@dickymprasetyo percaya pada diri sendiri adalah rahasia utama untuk
mencapai sukses
Tweet
KLIK! Setelah selesai menekan tombol
Tweet untuk mengirim mention diatas tersebut kepada idola nya, kini Shilla
memandang-mandangi iPad miliknya dan tersenyum seakan dihadapannya kini tengah
berdiri seorang Pria tampan berhidung mancung yang pastinya Idola nya –Dicky
SM*SH-
“nah lo ngapain!!!” teriak Sivia
mengagetkan kakaknya itu.
“eh ngagetin aja lo sipit” kesal
Shilla. Sivia hanya nyengir menampakan gigi putih nya.
“eh iya kak, gue denger-denger
katanya ada quiz gitu ya? Trus dipilih 6 pemenang buat dinner bareng smash.
Bener ngga?” tanya Sivia yang kini sudah duduk disamping Shilla. Tepatnya
diatas kasur karena mereka kini tengah berada di kamar.
Mengingat hal itu, Shilla kembali
mengukir senyuman dibibirnya dan mengangguk menjawab pertanyaan Sivia.
“trus… lo ikut?” tanya Sivia lagi.
“pasti dong. Hal yang kayak beginian
gue ngga mau kelewatan” ucap Shilla yakin.
“emang syarat ikutan quiz nya
apaan?”
“Cuma cukup foto semua barang-barang
koleksi yang berhubungan sama smash aja kok. Nah.. kan gue punya koleksi
barang-barang smash, lengkap lagi. gue yakin pasti bakalan menang”
“yayaya semoga. Tapi…” Sivia
menggantung kalimatnya.
“tapi apa?”
“lo yakin di kasih izin sama bokap?
Lo tau sendirikan bokap kalo udah menyangkut masalah artis gimana?”
Mendengar pertanyaan Sivia barusan,
semangat Shilla menjadi down mengingat Papa nya yang selalu menentang anak nya
untuk mengikuti segala macam acara yang berhubungan dengan artis. Entah apa
alasannya.
“di coba dulu aja. Siapa tau kalo
gue menang, bokap bakal kasih izin” jawab Shilla untuk menyenangkan hatinya
walau sebenarnya dia tahu bahwa Papa nya tidak akan memberi izin.
“gue dukung lo kak! Gue bantu deh
minta izin sama bokap”
“beneran lo? tumben baik?”Shilla
memicingkan matanya menyelidiki mengapa adiknya ini tumben bertingkah baik
kepadanya.
Sivia yakin kakak nya pasti sudah
curiga, ya sudahlah jujur saja. Sivia kembali memamerkan sederet gigi putih nya
–nyengir- “gue mau ikutan juga sih hehe”
“lah? Kenapa? Kan elo bukan
smashblast”
“gue mau ketemu Rangga sama Bisma
kak hehe mereka cakep sih. ya.. walaupun gue bukan fans fanatic mereka sih”
“trus emang lo punya barang-barang
koleksi smash?”
“itu mah gampang…” jawab Sivia
enteng seraya menaik turunkan alisnya menatap Shilla.
“jangan bilang lo mau minjem
barang-barang gue?” tebak Shilla.
“hehehe ayolah kak.. kapan lagi sih
lo baik sama gue? biasanya juga kan lo durhaka mulu sama gue”
“wah wah.. parah parah. Ngga ngga!
Curang lo!” Shilla langsung turun dari kasur nya dan keluar dari kamar.
“ayolaah kaaaakk” rengek Sivia manja
yang juga ikutan turun dari kasur dan mengikuti langkah Shilla keluar kamar.
“NGGAAA!!”
*
Kini didalam
ruangan yang di satu sisi nya dipenuhi dengan kaca besar sudah berada 6 orang
cowok-cowok keren yang banyak digemari para gadis remaja sekarang. Siapa lagi
kalau bukan SM*SH yang tengah berada dipuncak kejayaan nya?
Mereka kini
sedang beristirahat setelah letih berlatihan koreografi dan nyanyi sedari tadi.
Di sudut ruangan tengah duduk sendirian seorang cowok berhidung mancung
berambut pirang tengah senyum-senyum sendiri menatap iPhone miliknya.
Rangga
sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Dicky yang sudah dianggap nya seperti
adik sendiri itu. Sudah beberapa hari terakhir ini dia melihat Dicky sering
senyum-senyum sendiri ketika sedang memainkan handphone nya. Karena penasaran,
Rangga menghampiri Dicky disudut ruangan mencari tahu apa penyebab akhir-akhir
ini senyum sendiri.
“lagi
ngapain lo Ky?“ tanya Rangga dan duduk disamping Dicky.
“eh ini..
Cuma lagi liat-liat instagram aja“ jawab Dicky dengan senyum masih terukir
jelas dibibir mungilnya.
Rangga
mengintip sedikit ke layar handphone milik Dicky. Tampak Dicky sedang
melihat-lihat profile instagram seseorang. Seorang gadis yang menurut Rangga lumayan
cantik. Sepertinya Dicky sedang ngestalk foto instagram gadis itu.
“ngestalk
instagram siapa lo Ky?“ tanya Rangga semakin penasaran.
“oh ini..
dia salah satu fanadicky. Lo liat deh, cantik loh. Trus dia sering ngemention
gue“ kata Dicky antusias.
“oh..
bukannya fans-fans lo emang sering ngementionin lo ya?“
“yang ini
beda. Dia ngemention gue ngga pernah ngespam, sehari paling dia Cuma ngemention
gue dua kali bahkan Cuma sekali sehari. Dan itupun isi mentionnya bukan ‘kak
follback dong‘ ‘kak bales mention aku dong‘ bukan yang kayak begituan“
“trus kayak
apa?“
“dia kalo
ngemention gue Cuma ngasih kata-kata bijak gitu atau kata-kata penyemangat“
“ck.. aneh
juga. Ngga biasa nya ada fans yang kayak dia. Nama nya siapa? Liat dong“ Rangga
langsung-langsung merebut iPhone milik Dicky dan ikut melihat-lihat foto
instagram milik Shilla –gadis yang dimaksud tadi-.
“ini kan..“
gumam Rangga terpotong.
“kenapa? Lo
kenal?“ tanya Dicky.
“eh iya Ky
dia juga pernah ngirim kata-kata penyemangat gitu buat gue di twitter trus juga
pernah ngetag foto yang ini nih ke gue“
Rangga menunjukan sebuah foto instagram milik Shilla. Foto itu
menampakan sebuah hasil lukisan tangan seseorang yang sepertinya hasil buatan
tangan Shilla sendiri.
“lo juga
pernah dibikinin? Wah.. dia sering tuh bikin buat gue, keren banget. Ya udah
gue like deh tuh foto-foto hasil lukisan dia“ kata Dicky semangat.
“salut gue.
Jarang ada cewek cantik kayak dia bisa ngelukis sebagus ini“ Rangga berdecak
kagum
*
*
“lagi
ngapain lo kak?“ Sivia masuk ke kamar nya dan mendapati Shilla sedang sibuk
berkutat dengan kamera miliknya. Diatas kasur sudah bertebaran berbagai macam
barang. Kamar pun sudah seperti kapal pecah jadinya.
“ini... lagi
foto barang-barang koleksi smash gue. Buat ikutan lomba“ jawab Shilla yang
masih tidak berpaling dari kamera nya. Sivia manggut-manggut mengerti saja.
Ketika sedang
asik dengan kamera nya, iPad milik Shilla berbunyi menandakan ada sebuah
notification masuk. Segera dia beralih meraih iPad miliknya. Di lihatnya,
ternyata notification dari instagram. Oh.. ada yang like salah foto instagram
miliknya ternyata.
Penasaran siapa
yang ngelike fotonya, segera Shilla membuka aplikasi Instagram di iPad nya.
Tidak perlu menunggu lama untuk loading membuka notification, sebuah
pemberitahuan yang sangat mengejutkan Shilla tertera di layar iPad nya.
“demi apa?!“
teriak Shilla masih dengan suara tertahan. Sivia yang penasaran apa yang
barusan di lihat kakak nya, langsung-langsung merebut iPad dari tangan Shilla.
Dia membaca apa yang tertera disana. Ada dua notification dari dua username
instagram yang sangat dikenalnya bahkan sangat dikenal orang-orang.
@dikiprasetya menyukai foto anda
2 minute ago
@ranggamoela menyukai foto anda
5 minute ago
Itu lah
notification yang baru saja masuk di instagram Shilla.
“aaaa foto
gue di like Dicky sama Rangga aaaa“ Shilla berlonjak-lonjak senang diatas
kasur. Sivia kini terperangah kaget. Bukan, bukan karena tingkah aneh kakak nya
yang loncat-loncat diatas kasur. Tapi terperangah karena mendengar teriakan
histeris Shilla.
‘foto dia..
di.. di like siapa? Di... cky? Sama...‘ batin Sivia mengingat-ingat kembali
teriakan Shilla tadi. Sadar akan teriakan histeris Shilla, Sivia langsung
meloncat keatas kasur mengikuti Shilla. Dia berusaha meraih iPad yang berada
ditangan Shilla.
“sini..
siniin gue mau liat“ ujar Sivia masih berusaha menggapai iPad yang berada
ditangan Shilla.
“aa foto gue
di like Dicky.. di lick Rangga aaa“ ucap Shilla masih teriak histeris.
“aduh aduh..
ini ada apa sih kalian teriak-teriak ngga jelas gitu? Pake loncat-loncat lagi.
Udah udah.. Shilla, Via, sekarang kalian turun“ tegur mama Shilla dan Sivia
yang baru saja datang ke kamar mereka karena terganggu oleh teriakan kedua anak
nya itu. Suara teriakan Shilla dan Sivia cukup terdengar keras hingga ke dapur.
Karena mama tadinya memang sedang di dapur.
Dengan
patuh, Shilla dan Sivia pun berhenti loncat diatas kasur dan duduk tenang
dengan nafas terengah-engah.
“kalian
itu.. udah gede tapi masih aja kayak anak kecil. Punya 2 anak cewek serasa
punya anak selusin mama“ gerutu mama lalu langsung meninggalkan kamar Shilla
dan Sivia.
“Vi.. hah..
huh.. hosh.. foto gue.. di.. di like Dicky sama.. Rangga heh.. heh..“ ucap
Shilla masih sempat-sempatnya dengan nafas nya yang tak beraturan itu.
“hu.. ha.. hosh...
ha.. hah.. gi.. gimana ceritanya lo.. hah.. foto lo di like Dicky sama.. sama..
Rangga kak?“ tanya Sivia yang kini kondisi nya tak jauh berbeda dengan Shilla.
Nafas nya masih tak beraturan.
“gue juga
ngga tau Vi. Tadi kan ada notif di instagram, yaudah gue buka. Eh tau nya
mereka berdua ngelike foto gue. AAAA SENENG BANGETTTT“ jelas Shilla yang sudah
bisa mengatur nafas nya. Bahkan dia juga berteriak pada kalimat terakhirnya.
“SHILLAAA
JANGAN TERIAK-TERIAK“ tegur mama dari ruang tamu yang juga berteriak.
“MAMA
SENDIRI JUGA TERIAK-TERIAK“
“JANGAN
NGEBANTAH!!!“ akhirnya Shilla memilih jalan aman, diam dan melanjutkan
perbincangan nya dengan sang Adik –Sivia-
“oke back to topic“ ujar Sivia.
“sok inggris
lo bantet“ Shilla menoyor kepala Sivia.
“biarin
wleee. Udah ah lanjutin“
“apaan yang
mau dilanjut? Gue juga kagak tau kenapa Dicky sama Rangga bisa ngelike foto
gue“
Belum
selesai mereka berbincang-bincang, ternyata iPad milik Shilla kembali berbunyi
menandakan ada notif lagi yang masuk. Kali ini dari twitter dan juga instagram.
Shilla mulai
membaca semua notification yang masuk. Jari telunjuk nya mulai menyentuh lembut
layar touchscreen iPad nya keatas-kebawah.
“GILAAA.
HEBOH“ teriak Shilla histeris.
“SHILLAAAA
JANGAN TERIAAAKK“ tegur mama Shilla kembali.
“IYA MA IYA“
“kenapa lo
kak?“ tanya Sivia yang masih berada didalam kamar.
“smashblast
heboh gara-gara gue. Apalagi Fanadicky
sama Rangganizer tuh“
“hah? Heboh
kenapa?“
“gini.....“
Shilla mulai menceritakan apa penyebab smashblast, fanadicky dan rangganizer
heboh. Itu ternyata karena smashblast tahu bahwa Dicky dan Rangga menyukai foto
instagram nya. Mulai lah di twitter
semakin banyak mention yang masuk kepada Shilla tentang dilikenya foto instagram itu. Di instagram pun tak beda
jauh. Banyak yang mengomentari foto Shilla yang dilike oleh Dicky dan Rangga
tersebut.
Berbagai
macam mention atau komentar yang masuk. Ada yang memberi selamat kepada Shilla
atas ke-lucky-an nya tadi, ada juga
yang judge Shilla karena mereka iri.
Sivia pun juga sudah melihat semua nya.
“keren lo
kak ckck makin jadi seleb aja lo hahaha“ kata Sivia disela-sela tawanya seraya
menggeleng-gelengkan kepala nya.
“sialan lo.
Ngga enak keles dibully begini. Mending kalo ngebully nya bilangin gue cantik,
lah ini? Bilangin muka gue kayak babi. Sialan banget ngga sih tuh?“ rutuk
Shilla.
“sabar kak
sabar... gue tau kok gimana rasanya jadi elo..“ Sivia menepuk-nepuk pelan
pundak Shilla.
“tapi gue
ngga bisa pungkiri kalo mereka udah bersikap jujur terhadap lo kak
HAHAHAHAHAHAHA“ tawa Sivia semakin besar.
“sial! adek
durhaka emang lo“
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar