Rabu, 25 Desember 2013

You Are My Dream *17


 “Yo, lo kenapa? Lo pusing lagi? mau gue bawa ke U…” belum selesai Ify menyelesaikan perkataannya, Rio sudah berdiri dan sedikit menggebrak meja dan berucap “gue duluan” dengan suara, nada, serta intonasi yang sangat amat dingin. Ify semakin bingung dibuatnya.

“dia kenapa?” tanya Ify kepada semua teman-temannya berharap aka nada yang menjawab. Namun nihil, yang ditanya hanya mengangkat bahu menandakan mereka tidak tahu.

‘Rio kenapa sih?’ batin Ify heran dan bertanya-tanya sendiri.

“lo susul Rio gih. Mana tau tuh anak lagi sakit” ujar Gabriel memberi usul.

“iya. Sakit ha-ti” ujar Sivia pelan namun penuh penekanan menyindir Ify. niatnya sih becanda bukan apa-apa.

“sakit apa Vi? Rio sakit? Sakit apa?” tanya Ify bingung.

“hah? Ng..  ngga kok gapapa. Lo susul aja sana” Ify pun pergi menyusul Rio dengan wajah bingungnya.

*

Akhirnya Ify menemukan Rio yang sedang duduk menyendiri di taman belakang sekolah. Dengan langkah ragu tapi pasti, Ify mendekati Rio dan duduk disamping Rio.

“hey” sapa Ify.

Rio tahu bahwa Ify sudah duduk manis disampingnya dan menyapanya dengan senyum manis Ify. tapi entah kenapa dia merasa kesal dengan penggemar-penggemar cowo Ify tadi. Terlebih ketika mendengar pujian cowo-cowo itu untuk Ify.

“hmm” Rio hanya menjawab dengan deheman saja.

“lo marah?”

“ngga”

“trus lo kenapa jadi dingin gini ke gue?”

“ngga ada. Gue lagi kedinginan aja” jawab Rio asal. Ify terlihat kebingungan dengan jawaban Rio. Ify mendongakan wajahnya keatas langit melihat cuaca. ‘cuaca panas terik gini kok dia nya kedinginan?’ bingung Ify.

“lo sakit?” tanya Ify lagi.

“hmm”

“sakit apa?”

“hati”

Ify yang ngga ngerti dengan sindiran Rio tadi malah menampakan wajah khawatir nya “yaampun Yo… kalo lo sakit, kenapa malah sekolah sih? seharusnya lo istirahat aja di rumah. Sakit hati itu parah banget Yo…” belum selesai Ify berbicara, Rio sudah berdiri duluan dan pergi meninggalkan Ify. ify semakin bingung dengan sikap aneh Rio hari ini.

“tadi pingsan, trus pergi gitu aja dari kantin, nah sekarang jutek plus malah ninggalin gue lagi. kenapa sih tuh anak?! Pms?” lama-lama Ify kesal juga dengan sikap neh Rio hari ini.

*

Jam pulang sekolah sudah berbunyi. Selama pelajaran berlangsung tadi, pikiran Ify tidak konsen memperhatikan guru. Tetapi dia malah kepikiran dengan sikap aneh Rio hari ini kepadanya. Selama pelajaran pun Ify tidak menghiraukan Rio yang berbicara kepadanya *inget kan kalo Rio Ify sekarang duduk sebangku?*.

Ify kini sedang membereskan buku-bukunya dengan cepat kedalam tas. Dia ingin segera pulang karena merasa badmood.

“Fy pulang bareng yuk” ajak Rio. Ify diam saja masih terus membereskan bukunya. Shilla dan Gabriel yang duduk dibelakang Rio-Ify saja mendengar ucapan Rio. Rio heran kenapa malah berbalik jadi Ify yang jutekin dia? Shilla-Gabriel juga heran dengan sikap jutek Ify kepada Rio setelah jam istirahat tadi.

“pulang bareng yuk Fy” ajak Rio lagi. Ify masih diam. Kini Cakka, Alvin, Sivia dan Agni juga ikutan bingung. Tak biasanya dua anak ini seperti ini.

“Fy lo pulang sama siapa?” tanya Shilla. Mencoba membantu Rio.

“sama PACAR gue shil. Duluan ya” jawab Ify dengan menakankan ucapannya pada kata ’pacar’. Rio melebarkan matanya ketika mendengar Ify memiliki pacar.

“pa..car?” lirih Rio.

“guys gue duluan ya” Ify langsung berlari duluan keluar kelas. semuanya pun juga terdiam ketika mendengar Ify pulang bersama pacarnya. ‘pacar? Sejak kapan lo punya pacar Fy?’ batin Shilla, Sivia dan Agni.

“Ify punya pa…car?” tanya Rio lirih kepada Shilla, Sivia dan Agni untuk memastikan.

“mungkin sih kan dia sekarang punya banyak fans” jawab Sivia polos gtanpa dosanya . Shilla dan Agni menatap Sivia kesal. Bukannya menenangkan Rio tetapi malah semakin memanas-manasi Rio. Sivia langsung menutup mulutnya ketika melihat kedua sahabatnya menatapnya dengan tatapan membunuh.

“setau gue Ify ngga punya pacar Yo. Ya.. bisa aja dia dijemput sama bokap nya. positif thinking dulu laah” bujuk Shilla.

“bokap nya? jadi maksud lo Ify pacaran sama bokap nya gitu?” tanya Rio heran. Shilla semakin bingung mencari-cari alasan untuk menenangkan Rio. Dia sendiri memukul-mukul kepalanya akibat alasan begonya itu. Gabriel yang berdiri disamping Shilla hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah bodoh Shilla itu.

“ng.. ma.. maksud gue.. Ify kan deket banget tuh sama bokap nya, nah trus dia pernah bilang tuh ke gue, Sivia sama Agni kalo dia sering nyebut bokapnya itu boyfriend nya gitu pacarnya. Iya gitu maksud gue.. be.. bener kan Vi, Ag?” Shilla mengedipkan matanya memberi kode kepada Sivia dan Agni. Yang dikode hanya menganggukan kepala.

“gue harap alasan ngga logis lo itu terkabul Shil” Rio langsung pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya beserta Shilla, Agni dan Sivia dikelas.

“bego bego bego bego” Shilla semakin merutuki dirinya sendiri.

“udah lah, jangan dipikirin. Mereka berdua kan udah aling dewasa, biarin mereka sendiri yang selesaiin masalahnya” hibur Gabriel. Shilla mengangguk saja.

“ya udah sekarang mending kita pulang yuk” ajak Agni.

“bareng gue yuk Ag” ajak Cakka. tak pernah menyerah Cakka untuk mendekati Agni ternyata. Agni berpikir sebentar. Kebetulan dia tidak membawa mobil hari ini. tak ada salahnya juga menerima ajakan Cakka sekali-kali.

“boleh deh” Agni langsung berjalan duluan. Cakka menganga tak percaya Agni mau menerima ajakannya kali ini.

“gue ngga mimpikan kan Iel? Vin? gue ngga mimpikan? Agni mau pulang bareng gue? “ Cakka sudah seperti orang bodoh.

“iya iya lo ngga mimpi kali ini. udah buruan sana susul Agni. Ngga mau kan dia batalin pulang bareng sama lo?” ujar Alvin.

“CAKKAAAA BURUAAAN” teriak Agni dari luar kelas.

“noh si Agni udah ngamuk. Buruan sono”

“IYAA AGGG” Cakka langsung berlari keluar kelas menghampiri Agni. Shilla, Sivia, Alvin dan Gabriel geleng-geleng kepala saja melihat dua anak itu.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar