yuk” ucap Shilla kepada Iel, tepatnya dia ingin memberikan waktu berdua untuk
Rio dan Ify.
Gabriel dapat menangkan kode mata –kedip- dari
Shilla dan untungnya dia bisa mengikuti jalan pikir Shilla.
“eh iya nih Shil gue juga udah kenyang. Yaudah
Yo, Fy kita balik duluan ya kayaknya kalian makannya lama” sindir Gabriel yang
melihat makan Ify jadi lama karena malu akibat kejadian tadi.
“yaudah bareng aja gue juga udah siap kok” baru
Rio ingin ikut berdiri, sudah ditahan oleh Gabriel.
“udah lo disini aja temenin Ify makan, dia
masih lama tuh. Kasian kalo ditinggal sendiri” cegah Gabriel.
“iya Yo. Ngga kasian apa lo sama Ify? ini tuh
Korea bukan di Jakarta, kalo dia kesasar gimana? Ntar kalo Ify diculik gimana?
Aduuh.. bis….” Shilla.
“iya iya. Dah sekarang lo berdua balik aja
sana. Sana sana hush hush” Rio.
“uuuh yang udah ngga sabar pengen berduaan
hihi” goda Shilla. Gabriel sudah senyum-senyum sendiri, sedangkan Ify hanya
bisa menunduk sambil melanjutkan makannya. Suhu badannya kini sudah naik turun
tak menentu. Tidak biasanya Ify merasa canggung seperti ini.
“gue timpukin sepatu nih” ancam Rio. karena
ingin hidup, Shilla dan Gabriel langsung berlari meninggalkan Rio dan Ify
berdua.
*
TOK TOK TOK
CKLEK
“eh Vin, nyari Prissy ya?” Febby.
“iya Feb, gimana keadaannya?
Udah baikan?” Alvin.
“lo liat sendiri aja deh. Masuk
aja dulu, gapapa kok” Febby.
Alvin masuk ke dalam kamar
Hotel Blink. Berhubung Shilla dan Ify sedang keluar, jadilah dikamar hanya ada
Sivia dan Febby yang menjaga Pricilla yang masih sakit.
“Pris..” sapa Alvin lembut.
Pricilla yang tadinya baru
ingin tertidur, jadinya terbangun mendengar sapaan itu. dia menoleh dan
didapatinya Alvin yang kini sudah duduk disampingnya. Dia tersenyum “hai Vin”
sapa Pricilla.
“gimana keadaan lo? udah
baikan?”
“masih sama kayak tadi Vin”
“lo udah minum obat nya belum?”
Pricilla menggeleng.
“lo sih dibilangin ngeyel, gue
suruh minum obat eh malah ngga diminum. Kalo besok keadaan lo makin parah
gimana? Kan lo nya juga yang ngga bisa senang-senang disini. Kan gue jadi
khawatir, Pris” celoteh Alvin.
Pricilla terdiam mendengar
celotehan Alvin yang menurutnya sangat menampakkan kepeduliannya kepada
dirinya. Pricilla menatap Alvin yang sedang menyiapkan obat untuk Pricilla dengan
diam. Jika sedang seperti ini, Alvin terlihat sangat berwibawa, memiliki sifat
bertanggung jawab dan kepemimpinan.
“duduk dulu, diminum obatnya”
Alvin membimbing Pricilla untuk duduk.
“makasih” ucap Pricilla ketika
selesai meminum obatnya.
“yaudah lo tidur lagi aja, gue
temenin”
“trus.. Via sama Febby tadi
mana?”
“mereka pergi keluar katanya
mau cari angin” Pricilla mengangguk dan kembali tidur ditemani Alvin yang duduk
disampingnya.
Ternyata dari luar pintu kamar,
sedari tadi ada yang memperhatikan Alvin dan Pricilla. Dia tersenyum kecut
menyaksikan kemesraan antara Alvin dan Pricilla.
‘Pricilla beruntung bisa
dapetin Alvin yang cinta banget sama dia’
*
“Iel.. tungguinnnn” teriak
Shilla.
“lo sih jalannya lelet amat.
Buruan kek” Gabriel menghentikan langkahnya dan berbalik badan kebelakang
menunggu Shilla yang jauh dibelakang sana tertinggal.
“hah.. hh.. hah.. lo yang
jalannya cepet banget” protes Shilla ketika sudah bisa mensejajarkan langkahnya
dengan Gabriel.
Gabriel diam saja. Dia sedang
menikmati angin malam disepanjang jalan ini. setelah selesai makan tadi, mereka
tidak berniat untuk kembali ke kamar masing-masing tetapi mereka pergi untuk
mencari angin, mengitari jalanan didekat Hotel. Mereka juga ingin melihat bagaimana
jalanan di Korea pada malam hari.
“kita kemana nih?” tanya
Shilla.
“ikut aja ngga usah banyak
tanya” jawab Gabriel.
“kan gue Cuma tanya”
“ya itu dia.. ngga usah nanya”
“ih kok lo ngeselin sih?!”
“ih kok lo lebih ngeselin
sih?!”
“lo rese!”
“lo juga”
“lo jelek”
“lo lebih”
“lo ganteng!”
“lo cantik”
“lo item”
“lo….” Gabriel bingung ingin
membalas apa lagi.
“hahahaha kenapa lo? kehabisan
kata-kata kan lo? apa lo? mau bilang gue lebih item? Atau mau bilang gue putih
tapi gengsi? Hahaha” tawa Shilla meledak.
“diem deh lo”
“hahahaha gimana gue bisa diem
kalo…” CUUPP
Tawa Shilla terhenti karena
Gabriel mencium pipi kanannya begitu tiba-tiba. Shilla mematung, ternganga
dengan apa yang dirasakannya beberapa detik yang lalu.
“haha diem kan lo. makanya kalo
disuruh diem tuh diem. Kayak belut aja lo ngga bisa diem” ucap Gabriel santai
seperti tidak melakukan apa-apa.
Shilla memegangi pipi kanannya
yang dicium Gabriel. dia masih terdiam, lalu…
“IH LO JAHAT LO JAHAT!
SEENAKNYA AJA CIUM-CIUM PIPI GUE AAAA MAMAAAA TOLONGIN SHILLAAAA PIPI SHILLA
UDAH NGGA PERAWAANN *&#(*^(*^($^(^#(“ Gabriel membekap mulut Shilla.
“hmbb..bb.b….hmm.b..b.b”
“lo bisa diem ngga sih?! malu
nih diliatin orang-orang. Ntar dikira gue ngapa-ngapain lo lagi”
“hmm..b…h.bnmbm..b”
“huhh… haahh. Hoshh.. gila ya
lo. mau buat gue mati lo?!” protes Shilla ketika Gabriel sudah melepaskan
bekapan tangannya.
“siapa suruh lo ngga bisa diem”
“siapa suruh lo tiba-tiba nyium
pipi gue sembarangan?”
“kalo ngga gitu, lo ngga bakal
diem”
“yayaya whatever…” Shilla
berjalan duluan meninggalkan Gabriel karena kesalnya.
Bersambung…
Maaf ya ngaret ba-ng-et. Soalnya tugas aku
menumpuk jadi waktu buat ngeposting ngga ada. Sebenernya udah siap dari
jauh-jauh hari yang lalu. Tapi karena ngga bisa ngeposting, jadinya aku
lanjutin terus aja bikinnya dan alhasil skrng aku ngeposting 5 part sekaligus
yeaay!!! Jangan lupa tinggalin comment kalian dibawah ya dan juga follow
twitter/askfm/instagram aku: @elviraeryos J