Matahari sudah menampakan wujudnya
dan kembali menjalan tugas utama nya menerangi bumi. Pagi ini semua kembali ke
aktifitas mereka masing-masing. Pagi yang cerah disambut dengan kehebohan di
SMA Indonesian High School ini.
Semua murid dibuat terperangah oleh
kehadiran gadis cantik yang tengah berjalan menyusuri koridor sekolah. Seakan
angin berhembus kencang sehingga membuat rambut gadis cantik ini yang terurai
menjadi berkibaran. Wajah nya cantik dengan menggunakan make-up natural.
Accessories lucu, menarik namun simple pun ia kenakan. Gadis ini berjalan
lagaknya bak peragawati.
“widih gila cantik banget” ujar
semua para murid cowok yang melihat kehadiran gadis cantik itu seraya
menggeleng-gelengkan kepalanya.
“siapa tuh? Anak baru ya?”
“nama nya siapa ya?”
“gue harus dapetin dia”
Dan masih banyak lagi pujian-pujian
yang dilontarkan semua siswa-siswi SMA Indonesian High School ini. bahkan bukan
hanya cowok saja yang memuji gadis ini, cewek-cewek pun banyak yang mengakui
kecantikan gadis ini dan tak sedikit yang menginginkan gadis ini menjadi teman
mereka.
Shilla, Sivia dan Agni yang sengaja
datang lebih awal untuk melihat kehebohan ini pun kini sudah berlari keluar
kelas untuk melihat ekspresi semua murid-murid disini.
“yess sukses!” Shilla dan Sivia pun
bertos ria karena merasa rencana mereka berhasil. Sedangkan Agni? Hanya berdiri
dengan cueknya memperhatikan tampang anak-anak cowok satu-per-satu. Ada yang
netesin iler, ada yang geleng-geleng kepala, ada yang nabok-nabok bahu temannya,
dan berbagai ekspresi terpancar dari wajah cowok-cowok disana. Bahkan ada yang
sedang bersanding dengan pacarnya, karena menatap gadis cantik itu lewat, si
cowok pun langsung dijewer oleh ceweknya. Ckck.
“ada apaan sih?” tanya tiga orang
cowok yang baru saja datang menerobos kerumunan dan sekarang tepat berdiri
didekat Shilla, Sivia dan Agni.
“eh Iel, Vin, Cak” kaget Sivia.
Ternyata tiga orang cowok yang baru datang itu adalah Gabriel, Alvin dan Cakka.
“ini ada apaan sih?” tanya Alvin
mengulang pertanyaannya lagi.
“oh itu.. lo liat aja sendiri. Tuh”
jawab Shilla sumringah seraya menunjuk kearah gadis cantik yang sekarang
menjadi tontotan semua orang itu.
Serentak Gabriel, Alvin dan Cakka
menoleh kearah tunjuk Shilla. Mereka menelaah detail demi detail apa yang
mereka lihat sekarang. Mencoba berfikir siapa gadis cantik itu karena mereka
seperti mengenali sedikit-sedikit lekuk wajah gadis cantik itu.
“itu… bidadari ya Iel, Vin?” tanya
Cakka yang kini menganga lebar melihat gadis ituseraya menampar-nampar kecil
wajah Gabriel dan Alvin namun pandangannya masih tak berpindah dari gadis
cantik itu.
“lo semua tau? Baru kali ini gue
ketemu bidadari” ujar Alvin tak kalah ngelindurnya dibanding Cakka.
“itu anak baru ya? Nama nya siapa?
Kelas berapa? Pin bb nya berapa? Twitter nya apa? line nya apa?” tanya Alvin
entah kesiapa dengan tujuan apa. seperti nya Gabriel juga ikutan ngelindur
seperti Cakka dan Alvin.
Shilla, Sivia dan Agni sudah
bersusah payah menahan tawa mereka yang seperti nya akan meledak sebentar lagi.
kini gadis cantik itu melambaikan tangannya ke suatu arah seraya memancarkan
senyuman manisnya. Kearah dimana Shilla, Sivia, Agni, Gabriel, Alvin dan Cakka
berdiri.
Gabriel, Alvin dan Cakka yang sedari
tadi masih menatap gadis itu tanda kedip pun kaget karena mereka sadar gadis
itu tengah melambaikan tangan dan tersenyum kearah mereka. seketika mereka
sibuk dan heboh sendiri merapikan bentuk rambut, baju dan tampang mereka
masing-masing.
“eh eh gue udah keren belom?” tanya
Alvin heboh sendiri .
“udah udah. Gue nih gue gimana?
Rambut gue? perfect ngga?” tanya Cakka yang juga heboh.
“keren kok keren. Baju gue? sepatu
gue? tampang gue? ada yang kotor ngga diwajah gue?” Gariel juga heboh.
“cakep kok cakep. Perfect dah kita”
jawab Cakka dan Alvin serentak. Shilla, Sivia dan Agni hanya geleng-geleng
kepala saja melihat tingkah konyol ketiga cowok itu. kini ketiga cowok itu
sudah berdiri dengan tegap dan gagah nya seraya membalas senyuman gadis cantik
itu. dengan pede nya mereka bertiga balas melambaikan tangan kepada gadis
cantik itu yang tengah berjalan menuju ketempat mereka.
“hai” sapa Gabriel, Alvin dan Cakka dengan
memasang tampang tablo mereka seraya melambai-lambaikan tangan kearah gadis
cantik itu.
“hai Iel, Vin, Cak. Loh? Kalian
kenapa?” tanya gadis cantik itu yang kini sudah berdiri dihadapan Shilla,
Sivia, Agni, Gabriel, Alvin dan Cakka. dia melihat ketidakberesan diwajah
Gabriel, Alvin dan Cakka. tidak biasanya ketiga cowok itu memandang nya seperti
itu. seperti orang yang kehilangan akal sehat.
Ketiga cowok itu ternganga.
Bagaimana bisa gadis cantik yang baru mereka lihat ini mengenali nama mereka?
itulah kira-kira yang ada diotak mereka bertiga.
Gabriel, Alvin dan Cakka saling
berpandang sebentar “bidadari kok tau nama kita?” tanya mereka serentak seraya
menunjuk diri masing-masing.
“mereka kenapa sih?” tanya gadis itu
kepada Shilla, Sivia dan Agni. Mereka hanya mengangkat bahu.
“sesuai yang gue bilang kemaren,
satu sekolahan bakalan heboh dengan kedatangan lo” ujar Shilla.
“maksudnya?”
“Ifyyy, lo liat kan tadi cowok-cowok
pada ileran liatin lo? nah.. sekarang ketiga anak ini juga sama kayak
mereka-mereka. takjub ngeliat lo” jelas Sivia gemas kepada gadis cantik itu
yang ternyata adalah Ify. Ify manggut-manggut saja tanda mengerti.
“hebat lo Fy, aura cantik lo mampu
buat satu sekolahan mematung hahaha” kata Agni kini angkat bicara. Shilla dan
Sivia mengangguk tanda menyetujui. Gabriel, Alvin dan Cakka semakin mematung
mendengar perbincangan antara Shilla, Sivia, Agni dan gadis cantik itu yang
ternyata adalah Ify.
“mereka tadi bilang apaan Vin, Cak?
Cewek itu… I..If.. If…yy?” tanya Gabriel tak percaya.
“iya Iel. Kita… ngga.. salah denger
ka…nn?” jawab dan tanya Cakka balik.
“kayaknya kita ngga salah denger
ataupun mimpi deh Iel, Cak. Ini beneran Ify. Ify si…”
“cupu” ujar mereka serentak.
“woy. Ngapain kalian ngumpul
disini?” kaget Rio yang baru saja datang dan mengagetkan ketiga sahabatnya yang
sedang melongo itu.
“eh yo ngangetin aja lo”
“eh ada apaan si..hh? widih gile..
cantik banget” takjub Rio yang baru menyadari keberadaan Ify disana.
‘siapa nih? Anak baru? Baru liat
gue” batin Rio. Penasaran dan ingin iseng menggoda anak baru –menurutnya- yang
cantik ini, Rio langsung maju mendekat ke Ify dan kini sudah berdiri didepan
Ify.
“hai. Kamu.. anak baru ya? Nama nya
siapa? Kenalin.. nama aku…” Rio mengulurkan tangannya berniat berkenalan dengan
anak baru itu. namun ucapannya terhenti karena anak baru itu sudah memotong
ucapan Rio.
“gue Alyssa Saufika Umari. Lo bisa
panggil gue Ify” ucap gadis itu cepat seraya balik menjabat uluran tangan Rio
dan tak lupa memamerkan senyuman manisnya.
Seketika Rio mematung, tangannya berkeringat,
mata nya menegang, serta tubuhnya pun menegang serasa tidak bisa bergerak.
“lo.. l…lo.. If.. Ify?”
“iya yo ini gue, Ify. kenapa?” tanya
Ify heran. Sedangkan Shilla, Sivia dan Agni sudah geleng-geleng kepala
mendengar pertanyaan bodoh Ify barusan.
“lo beneran… I… Fy?”
“iya Riooooo” jawab Ify gemas.
“Cak, Vin, Iel, gue…. ngga mimpi
ka….n? Haaaahh?” Rio bertanya kepada ketiga sahabatnya untuk memastikan namun
kali ini dengan suara yang sangat lemas. Lama-kelamaan tubuh Rio pun jatuh. Rio
pingsan.
“Rio.. Rio…” panggil semuanya cemas.
Mereka semua langsung segera membawa Rio ke UKS.
Bersambung…
Nahloh gimana ceritanya tuh? Aduh
ini cerita makin ngga jelas arah tujuan-mau-kemana-dan-mau-apa nya ya? Author
bingung sendiri nih gimana ngelanjutin part 16 nya._. maaf ya ngaret bgt, otak
ku sering error gt skrng ngga tau kenapa. Mungkin karena si doi belum ngabarin
kaliya(?) oke ini jangan dihiraukan. Kalo kalian mau setiap cerbung fav kalian
aku kabarin pas udah posting, bisa kok. Mention dan follow aja ke @elviraeryos
cerbung judul apa yang kalian suka. Nanti kalo udah diposting next part nya,
aku kabarin kalian di dm (: okeey
lanjut dong..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusLanjut dong...!!!!!
BalasHapus