“Yo, lo kenapa? Lo pusing lagi? mau gue bawa ke
U…” belum selesai Ify menyelesaikan perkataannya, Rio sudah berdiri dan sedikit
menggebrak meja dan berucap “gue duluan” dengan suara, nada, serta intonasi
yang sangat amat dingin. Ify semakin bingung dibuatnya.
“dia kenapa?” tanya Ify kepada semua
teman-temannya berharap aka nada yang menjawab. Namun nihil, yang ditanya hanya
mengangkat bahu menandakan mereka tidak tahu.
‘Rio kenapa sih?’ batin Ify heran dan
bertanya-tanya sendiri.
“lo susul Rio gih. Mana tau tuh anak lagi
sakit” ujar Gabriel memberi usul.
“iya. Sakit ha-ti” ujar Sivia pelan namun penuh
penekanan menyindir Ify. niatnya sih becanda bukan apa-apa.
“sakit apa Vi? Rio sakit? Sakit apa?” tanya Ify
bingung.
“hah? Ng..
ngga kok gapapa. Lo susul aja sana” Ify pun pergi menyusul Rio dengan
wajah bingungnya.
*
Akhirnya Ify menemukan Rio yang sedang duduk
menyendiri di taman belakang sekolah. Dengan langkah ragu tapi pasti, Ify
mendekati Rio dan duduk disamping Rio.
“hey” sapa Ify.
Rio tahu bahwa Ify sudah duduk manis
disampingnya dan menyapanya dengan senyum manis Ify. tapi entah kenapa dia
merasa kesal dengan penggemar-penggemar cowo Ify tadi. Terlebih ketika
mendengar pujian cowo-cowo itu untuk Ify.
“hmm” Rio hanya menjawab dengan deheman saja.
“lo marah?”
“ngga”
“trus lo kenapa jadi dingin gini ke gue?”
“ngga ada. Gue lagi kedinginan aja” jawab Rio
asal. Ify terlihat kebingungan dengan jawaban Rio. Ify mendongakan wajahnya
keatas langit melihat cuaca. ‘cuaca panas terik gini kok dia nya kedinginan?’
bingung Ify.
“lo sakit?” tanya Ify lagi.
“hmm”
“sakit apa?”
“hati”
Ify yang ngga ngerti dengan sindiran Rio tadi
malah menampakan wajah khawatir nya “yaampun Yo… kalo lo sakit, kenapa malah
sekolah sih? seharusnya lo istirahat aja di rumah. Sakit hati itu parah banget
Yo…” belum selesai Ify berbicara, Rio sudah berdiri duluan dan pergi
meninggalkan Ify. ify semakin bingung dengan sikap aneh Rio hari ini.
“tadi pingsan, trus pergi gitu aja dari kantin,
nah sekarang jutek plus malah ninggalin gue lagi. kenapa sih tuh anak?! Pms?”
lama-lama Ify kesal juga dengan sikap neh Rio hari ini.
*
Jam pulang sekolah sudah berbunyi. Selama
pelajaran berlangsung tadi, pikiran Ify tidak konsen memperhatikan guru. Tetapi
dia malah kepikiran dengan sikap aneh Rio hari ini kepadanya. Selama pelajaran
pun Ify tidak menghiraukan Rio yang berbicara kepadanya *inget kan kalo Rio Ify
sekarang duduk sebangku?*.
Ify kini sedang membereskan buku-bukunya dengan
cepat kedalam tas. Dia ingin segera pulang karena merasa badmood.
“Fy pulang bareng yuk” ajak Rio. Ify diam saja
masih terus membereskan bukunya. Shilla dan Gabriel yang duduk dibelakang
Rio-Ify saja mendengar ucapan Rio. Rio heran kenapa malah berbalik jadi Ify
yang jutekin dia? Shilla-Gabriel juga heran dengan sikap jutek Ify kepada Rio
setelah jam istirahat tadi.
“pulang bareng yuk Fy” ajak Rio lagi. Ify masih
diam. Kini Cakka, Alvin, Sivia dan Agni juga ikutan bingung. Tak biasanya dua
anak ini seperti ini.
“Fy lo pulang sama siapa?” tanya Shilla.
Mencoba membantu Rio.
“sama PACAR gue shil. Duluan ya” jawab Ify
dengan menakankan ucapannya pada kata ’pacar’. Rio melebarkan matanya ketika
mendengar Ify memiliki pacar.
“pa..car?” lirih Rio.
“guys gue duluan ya” Ify langsung berlari
duluan keluar kelas. semuanya pun juga terdiam ketika mendengar Ify pulang
bersama pacarnya. ‘pacar? Sejak kapan lo punya pacar Fy?’ batin Shilla, Sivia
dan Agni.
“Ify punya pa…car?” tanya Rio lirih kepada
Shilla, Sivia dan Agni untuk memastikan.
“mungkin sih kan dia sekarang punya banyak
fans” jawab Sivia polos gtanpa dosanya . Shilla dan Agni menatap Sivia kesal.
Bukannya menenangkan Rio tetapi malah semakin memanas-manasi Rio. Sivia
langsung menutup mulutnya ketika melihat kedua sahabatnya menatapnya dengan
tatapan membunuh.
“setau gue Ify ngga punya pacar Yo. Ya.. bisa
aja dia dijemput sama bokap nya. positif thinking dulu laah” bujuk Shilla.
“bokap nya? jadi maksud lo Ify pacaran sama
bokap nya gitu?” tanya Rio heran. Shilla semakin bingung mencari-cari alasan
untuk menenangkan Rio. Dia sendiri memukul-mukul kepalanya akibat alasan
begonya itu. Gabriel yang berdiri disamping Shilla hanya bisa
menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah bodoh Shilla itu.
“ng.. ma.. maksud gue.. Ify kan deket banget
tuh sama bokap nya, nah trus dia pernah bilang tuh ke gue, Sivia sama Agni kalo
dia sering nyebut bokapnya itu boyfriend nya gitu pacarnya. Iya gitu maksud
gue.. be.. bener kan Vi, Ag?” Shilla mengedipkan matanya memberi kode kepada
Sivia dan Agni. Yang dikode hanya menganggukan kepala.
“gue harap alasan ngga logis lo itu terkabul
Shil” Rio langsung pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya beserta Shilla, Agni
dan Sivia dikelas.
“bego bego bego bego” Shilla semakin merutuki
dirinya sendiri.
“udah lah, jangan dipikirin. Mereka berdua kan
udah aling dewasa, biarin mereka sendiri yang selesaiin masalahnya” hibur
Gabriel. Shilla mengangguk saja.
“ya udah sekarang mending kita pulang yuk” ajak
Agni.
“bareng gue yuk Ag” ajak Cakka. tak pernah
menyerah Cakka untuk mendekati Agni ternyata. Agni berpikir sebentar. Kebetulan
dia tidak membawa mobil hari ini. tak ada salahnya juga menerima ajakan Cakka
sekali-kali.
“boleh deh” Agni langsung berjalan duluan. Cakka
menganga tak percaya Agni mau menerima ajakannya kali ini.
“gue ngga mimpikan kan Iel? Vin? gue ngga
mimpikan? Agni mau pulang bareng gue? “ Cakka sudah seperti orang bodoh.
“iya iya lo ngga mimpi kali ini. udah buruan
sana susul Agni. Ngga mau kan dia batalin pulang bareng sama lo?” ujar Alvin.
“CAKKAAAA BURUAAAN” teriak Agni dari luar
kelas.
“noh si Agni udah ngamuk. Buruan sono”
“IYAA AGGG” Cakka langsung berlari keluar kelas
menghampiri Agni. Shilla, Sivia, Alvin dan Gabriel geleng-geleng kepala saja
melihat dua anak itu.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar