Sabtu, 11 Januari 2014

(Cerpen) Kekesalanku yang Tersayang


Ini hidupku. Hidup yang sangat menyiksaku. Aku hidup disebuah keluarga sederhana. Aku masih memiliki keluarga yang lengkap. Papa, mama dan seorang kakak perempuan yang lebih tua 4tahun dibandingku.
Pasti kalian bertanya-tanya, mengapa aku menyebut bahwa ‘hidup yang sangat menyiksaku’? padahal aku memiliki keluarga yang lengkap, bahkan semuanya masih sehat-sehat saja.
Aku Alyssa Saufika Umari yang biasa disapa Ify. Aku hanya seorang gadis remaja yang berusia 15tahun. Kini aku baru duduk dibangku kelas 1 SMA. Hidupku tidaklah sama dengan anak-anak remaja seumuranku yang biasanya selalu duduk di Mall bersama teman-teman atau di Café. Anak-anak remaja seumuranku biasanya dapat menikmati masa remajanya dengan diberi kebebasan oleh orangtua mereka untuk pergi bersama teman-teman mereka. Atau bahkan mereka dapat merasakan kehangatan kasih sayang keluarga mereka dari sewaktu kecil dan mereka selalu dapat diberikan apapun yang mereka mau.
Itu hidup mereka. Bukan hidupku. Hidup mereka berbeda 180 derajat dari kehidupanku. Aku bukanlah anak remaja yang selalu duduk-duduk di Mall atau Café bersama teman-temanku. Aku hanya gadis remaja yang sepulang sekolah harus segera cepat sampai di rumah. Setelah itu, tidak ada bagiku untuk keluar rumah bermain bersama teman-temanku. RALAT. Bukan ‘bagiku’ sebenarnya, namun itu keinginan bahkan tuntutan dari orangtuaku yang lebih tepatnya papaku.
Aku bukanlah anak remaja yang dapat merasakan hangatnya kasih sayang sebuah keluarga atau bahkan anak remaja yang selalu diberikan apapun yang aku mau. Sedari kecil, yang aku rasakan hanyalah sebuah kekerasan didalam keluarga. Bahkan hingga aku berumur 15tahun seperti sekarang ini.
Dari kecil, aku memang seorang anak yang penurut dan patuh. Setiap aku meminta sesuatu kepada orangtuaku, mereka selalu berkata “tunggu kalo kita ada rezeki”. Akupun tidak mengerti akan kondisi keuangan keluargaku. Maka dari itu aku tidak pernah memaksakan kehendakku. Tak lama setelah itu, kakak ku meminta barang yang harganya jauh lebih mahal dibanding barang yang aku minta. Bahkan harganya mencapai 3juta.
Awalnya kedua orangtua ku tak ingin membelikannya dengan alasan yang sama. Tunggu jika ada rezeki. Tetapi karena kakak ku tak pengertian dan terus memaksa, akhirnya orangtuaku membelikannya.
Pada saat itu, aku merasa bahwa orangtuaku sudah memperlakukan ku secara tidak adil, mereka rela mengeluarkan uang mereka demi kakak ku, padahal sewaktu itu keluarga ku sedang dilanda masalah ekonomi. Sedangkan untuk ku, mereka tidak mau berkorban. Ah… aku tidak mau berprasangka buruk. Pikirku saat itu. Seiring berjalannya waktu, pemikiranku pada saat itu sepertinya ada benarnya juga karena aku merasa semakin diperlakukan tidak adil. Pekerjaan rumah diberikan kepadaku. Apapun selalu aku. Bahkan aku sedang tidur pun dibangunkan hanya untuk pergi ke warung.
Terkadang aku berpikir. Mengapa aku harus terlahir dikeluarga ini? mengapa harus aku yang merasakan semua ini? apa aku bukan anak kandung dikeluarga ini?
Sempat terlintas dibenakku berharap bahwa seorang ayah diluar sana yang bekerja diruangan ber-AC, memakai pakaian berdasi dan berkemeja, memiliki mobil mewah dan seorang istri yang bergaya ‘wah’ itu adalah keluarga kandungku yang sebenarnya. Dan mengatakan bahwa keluargaku saat ini bukanlah keluarga kandungku. Tapi kenyataan yang ada berkata lain. Mimpi tetaplah hanya mimpi. Angan tetaplah menjadi kenangan. Inilah keluargaku yang sesungguhnya. Keluargaku saat ini lah keluarga kandungku.
Namun begitu, aku tidak pernah menginginkan keluargaku saat ini pergi jauh dari kehidupanku. Aku sayang mereka. Papa, Mama, dan Kakak ku. Aku ingin mereka selalu ada disampingku.


END

Haaah ini cerita emang random banget haha aku sendiri bingung ini sebenernya termasuk kategori cerpen atau gimana. Dialog aja ngga ada didalam cerita ini HAHA random yeaa. Ini karena efek suntuk, bosen, gabut makanya aku bikin ini. berdasarkan apa yang dialami temen aku. ya kira-kira beginilah hidup dia :’) udahlah ya, yang penting nikmatin aja cerita aku yang super super random dan singkat ini hahaha byeee.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar