Minggu, 24 November 2013

You Are My Dream *16



Sudah 1 jam Rio tidak sadarkan diri. Tidak bangun dari pingsan nya. gadis cantik ini sedari tadi masih setia untuk menunggu Rio bangun. Gurat kekhawatiran pun jelas tergambar diwajah manis nya ini. jujur, dia takut terjadi sesuatu yang tidak-tidak dengan pujaan hati nya ini.

Ify –gadis itu- sengaja ingin menunggui Rio sadar. Ketika Rio pingsan tadi, dia langsung meminta Cakka, Alvin, dan Gabriel untuk membawa Rio ke UKS. Ketiga sahabat Rio sudah menawarkan agar Ify masuk ke kelas saja, namun Ify bersikeras untuk tetap ingin disana sampai Rio sadar. Mau tak mau ketiga sahabat Rio itupun pasrah dan meninggalkan Ify di UKS yang masih setia menunggu Rio sadar.

Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkan mu
Jika aku memang tercipta untuk mu
Ku kan memilikimu…
Jodoh pasti bertemu…

untuk mengisi kebosanan nya, Ify bersenandung indah dengan harapan penuh Rio sang pujaan hati nya segera bangun. Tak lama, jari-jemari Rio bergerak sedikit demi sedikit. Ify yang sedang menggenggam erat tangan Rio sedari tadi terlonjak kaget. Segera dia beralih menatap wajah Rio. Perlahan, perlahan, perlahan. Rio membuka matanya.

“Yo.. Rio? Lo udah sadar? Syukurlah..” ujar Ify bernafas lega.

“argghh.. gue dimana?” tanya Rio dengan suara lirihnya dan masih memegangi kepala nya yang masih pusing.

“lo di UKS Yo.. tadi lo pingsan. Lo kenapa bisa pingsan sih?” tanya Ify tak sabaran. Mendengar jawab Ify, Rio langsung menolehkan kepalanya yang semula mengedarkan pandangan nya kesekitar ruangan UKS.

“lo… lo beneran I..Fy?” tanya Rio masih sama dengan pertanyaan sebelum dia pingsan tadi.

“iya Riooo. Emang kenapa sih lo nanya gitu mulu?” tanya Ify kesal juga lama-lama.

“be…ne..ran? heeeuuhh” lagi-lagi Rio pingsan.

“Yo.. Yo.. Rio… ahelah pingsan lagi nih anak. Duuh”

*

TEETTT

Bel istirahat pun sudah berbunyi. Kini Ify dkk dan Rio dkk sudah berkumpul dikantin. 15 menit sebelum bel berbunyi tadi, Rio sudah bangun kembali dari pingsan nya dan sudah dipastikannya tidak akan pingsan lagi. makalah sekarang Rio dan Ify bisa bergabung dengan teman-teman mereka.

“girls… pada mau makan apa nih?” tanya Agni kepada Ify, Shilla dan Sivia

“gue es lemon tea sama bakso aja deh” jawab Sivia.

“samain aja” serempak Ify dan Shilla. Agni mengangguk dan mengacungkan ibu jari nya dan segera memesan makanan.

“gue juga deh mau pesen makanan. Lo semua mau makan apaan?” tanya Cakka berdiri dibangku nya.

“tumben lo mau pesenin buat kita? Ada apaan nih? Owowow… gue tau. Lo mau moduskan biar samaan sama Agni?” tebak Gabriel.

“hehehe.. tau aja lo Iel. Udah deh, mau pesen apa engga nih?”

“ya udah deh mumpung lo baik juga. Biasanya kan lo pelit. Gue es teh manis sama basko aja” jawab Gabriel.

“sialan lo. lo Yo, Vin?”

“samain”

“okedeh”

Seraya menunggu pesanan mereka datang, Ify, Shilla, Sivia, Rio, Gabriel dan Alvin kini sedang berbincang-bincang ringan dan diiringi gelak tawa. Sampai akhirnya Agni dan Cakka datang membawakan makanan serta minuman mereka.

“sialan. makanan lo semua berat banget” rutuk Cakka sesampainya di meja.

“lah? Siapa yang mau pesenin tadi? Lo sendiri kan? Yaudah derita lo berarti” cibir Rio.

“sialan lo” Cakka menoyor kepala Rio.

“aww.. sakit bego!”

“biarin”

“ih Cakka.. jangan gitu dong. Rio kan baru aja pingsan, masa kepala nya lo toyor juga sih?” bela Ify seraya membelai-belai lembut rambut Rio. semua cengo melihat sikap Ify.

Rio tersenyum menang kepada Cakka dan juga tersenyum senang karena Ify care terharap nya. “sakit ngga Yo ditoyor Cakka barusan? mana yang sakit? Coba gue liat..” ujar Ify lembut dan melihat kepala Rio. Semua semakin cengo dibuatnya.

Ketika sedang asik-asiknya menikmati belaian tangan Ify, tiba-tiba lima orang cowok-cowok dengan wajah yang lumayan datang menghampiri meja mereka. ditangan mereka masing-masing sudah ada bunga, kado dan lain semacamnya. Entahlah, siapa yang sedang berulang tahun sekarang (?)

“hai Ify..” serempak mereka berlima.

Ify yang mendengar nama nya dipanggil tersebut langsung menghentikan kegiatannya dan beralih menatap kelima orang tersebut. Ify tidak kenal dengan kelime cowok ini, tapi dia pernah beberapa kali melihat beberapa dari mereka di sekolah ini. semua teman-teman Ify pun juga beralih menatap kelima cowok tersebut.

“iya? Ada apa ya?” tanya Ify ramah namun masih dengan wajah bingung nya.

“lo cantik banget hari ini” puji salah satu dari mereka.

“wahehe makasih” ucap Ify dengan wajah merah merona nan malu nya. seperti sebentar lagi akan ada asap disamping Ify.

“nih buat lo. semoga suka ya” ujar kelima cowok tersebut serempak dan mengulurkan kado-kado yang ada ditangannya kepada Ify. Ify heran namun masih tetap menerima kado-kado tersebut.

“buat gue? dalam rangka apaan? gue ngga birthday loh sekarang” heran Ify.

“itu sebagai ungkapan perasaan kita ke elo. Ya udah, kita pergi dulu ya” lalu kelima cowok itu pun berlalu dari meja Ify dkk dan Rio dkk. Teman-teman Ify dan teman-teman Rio sedari tidak terlalu memperdulikan kelima cowok tadi dan Ify, namun lebih memperdulikan perubahan ekspresi wajah pada Rio. Semua nya sudah cemas jika Rio sudah seperti ini.

Wajah Rio sudah merah padam seperti sedang menahan amarah. Tangan kanan nya yang sedang memegang sendok pun kini suah meremas-remas sendok sekuat tenaga nya hingga sendok itupun bengkok. Tangan kiri nya yang kosong juga sudah mengepal kuat-kuat. Urat-urat nadinya sudah semakin jelas terlihat.

Ify kembali duduk dan meletakkan kado-kado tadi diatas meja. Beralih menatap temannya satu-per-satu dengan senyuman masih merekah didibirnya. Namun ketika melihat raut wajah yang aneh dari teman-temannya, senyum Ify pun memudar.

“lo semua kenapa?” tanya Ify heran. Semua teman-temannya hanya menunjuk kearah Rio dengan tatapan mata mereka. Ify yang mengerti pun kini beralih melihat kesamping –Rio- wajah Rio pun semakin aneh dari teman-temannya.

“Yo, lo kenapa? Lo pusing lagi? mau gue bawa ke U…” belum selesai Ify menyelesaikan perkataannya, Rio sudah berdiri dan sedikit menggebrak meja dan berucap “gue duluan” dengan suara, nada, serta intonasi yang sangat amat dingin. Ify semakin bingung dibuatnya.

“dia kenapa?” tanya Ify kepada semua teman-temannya berharap aka nada yang menjawab. Namun nihil, yang ditanya hanya mengangkat bahu menandakan mereka tidak tahu.

‘Rio kenapa sih?’ batin Ify heran dan bertanya-tanya sendiri.

Bersambung…

Hayooo maaf aku ngaret ngepost nya hehe sebenernya part ini udah selesai beberapa seminggu/dua minggu yang lalu sih. tapi berhubung modem dirumah ngga hidup, ya jadilah ngaret ngepost nya. dan dan.. part ini udah aku janjiin sebagai kado buat salah satu readers YAMD ini nama nya Annisa. Well, berhubung aku lupa nama nya, jadi yang merasa punya nama Annisa dan baru aja ulang tahun beberapa minggu yang lalu, ini kado yang aku janjiin buat kamu yeaay!! Happy birthday ya anis :* maaf kado nya ngaret hehe

2 komentar:

  1. kakk! cepet lanjutin yakk!
    gue mentionin lagi dah sampe puas xD
    Keren dah pake banget. jangan lupa lanjut yakk ^^

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus