Sudah 1 jam Rio tidak sadarkan diri.
Tidak bangun dari pingsan nya. gadis cantik ini sedari tadi masih setia untuk
menunggu Rio bangun. Gurat kekhawatiran pun jelas tergambar diwajah manis nya
ini. jujur, dia takut terjadi sesuatu yang tidak-tidak dengan pujaan hati nya
ini.
Ify –gadis itu- sengaja ingin
menunggui Rio sadar. Ketika Rio pingsan tadi, dia langsung meminta Cakka,
Alvin, dan Gabriel untuk membawa Rio ke UKS. Ketiga sahabat Rio sudah
menawarkan agar Ify masuk ke kelas saja, namun Ify bersikeras untuk tetap ingin
disana sampai Rio sadar. Mau tak mau ketiga sahabat Rio itupun pasrah dan
meninggalkan Ify di UKS yang masih setia menunggu Rio sadar.
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkan mu
Jika aku memang tercipta untuk mu
Ku kan memilikimu…
Jodoh pasti bertemu…
untuk mengisi kebosanan nya, Ify
bersenandung indah dengan harapan penuh Rio sang pujaan hati nya segera bangun.
Tak lama, jari-jemari Rio bergerak sedikit demi sedikit. Ify yang sedang
menggenggam erat tangan Rio sedari tadi terlonjak kaget. Segera dia beralih
menatap wajah Rio. Perlahan, perlahan, perlahan. Rio membuka matanya.
“Yo.. Rio? Lo udah sadar?
Syukurlah..” ujar Ify bernafas lega.
“argghh.. gue dimana?” tanya Rio
dengan suara lirihnya dan masih memegangi kepala nya yang masih pusing.
“lo di UKS Yo.. tadi lo pingsan. Lo
kenapa bisa pingsan sih?” tanya Ify tak sabaran. Mendengar jawab Ify, Rio
langsung menolehkan kepalanya yang semula mengedarkan pandangan nya kesekitar
ruangan UKS.
“lo… lo beneran I..Fy?” tanya Rio
masih sama dengan pertanyaan sebelum dia pingsan tadi.
“iya Riooo. Emang kenapa sih lo
nanya gitu mulu?” tanya Ify kesal juga lama-lama.
“be…ne..ran? heeeuuhh” lagi-lagi Rio
pingsan.
“Yo.. Yo.. Rio… ahelah pingsan lagi
nih anak. Duuh”
*
TEETTT
Bel istirahat pun sudah berbunyi.
Kini Ify dkk dan Rio dkk sudah berkumpul dikantin. 15 menit sebelum bel
berbunyi tadi, Rio sudah bangun kembali dari pingsan nya dan sudah
dipastikannya tidak akan pingsan lagi. makalah sekarang Rio dan Ify bisa
bergabung dengan teman-teman mereka.
“girls… pada mau makan apa nih?”
tanya Agni kepada Ify, Shilla dan Sivia
“gue es lemon tea sama bakso aja
deh” jawab Sivia.
“samain aja” serempak Ify dan
Shilla. Agni mengangguk dan mengacungkan ibu jari nya dan segera memesan
makanan.
“gue juga deh mau pesen makanan. Lo
semua mau makan apaan?” tanya Cakka berdiri dibangku nya.
“tumben lo mau pesenin buat kita?
Ada apaan nih? Owowow… gue tau. Lo mau moduskan biar samaan sama Agni?” tebak
Gabriel.
“hehehe.. tau aja lo Iel. Udah deh,
mau pesen apa engga nih?”
“ya udah deh mumpung lo baik juga.
Biasanya kan lo pelit. Gue es teh manis sama basko aja” jawab Gabriel.
“sialan lo. lo Yo, Vin?”
“samain”
“okedeh”
Seraya menunggu pesanan mereka
datang, Ify, Shilla, Sivia, Rio, Gabriel dan Alvin kini sedang
berbincang-bincang ringan dan diiringi gelak tawa. Sampai akhirnya Agni dan
Cakka datang membawakan makanan serta minuman mereka.
“sialan. makanan lo semua berat
banget” rutuk Cakka sesampainya di meja.
“lah? Siapa yang mau pesenin tadi?
Lo sendiri kan? Yaudah derita lo berarti” cibir Rio.
“sialan lo” Cakka menoyor kepala
Rio.
“aww.. sakit bego!”
“biarin”
“ih Cakka.. jangan gitu dong. Rio
kan baru aja pingsan, masa kepala nya lo toyor juga sih?” bela Ify seraya
membelai-belai lembut rambut Rio. semua cengo melihat sikap Ify.
Rio tersenyum menang kepada Cakka
dan juga tersenyum senang karena Ify care terharap nya. “sakit ngga Yo ditoyor
Cakka barusan? mana yang sakit? Coba gue liat..” ujar Ify lembut dan melihat
kepala Rio. Semua semakin cengo dibuatnya.
Ketika sedang asik-asiknya menikmati
belaian tangan Ify, tiba-tiba lima orang cowok-cowok dengan wajah yang lumayan
datang menghampiri meja mereka. ditangan mereka masing-masing sudah ada bunga,
kado dan lain semacamnya. Entahlah, siapa yang sedang berulang tahun sekarang
(?)
“hai Ify..” serempak mereka berlima.
Ify yang mendengar nama nya
dipanggil tersebut langsung menghentikan kegiatannya dan beralih menatap kelima
orang tersebut. Ify tidak kenal dengan kelime cowok ini, tapi dia pernah
beberapa kali melihat beberapa dari mereka di sekolah ini. semua teman-teman
Ify pun juga beralih menatap kelima cowok tersebut.
“iya? Ada apa ya?” tanya Ify ramah
namun masih dengan wajah bingung nya.
“lo cantik banget hari ini” puji
salah satu dari mereka.
“wahehe makasih” ucap Ify dengan
wajah merah merona nan malu nya. seperti sebentar lagi akan ada asap disamping
Ify.
“nih buat lo. semoga suka ya” ujar
kelima cowok tersebut serempak dan mengulurkan kado-kado yang ada ditangannya
kepada Ify. Ify heran namun masih tetap menerima kado-kado tersebut.
“buat gue? dalam rangka apaan? gue
ngga birthday loh sekarang” heran Ify.
“itu sebagai ungkapan perasaan kita
ke elo. Ya udah, kita pergi dulu ya” lalu kelima cowok itu pun berlalu dari
meja Ify dkk dan Rio dkk. Teman-teman Ify dan teman-teman Rio sedari tidak
terlalu memperdulikan kelima cowok tadi dan Ify, namun lebih memperdulikan
perubahan ekspresi wajah pada Rio. Semua nya sudah cemas jika Rio sudah seperti
ini.
Wajah Rio sudah merah padam seperti
sedang menahan amarah. Tangan kanan nya yang sedang memegang sendok pun kini
suah meremas-remas sendok sekuat tenaga nya hingga sendok itupun bengkok.
Tangan kiri nya yang kosong juga sudah mengepal kuat-kuat. Urat-urat nadinya
sudah semakin jelas terlihat.
Ify kembali duduk dan meletakkan
kado-kado tadi diatas meja. Beralih menatap temannya satu-per-satu dengan
senyuman masih merekah didibirnya. Namun ketika melihat raut wajah yang aneh
dari teman-temannya, senyum Ify pun memudar.
“lo semua kenapa?” tanya Ify heran.
Semua teman-temannya hanya menunjuk kearah Rio dengan tatapan mata mereka. Ify
yang mengerti pun kini beralih melihat kesamping –Rio- wajah Rio pun semakin
aneh dari teman-temannya.
“Yo, lo kenapa? Lo pusing lagi? mau
gue bawa ke U…” belum selesai Ify menyelesaikan perkataannya, Rio sudah berdiri
dan sedikit menggebrak meja dan berucap “gue duluan” dengan suara, nada, serta
intonasi yang sangat amat dingin. Ify semakin bingung dibuatnya.
“dia kenapa?” tanya Ify kepada semua
teman-temannya berharap aka nada yang menjawab. Namun nihil, yang ditanya hanya
mengangkat bahu menandakan mereka tidak tahu.
‘Rio kenapa sih?’ batin Ify heran
dan bertanya-tanya sendiri.
Bersambung…
Hayooo maaf aku ngaret ngepost nya
hehe sebenernya part ini udah selesai beberapa seminggu/dua minggu yang lalu
sih. tapi berhubung modem dirumah ngga hidup, ya jadilah ngaret ngepost nya.
dan dan.. part ini udah aku janjiin sebagai kado buat salah satu readers YAMD
ini nama nya Annisa. Well, berhubung aku lupa nama nya, jadi yang merasa punya
nama Annisa dan baru aja ulang tahun beberapa minggu yang lalu, ini kado yang
aku janjiin buat kamu yeaay!! Happy birthday ya anis :* maaf kado nya ngaret
hehe
kakk! cepet lanjutin yakk!
BalasHapusgue mentionin lagi dah sampe puas xD
Keren dah pake banget. jangan lupa lanjut yakk ^^
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus