Ify, Shilla, Sivia dan Angel tengah memanjakan
diri. Mulai dari perawatan rambut, luluran, spa, manicure pedicure, dan lain
sebagainya. Bukan wanita nama nya jika tidak senang dengan hal seperti ini.
Selagi Mami Ify menunggu keempat anak gadis itu memanjakan diri, Mami Ify pergi
membeli makan malam untuk mereka nanti dan empat kotak alat make-up terlengkap
dan termahal.
5jam sudah mereka memanjakan diri di salon dan
sekarang semua sudah selesai. Mereka keluar dari salon dengan wajah yang fresh,
cerah dan tampak begitu senang. Terlebih bagi Shilla, Sivia dan Angel yang
memang kegiatan rutin mereka ke salon selama seminggu. Kebetulan minggu ini
mereka belum ke salon untuk perawatan.
Perawatan untuk Ify sengaja dikhususkan karena
Mami Ify sengaja meminta karyawan disana untuk me-make over Ify secantik
mungkin. Benar saja, Ify keluar dari salon dengan rambut tergurai indah dengan
sedikit keriting gantung dibawahnya. Sedikit make-up natural diwajahnya semakin
mempercantik wajah tirus Ify.
“nah… udah siap semua?” tanya Mami Ify
menyambut keempat anak gadis itu keluar dari salon. Mereka mengangguk.
“udah kok Mi. habis ini kita kemana?” tanya
Ify.
“langsung pulang aja. Lagian udah malem nih,
dan… Shilla, Sivia, Angel tidur di rumah Mami dulu aja ya. Nanti biar Mami yang
izinin ke orangtua kalian. Udah malem nih sekalian besok kalian temenin Ify ikut
sekolah kewanitaan dirumah”
“kita.. kita ikutan sekolah kewanitaan juga
Mi?” tanya Shilla yang paling histeris karena dia begitu suka dengan hal-hal
yang menyangkut kewanitaan. Sivia menyingkut Shilla merasa sangat sungkan
dengan semua pemberian Mami Ify ditambah lagi mereka akan ikut sekolah
kewanitaan juga besok.
“iya. Kalian bertiga besok ikut juga. Tapi…
pelatihannya selama seminggu loh. Gimana? Kalian ngga keberatan kan? Kalian mau
kan?”
“mau kok Mi mau banget malah” sahut Shilla
riang.
“eh ng… ngga usah Mi ngga usah. Ngga enak udah
ngerepotin banget. Ini semua udah cukup kok” tolak Sivia halus.
“udah.. ngga usah sungkan-sungkan. Teman Ify
berarti anak Mami juga. Jadi apa yang didapat Ify, kalian dapat juga”
“kita mau sih Mi, tapi…” Angel mulai menyahut.
Dia memikirkan bagaimana nasib sekolah mereka semua jika pelatihannya selama
seminggu. Dia juga tahu dari sepupunya bahwa sekolah kewanitaan seperti ini
memang selama seminggu dan itu dimulai dari pagi hingga sore. Angel yakin jika
dia ikut pelatihan ini, sekolahnya pasti terbengkalai.
“masalah sekolah kalian jangan khawatir. Nanti
biar Mami yang izinin ke sekolah dan Mami bakal maintain semua file tentang
materi pelajaran kalian yang tertinggal. Dan Mami juga akan izin tentang
sekolah kalian ke orangtua kalian. Jadi masalah itu ngga usah khawatir.
Gimana?”
Mendengar itu semua Angel merasa lega tak perlu
khawatir akan tertinggal pelajaran. Diantara Shilla dan Sivia memang Angel lah
yang paling pintar dan paling takut untuk ketinggalan pelajaran.
“ya udah Mi mereka semua mau kok. Iya kan?” Ify
mewakilkan menjawab. Shilla, Sivia dan Angel tanpa pikir banyak lagi langsung
mengangguk menyetujui. Ify senang bukan kepalang karena dia memiliki teman
untuk sekolah kewanitaan nanti. Dia yakin pasti itu sangat membosankan. Tetapi
jika sudah seperti ini, pasti dia tidak akan kebosanan lagi. Mami nya memang
sangat pengertian.
*
“gila Fy, hidup lo yummy banget. Renyah banget,
enak banget, gurih” sahut Shilla sambil menerawang kelangit-langit kamar Ify.
dia kini sedang terlentang diatas kasur besar milik Ify.
“lo kira hidup gue makanan?”
“ya… ngga gitu sih. tapi sumpah Fy gue envy
banget sama lo bisa hidup semewah ini, sekaya ini, sebahagia ini bersama kedua
orangtua lo. dapet perhatian yang begitu maksimal. Hidup lo sempurna Fy” Shilla
mulai berbicara serius seraya mendudukan badannya.
Ify yang mendengar nada keseriusan dari Shilla
pun menatapnya bingung. Sivia dan Angel yang sudah lama bersahabat dengan
Shilla pun mengerti dengan maksud Shilla.
“lo kan juga kaya Shil, lo juga hidup mewah
bahkan sama kok sama gue. ini semua bukan milik gue tapi milik bokap nyokap
gue. gue masih hidup menumpang disini” jawab Ify bijak.
“dan… soal orangtua… maaf sebelumnya, orangtua
lo emangnya ke..mana? eh.. ng… kalo lo tersinggung atau ngga mau jawab gapapa
kok Shil. Gue Cuma mau tau aja” Ify cepat-cepat meralat pertanyaan nya ketika
meelihat sebulir air mata jatuh dipipi Shilla.
“gapapa kok Fy. lagian lo juga berhak tau
karena lo sekarang juga sahabat gue sama kayak Via sama Angel” jawab Shilla
sambil menyeka air mata nya dan berusaha memberikan seulas senyumnya.
“gue emang punya banyak uang, harta dan
kemewahan sama seperti lo ya.. walaupun lo emang lebih he-he-he dan orangtua
gue masih hidup kok dua-duanya. Tapi sayang, harta bukan segala-gala nya.
orangtua gue sibuk kerja. Bokap sibuk ngurus perusahaan diluar negeri dan
pulang sekali 6 bulan. Nyokap sibuk sama boutique dan usaha brilian nya.
ditambah lagi suka pergi arisan sama temen-temen borjuis nya. dia pergi pagi
pulang malem. Itu lah keluarga gue” jelas Shilla panjang lebar dengan mata yang
menerawang. Ify, Sivia dan Angel mulai duduk dikasur bersama Shilla.
“m.. ma.. maaf Shil. Gue.. gue…”
“sstt.. gapapa kok Fy. jangan ngerasa ngga enak
gitu lagi. gue kan udah bilang kalo lo itu sekarang udah sahabat gue. dan
sebagai sahabat, ngga boleh ada yang disembunyiin” jawab Shilla dengan senyum manisnya.
Sekarang tak ada lagi raut kesedihan diwajahnya.
“Fy, Via, Jel, sekarang kita semua sahabat. Dan
gue mau ngga ada yang nyembunyiin sesuatu apapun, masalah apapun antara satu
sama lain. Kita harus saling berbagi senang dan duka. Ngerti?”
Ify, Sivia, dan Angel mengangguk mengerti
lantas memeluk Shilla erat. Disinilah, saat inilah, detik dan menit inilah
persahabatan mereka dimulai dengan sebuah janji sakral yang sudah mereka
sepakati.
*
“anak-anak…” Mami Ify masuk ke kamar.
“waah lagi peluk-pelukan nih” goda Mami Ify
ketika melihat keempat anak gadis itu sedang berpelukan dengan hangatnya dan
dengan senyuman.
“eh Mami.. hehe ada apa Mi?” tanya Ify.
“oh iya, Shilla, Via, Angel, orangtua kalian
udah Mami telfon dan mereka sudah mengizinkan kalian untuk nginap disini selama
seminggu dan sekolah kalian harus libur dulu” jelas Mami Ify ramah.
“oh ya Mi makasih banyak ya Mi” ucap Sivia.
“iya sama-sama sayang. Sekarang kalian tidur,
besok harus bangun pagi-pagi loh, inget” Mami mengingatkan keempat anak gadis
itu.
“siap Mami” serempak mereka.
“ya udah Mami keluar dulu ya sayang. Good night
sweety. Jangan tidur malem-malem” lalu Mami keeluar dari kamar Ify. mereka
semua pun memilih untuk langsung tidur saja karena sudah merasa lelah seharian
di Mall.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar