Sabtu, 19 Juli 2014

Devil Girl Falling In Love *3



Ternyata Rio membawa Ify ke suatu danau diluar Jakarta. Ify tidak tahu dimana persisnya karena selama perjalanan Ify memilih untuk tidur sejenak.
Udara disekitar danau sangatlah sejuk. Pepohonan banyak yang mengelilingi danau sehingga mempersejuk udara disekitar sana. Ify memejamkan mata sambil duduk ditepi danau menikmati udara segar yang sudah lama tidak dirasakannya.
Rio memandang gadis yang tengah duduk disebelahnya saat ini. Pikiran Rio melayang kemana-mana ‘apaan sih gue? ngga mungkin kalo gue minta tolong sama dia’ pikir Rio.
“heh anak kecil” panggil Rio kepada Ify. Tidak ada jawaban sedikitpun dari Ify. Gadis cantik itu masih saja diam sambil menutup matanya menikmati udara segar.
“heh anak kecil songong” panggil Rio lagi dengan suara yang agak keras sambil menyenggol siku kanan Ify. Ify yang merasa sikunya ada yang menyenggol, dia pun membuka matanya dan beralih menatap kesamping kanan nya. Dimana langsung didapatinya Rio yang sedang menatapnya kesal.
Ify menatap Rio dengan tatapan yang seolah berbicara ‘ngapain lo ganggu gue?’ seakan Rio mengerti dengan tatapan Ify itu, dia langsung membuka suara.
“ng .. gue mau minta tolong sama lo” ucap Rio.
“apa?”
“lo mau ngga jadi tunangan gue?”
Seakan disambar petir mata Ify langsung melebar “LO GILA?!” kaget Ify dengan suaranya yang keras.
“sstt .. diem dulu. Dengerin dulu gue ngomong. Gini, gue tau kalo kita itu baru kenal dan itupun dengan cara yang ngga baik. Tapi gue mau minta tolong sama lo buat jadi tunangan pura-pura gue” jelas Rio.
Ify berpikir sebentar lalu kembali membuka suara nya “kenapa?”
Rio mengerti dengan pertanyaan Ify ‘Kenapa?’ ini. Ify bertanya kenapa Rio meminta dirinya menjadi tunangan pura-pura nya? dalam rangka dan urusan apa?
“lo tau kan kalo …” belum selesai Rio berbicara, Ify langsung menyela.
“ya ya .. gue tau. Lo minta gue buat jadi tunangan pura-pura lo untuk ngehindarin berita kalo lo playboy kan?”
“eh eh bukan berarti gue playboy loh. Gue cowo setia. Tapi sampai sekarang masih belum ada yang pas aja” sergah Rio cepat.
“gue ngga bilang gitu dan gue ngga nanya” balas Ify singkat.
Rio menggerutu kesal dalam hati karena merasa jengkel sedari tadi menghadapi anak kecil ini. Dia juga merutuki kenapa bisa-bisanya dia meminta gadis setan ini menjadi partner nya.
“terserah. Jadi gimana? Lo mau bantu gue apa engga?” tanya Rio lagi.
“kenapa harus gue?”
“karena lo bukan fans gue. Lo juga cewe aneh dan gue yakini lo bisa jaga rahasia ini. gimana?”
“oke” Ify kembal mengalihkan pandangannya lurus, kedepan.
“sip. Thanks. Gue bakal kasih apapun yang lo minta sampai kerja ini selesai. Nanti kita ketemu Mas gue”
“apapun?”
“yap, apapun”
‘apa dia bisa kasih gue kebahagiaan seperti yang gue inginkan selama ini?’
“ngga perlu” ucap Ify.
“loh? Kenapa?”
“gue ngerasa ngga perlu aja karena gue nolong elo dengan suka rela” mendengar penuturan Ify yang terdengar sok tua dan sok bijak, Rio menoyor kepala Ify.
“lo kira gue orang yang ngga mampu perlu dikasihani secara suka rela segala?”
“kurang lebih seperti itu”
“sialan lo” rutuk Rio.
“gue mau pulang” Ify langsung berdiri dari duduknya.
“oke. Asal untuk malam ini lo nginep dirumah gue dulu. Besok gue yakin semua bakal reda”
“yayayaya” jawab Ify malas-malasan dan langsung berjalan duluan ke mobil Rio. Rio menatap kepergian Ify. Dia geleng-geleng kepala sendiri melihat tingkah aneh gadis itu. tingkah aneh gadis itu yang tidak bisa ditebak.
*
“masuk”
Ify melangkah memasuki rumah megah nan mewah milik artis terkenal itu, Mario Haling. Walau Ify juga berasal dari keluarga yang sangat berada dan rumah nya juga tak kalah mewah dengan rumah Rio, tapi dia tetap kagum dengan interior rumah ini. Seperti nya memang di design khusus. Namun Ify tetaplah Ify yang selalu bisa menyembunyikan ekspresinya.
Baru Rio ingin membuka suara untuk mempersilahkan Ify duduk, gadis itu dengan santainya langsung duduk dan langsung memainkan smartphone nya. Sepertinya sangat sibuk sekali.
Rio mendengus. Seharusnya dia tidak usah bersusah payah berbasa-basi dengan devil girl didepannya. Cukup dengan perkenalan singkat ini dia dapat mengenali sifat gadis ini yang memang serupa dengan devil.
“ya .. ya .. silahkan duduk” ucap Rio pelan.
“ngga usah repot-repot ngambilin minum segala” sahut Ify ketika Rio baru saja ingin melangkah meninggalkan ruang tamu tanpa memindahkan pandangannya dari layar smartphone nya itu.
Rio benar-benar tidak mengerti dengan sifat gadis ini. dia Cuma bisa menggeleng-gelengkan kepalanya “ngga bakal!” Rio langsung pergi meninggalkan ruang tamu.
Ditempatnya, sebenarnya Ify tidak benar-benar sibuk dengan layar handphone nya itu. Tapi dia sedang menghindarkan sesuatu yang ditakutinya dari dulu. Dan ini lah caranya menghindari hal itu.
Sambil masih menatap layar handphone nya, bibir Ify meulaskan seulas senyum simpul.
“eh devil. Ini nih Mas gue” tiba-tiba Rio datang dengan seseorang yang dilihat Ify kemarin di Mall. Ify mengenali wajah itu.
“hallo, saya Manager sekaligus kakak nya Rio. Kenalkan nama saya …”
“hallo Mas Alvin Jonathan. Senang bertemu kembali dengan anda” sahut Ify langsung memotong pembicaraan Alvin dan langsung menjabat tangan Alvin dengan senyum termanisnya.
Alvin dan Rio terheran-heran. Dari mana Ify tahu nama Alvin? Bahkan dengan lengkap. Apa sebelumnya dia sudah browsing internet semua tentang keluarga Rio?
“oh ya senang juga bertemu dengan kamu …”
“Ify. panggil aja Ify”
“oh ya Ify. Sebelum kita bicarakan semuanya, gimana kalo kita makan malam dulu?”
with pleasure Mas Alvin ..”
Rio jadi terheran-heran sendiri dengan gadis ini. baru saja beberapa menit yang lalu dia menemukan gadis ini persis seperti devil, tapi sekarang? Gadis ini seperti malaikat yang penuh akan senyuman dan keramahan. Terlebih dia berbicara dengan bahasa yang formal.
*
“jadi .. apa benar kamu setuju dengan perjanjian ini?” tanya Alvin kepada Ify disela-sela makannya.
“Ya” jawab Ify singkat.
“apa kamu ..”
“tenang aja Mas, saya bukan fans Rio kok dan saya juga bukan tipe gadis penggosip, jadi semuanya akan aman-aman saja” jawab Ify langsung bahkan sebelum Alvin menyelesaikan kalimatnya.
“baiklah .. tapi soal .. pembayarannya, apa sudah disampaikan oleh Rio?”
“saya bantu kalian berdua dengan ikhlas kok. Jadi ngga usah pake bayaran segala”
“benarkah?”
sure” Alvin hanya mengangguk-angguk saja mendengar jawaban dari Ify. Terkesan aneh. Kini banyak pertanyaan yang ingin dipertanyakan nya kepada Rio tapi sepertinya adik semata wayangnya itu juga terlihat bingung karena Rio sedari tadi menatap Alvin dengan tatapan … Entahlah.
“ya sudah silahkan menikmati hidangannya ..”
thankyou ..”
“ngomong biasa aja kali, ngga usah sok inggris gitu cih ..” sinis Rio dengan suara pelannya namun cukup terdengar oleh dua orang yang sedang duduk didekatnya saat ini.
Ify mencoba bersabar untuk kali ini saja tidak membalas ucapan Rio karena dia masih menjaga yang nama nya ‘Sopan Santun di depan yang lebih Tua (Alvin)’.
“Rio, jaga omongan kamu. Ify ini yang akan membantu kamu, jadi kamu harus baik sama dia” tegur Alvin. Ify tersenyum puas. Tidak usah bersusah payah baginya memarahi Rio karena kakak kandung Rio sendirilah yang akan memarahinya.
Rio dapat menangkap senyum penuh kemenangan Ify itu. Senyum yang baginya adalah senyum ‘Devil’.
*
Keesokan harinya, Rio mengantarkan Ify kesekolah. Selama perjalanan dari rumah Rio menuju sekolah, dua anak manusia ini beradu mulut.
Rio menyuruh Ify memakai kacamata hitam dan jaket untuk menutupi identitasnya agar tidak ketahuan oleh wartawan. Karena Rio yakin bahwa wartawan pasti masih mencari-cari informasi seputar dirinya hingga sekarang. Tapi karena kini Rio tidak sedang berhadapan dengan malaikat atau bidadari, jadilah dia perang dengan gadis setan itu. Ify bersikeras tidak mau memakai jaket dan kacamata.
“buruan deh lo pake!” suruh Rio yang mencoba sabar dari tadi.
“ngga!” tolak Ify.
“lo bawel ya, emang lo mau ntar wajah jelek lo terekspose di TV? Trus lo diikutin sama wartawan ditanyain ini-itu. mau lo?”
“biasa aja”
“aishh … Ngomong sama lo bikin gue stress” Rio mengacak rambutnya frustasi.
“yaudah ngga usah ngomong kalo gitu”
“terserah!”
“hmm”
“aiisshh …”
Sesampainya diparkiran sekolah, Ify langsung turun begitu saja dari mobil. Dia tidak mempeerdulikan suara teriakan Rio dari mobil yang memanggil-manggil namanya.
“aish .. Ngga ada jalan lain” ringis Rio yang sedang berada didalam mobil. Dilihatnya dari kaca spion, benar saja. Ada 3 orang wartawan yang tengah bersembunyi dibalik pohon didekat parkiran.
Rio langsung saja turun dari mobil dan menyusul Ify yang masih belum jauh berjalan dari mobil. Dengan tiba-tiba Rio langsung menggamit tangan kiri Ify. Sontak perjalanan Ify menuju kelas terhenti, dia kaget. Namun bukanlah Ify namanya jika dia tidak bisa menyembunyikan semua ekspresi dan perasaannya.
Kini posisi Rio dan Ify tengah berhadapan. Siswa-siswi juga sudah banyak yang menghentikan perjalanan mereka untuk melihat Sang Artis dengan teman sekolahnya itu yang terlihat mesra.
“kamu yang rajin ya sayang sekolahnya, yang pinter. Nanti juga jangan lupa makan” Ucap Rio sengaja dengan suara kerasnya dan membelai lembut poni rambut Ify dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya kini berganti menggenggam tangan kanan Ify.
“lo apaan sih?! Diliatin orang nih” Ify berusaha mengelak dari perlakuan aneh Rio itu.
“udah deh, mulai sekarang tugas lo udah dimulai. Lo liat dibelakang mobil gue ada 3 orang wartawan, gue yakin mereka lagi nyari info tentang gue. Makanya sekarang lo harus beracting seakan-akan gue sama lo pacaran” Bisik Rio pelan.
“sekarang?” Tanya Ify polos.
“ternyata bener, anak SMA kayak lo ngga pinter diajak kerjasama”
Mendengar ucapan Rio, emosi Ify kembali meningkat. Baru saja Ify ingin melepaskan tangan Rio dari puncak kepalanya, Rio sudah lebih cepat menggenggam tangan Ify yang kosong.
“mulai” Aba-aba Rio. Dengan professional nya, Ify mulai beracting seolah-olah dia dan Rio adalah sepasang kekasih.
“iya sayang, kamu juga jangan lupa makan ya. Kalo kamu sibuk, harus tetap makan. Jangan lupa ngabarin aku juga ya SA-YA-NG” Ucap Ify penuh dengan keterpaksaan dan penekanan pada kata terakhirnya. Ify merasa jijik dengan tingkah nya ini.
‘hebat juga nih anak’ Batin Rio.
“iya sayang, pasti kok. Yaudah sekarang aku pulang dulu ya” Balas Rio sambil mengecup kening Ify lembut, Ify kaget namun dia mencoba untuk professional.
nanti pulang gue jemput. Inget, lo harus tetap beracting kayak gini’ Bisik Rio pelan. Ify Cuma mengangguk malas. Setelah melihat jawaban Ify, Rio langsung kembali menuju mobilnya. Ify pura-pura tersenyum manis sambil melambaikan tangannya melepas kepergian mobil Rio. Setelahnya, Ify kembali menjadi Gadis Setan menuju kelas.
dosa apa gue bisa-bisanya kayak gini. Aish …’ Batin Ify.
*
Sesampainya Ify di kelas, dia langsung dihadiahi tatapan bertanya-tanya para teman sekelasnya. Ify yang sudah terbiasa ditatap seperti itu sih biasa saja. Dengan pongah nya Ify langsung duduk disamping Sivia.
“ehem yang pagi-pagi dianterin pacar baru tapi ngga bilang-bilang kalo punya pacar” Ledek Sivia.
shut up!
“cie yang dulunya ketemu di Mall, marah-marahan, akhirnya pacaran juga” Sivia semakin gencar menyindir Ify seakan dia tidak mendengar perkataan Ify tadi yang lebih tepatnya seperti sebuah perintah.
 “gue bilang diem!”
“lo tadi bilang shut up, honey. Bukan DI-EM” Jawab Sivia santai.
“aish .. makin lama lo makin berani ya” Geram Ify.
“iya dong, kan ketularan elo” Ups, sepertinya Ify sudah akan meledak. Wajahnya sudah merah padam.
“oke oke, fine gue diem. Tapi lo cerita dulu sejak kapan lo jadian sama Rio? Sama Idola gue itu? asal lo tau, gue ngga rela Idola gue pacaran sama Devil kayak elo!” ucap Sivia dengan wajah marahnya.
Mendengar  itu, Ify langsung memukul pelan kepala Sivia “aww sakit tau” ringis Sivia.
“asal lo tau juga Sivia sayang, gue ngga pacaran sama idola lo itu” jawab Ify kesal.
“lah trus? Apa dong tadi mesra-mesraan diparkiran?” tanya Sivia bingung.
Ups.
Ify keceplosan.
“maksud gue, gue emang ngga pacaran sama Rio. Tapi gue tunangan sama dia” jawab Ify sesantai mungkin agar Sivia tak percaya.
“WHAATT??! TUNANGAN?!” pekik Sivia.
JDAK!
Kepala Sivia kembali dihadiahi sepatu oleh Ify. Sepertinya, pagi ini kepala Sivia akan bengkak akibat hantaman maut dari Ify. Oh, sungguh menyedihkannya hidupmu Sivia.
“lo bisa ngga sih lembut dikit jadi cewe?” ringis Sivia sambil mengusap kepalanya yang sakit.
“ngga” jawab Ify santai seakan tadi dia tidak melakukan apa-apa, seakan tadi tidak terjadi apa-apa, seakan dia tidak bersalah sambil memakai kembali sepatunya.
“siapa suruh lo teriak? Ngga sekalian aja tuh pake toa sekolah?!” ucap Ify lagi yang sudah duduk tenang kembali.
“biar dramatis gitu kek sinetron-sinetron” jawab Sivia asal.
“ya ya .. whatever” Ify sudah malas menanggapi Sivia yang semakin lama semakin ngaur.
“lo kok bisa sih tunangan sama Rio? demi apa?” tanya Sivia masih tidak percaya sambil berbisik takut terdengar oleh teman kelas yang lain.
“ya bisa lah. Demi Lovato”
“itu sih artis”
“hmm” Sivia jadi heran dengan Ify. Selalu hemat bicara. Padahal kan bicara banyak-banyak gratis tanpa batas.
“gue heran deh sama lo. Tadi lo habis ngelawak, trus gue tanggepin. Ya .. walaupun lawakan lo failed sih ya, tapi masa tanggepan lo cuma ‘hmm’ doang? Aish .. kok gue bisa temanan sama orang kek lo sih?”
“yaudah ngga usah temenan sama gue lagi. beres”
“oke! Eh tapi ngga deh, kan lo tunangannya Rio. Jarang-jarang kan gue punya temen tunangan artis hihi pasti gue bakal sering ketemu tuh sama dia hehe” Sivia sudah mulai berandai-andai.
in your dream ..” Sivia manyun dengan tanggapan Ify itu. 

Bersambung,,.

haihai guys, aku ngeposting lagi setelah berbulan-bulan ngga ngeposting hihi maafkan diriku karena menghilang. Jujur, aku menghilang karena otak aku lagi ngandat buat ngelanjutin cerbung-cerbung aku, lagi beku nih otak, ngga ada ide. jadi maafkan kalo cerita aku sekarang random abizzz. Oh iya, btw vote yea d blog aku cerbung mana yang kamu favorite kan dari semua cerbung-cerbungku hihi thanks guys :* Follow twitter aku @elviraeryos kalo kalian mau aku kabarin terus tiap aku ngeposting, follow and mention aja bilang cerbung mana yang kalian suka. okey?:*

8 komentar: