Sabtu, 11 Januari 2014

Dua Hati *11


Ify, Shilla, Sivia dan Angel tengah memanjakan diri. Mulai dari perawatan rambut, luluran, spa, manicure pedicure, dan lain sebagainya. Bukan wanita nama nya jika tidak senang dengan hal seperti ini. Selagi Mami Ify menunggu keempat anak gadis itu memanjakan diri, Mami Ify pergi membeli makan malam untuk mereka nanti dan empat kotak alat make-up terlengkap dan termahal.

5jam sudah mereka memanjakan diri di salon dan sekarang semua sudah selesai. Mereka keluar dari salon dengan wajah yang fresh, cerah dan tampak begitu senang. Terlebih bagi Shilla, Sivia dan Angel yang memang kegiatan rutin mereka ke salon selama seminggu. Kebetulan minggu ini mereka belum ke salon untuk perawatan.

Perawatan untuk Ify sengaja dikhususkan karena Mami Ify sengaja meminta karyawan disana untuk me-make over Ify secantik mungkin. Benar saja, Ify keluar dari salon dengan rambut tergurai indah dengan sedikit keriting gantung dibawahnya. Sedikit make-up natural diwajahnya semakin mempercantik wajah tirus Ify.

“nah… udah siap semua?” tanya Mami Ify menyambut keempat anak gadis itu keluar dari salon. Mereka mengangguk.

“udah kok Mi. habis ini kita kemana?” tanya Ify.

“langsung pulang aja. Lagian udah malem nih, dan… Shilla, Sivia, Angel tidur di rumah Mami dulu aja ya. Nanti biar Mami yang izinin ke orangtua kalian. Udah malem nih sekalian besok kalian temenin Ify ikut sekolah kewanitaan dirumah”

“kita.. kita ikutan sekolah kewanitaan juga Mi?” tanya Shilla yang paling histeris karena dia begitu suka dengan hal-hal yang menyangkut kewanitaan. Sivia menyingkut Shilla merasa sangat sungkan dengan semua pemberian Mami Ify ditambah lagi mereka akan ikut sekolah kewanitaan juga besok.

“iya. Kalian bertiga besok ikut juga. Tapi… pelatihannya selama seminggu loh. Gimana? Kalian ngga keberatan kan? Kalian mau kan?”

“mau kok Mi mau banget malah” sahut Shilla riang.

“eh ng… ngga usah Mi ngga usah. Ngga enak udah ngerepotin banget. Ini semua udah cukup kok” tolak Sivia halus.

“udah.. ngga usah sungkan-sungkan. Teman Ify berarti anak Mami juga. Jadi apa yang didapat Ify, kalian dapat juga”

“kita mau sih Mi, tapi…” Angel mulai menyahut. Dia memikirkan bagaimana nasib sekolah mereka semua jika pelatihannya selama seminggu. Dia juga tahu dari sepupunya bahwa sekolah kewanitaan seperti ini memang selama seminggu dan itu dimulai dari pagi hingga sore. Angel yakin jika dia ikut pelatihan ini, sekolahnya pasti terbengkalai.

“masalah sekolah kalian jangan khawatir. Nanti biar Mami yang izinin ke sekolah dan Mami bakal maintain semua file tentang materi pelajaran kalian yang tertinggal. Dan Mami juga akan izin tentang sekolah kalian ke orangtua kalian. Jadi masalah itu ngga usah khawatir. Gimana?”

Mendengar itu semua Angel merasa lega tak perlu khawatir akan tertinggal pelajaran. Diantara Shilla dan Sivia memang Angel lah yang paling pintar dan paling takut untuk ketinggalan pelajaran.

“ya udah Mi mereka semua mau kok. Iya kan?” Ify mewakilkan menjawab. Shilla, Sivia dan Angel tanpa pikir banyak lagi langsung mengangguk menyetujui. Ify senang bukan kepalang karena dia memiliki teman untuk sekolah kewanitaan nanti. Dia yakin pasti itu sangat membosankan. Tetapi jika sudah seperti ini, pasti dia tidak akan kebosanan lagi. Mami nya memang sangat pengertian.

*

“gila Fy, hidup lo yummy banget. Renyah banget, enak banget, gurih” sahut Shilla sambil menerawang kelangit-langit kamar Ify. dia kini sedang terlentang diatas kasur besar milik Ify.

“lo kira hidup gue makanan?”

“ya… ngga gitu sih. tapi sumpah Fy gue envy banget sama lo bisa hidup semewah ini, sekaya ini, sebahagia ini bersama kedua orangtua lo. dapet perhatian yang begitu maksimal. Hidup lo sempurna Fy” Shilla mulai berbicara serius seraya mendudukan badannya.

Ify yang mendengar nada keseriusan dari Shilla pun menatapnya bingung. Sivia dan Angel yang sudah lama bersahabat dengan Shilla pun mengerti dengan maksud Shilla.

“lo kan juga kaya Shil, lo juga hidup mewah bahkan sama kok sama gue. ini semua bukan milik gue tapi milik bokap nyokap gue. gue masih hidup menumpang disini” jawab Ify bijak.

“dan… soal orangtua… maaf sebelumnya, orangtua lo emangnya ke..mana? eh.. ng… kalo lo tersinggung atau ngga mau jawab gapapa kok Shil. Gue Cuma mau tau aja” Ify cepat-cepat meralat pertanyaan nya ketika meelihat sebulir air mata jatuh dipipi Shilla.

“gapapa kok Fy. lagian lo juga berhak tau karena lo sekarang juga sahabat gue sama kayak Via sama Angel” jawab Shilla sambil menyeka air mata nya dan berusaha memberikan seulas senyumnya.

“gue emang punya banyak uang, harta dan kemewahan sama seperti lo ya.. walaupun lo emang lebih he-he-he dan orangtua gue masih hidup kok dua-duanya. Tapi sayang, harta bukan segala-gala nya. orangtua gue sibuk kerja. Bokap sibuk ngurus perusahaan diluar negeri dan pulang sekali 6 bulan. Nyokap sibuk sama boutique dan usaha brilian nya. ditambah lagi suka pergi arisan sama temen-temen borjuis nya. dia pergi pagi pulang malem. Itu lah keluarga gue” jelas Shilla panjang lebar dengan mata yang menerawang. Ify, Sivia dan Angel mulai duduk dikasur bersama Shilla.

“m.. ma.. maaf Shil. Gue.. gue…”

“sstt.. gapapa kok Fy. jangan ngerasa ngga enak gitu lagi. gue kan udah bilang kalo lo itu sekarang udah sahabat gue. dan sebagai sahabat, ngga boleh ada yang disembunyiin” jawab Shilla dengan senyum manisnya. Sekarang tak ada lagi raut kesedihan diwajahnya.

“Fy, Via, Jel, sekarang kita semua sahabat. Dan gue mau ngga ada yang nyembunyiin sesuatu apapun, masalah apapun antara satu sama lain. Kita harus saling berbagi senang dan duka. Ngerti?”

Ify, Sivia, dan Angel mengangguk mengerti lantas memeluk Shilla erat. Disinilah, saat inilah, detik dan menit inilah persahabatan mereka dimulai dengan sebuah janji sakral yang sudah mereka sepakati.

*

“anak-anak…” Mami Ify masuk ke kamar.

“waah lagi peluk-pelukan nih” goda Mami Ify ketika melihat keempat anak gadis itu sedang berpelukan dengan hangatnya dan dengan senyuman.

“eh Mami.. hehe ada apa Mi?” tanya Ify.

“oh iya, Shilla, Via, Angel, orangtua kalian udah Mami telfon dan mereka sudah mengizinkan kalian untuk nginap disini selama seminggu dan sekolah kalian harus libur dulu” jelas Mami Ify ramah.

“oh ya Mi makasih banyak ya Mi” ucap Sivia.

“iya sama-sama sayang. Sekarang kalian tidur, besok harus bangun pagi-pagi loh, inget” Mami mengingatkan keempat anak gadis itu.

“siap Mami” serempak mereka.

“ya udah Mami keluar dulu ya sayang. Good night sweety. Jangan tidur malem-malem” lalu Mami keeluar dari kamar Ify. mereka semua pun memilih untuk langsung tidur saja karena sudah merasa lelah seharian di Mall.

Bersambung… 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar