Di sekolah, tak henti-hentinya
teman-teman Shilla menanyakan perihal tentang SM*SH kepadanya terlebih tentang
Dicky. Berita tentang foto instagram Shilla di like Dicky dan Rangga, bahkan
berita bahwa twitter Shilla di follback Dicky sudah tersebar seantero sekolah.
“gila Shil lo makin terkenal aja.
Azek” ucap Pricilla ketika Shilla, Pricilla, Ify dan Febby berada dikantin pada
jam istirahat.
“lo emang lucky fans banget” sambung
Febby.
“HALLO KAKAK-KAKAK YANG CANTIK TAPI
MASIH CANTIKAN GUEEE” tiba-tiba Sivia datang kemeja mereka dengan suara
menggema yang tidak biasa.
“SIVIA DIEEEEMMM” teriak Shilla,
Ify, Pricilla dan Febby kompak. Mendengar teriakan dari kakak-kakak kelasnya
ini, Sivia langsung kicep dan memilih diam saja. Dia langsung duduk disamping
kakaknya.
“lagi ngomongin apa nih
kakak-kakak?” tanya Sivia sok akrab walaupun memang akrab.
“ngomongin artis seleb twitter yang
baru-baru ini terkenal Vi gara-gara Dicky sama Rangga smash” sindir Ify.
“oh iya dia. Siapa sih nama nya?
Ashilla bukan sih kak? Oh ya Ashilla. Dia itu ya kak, sok ngartis banget kalo
di twitter. Apalagi kalo ada yang bilang dia cantik, dia langsung bales sok
ramah gitu. Trus dia suka sok misterius gitu kalo ngemention Dicky. Ih apa
banget deh” ucap Sivia panjang lebar seakan orang yang dimaksudnya tidak ada.
“ih bener banget Vi. Semenjak di
follback Dicky smash, si Ashilla Ashilla itu makin sering online twitter”
sambung Pricilla ikut-ikutan. Shilla yang mendengar merasa panas karena
disindir oleh adiknya dan temannya sendiri.
“trus ya kak… blablabla”
“SHUT UP!” lama-lama Shilla risih
juga.
“apaan sih kak? Lagi asik nih” ucap
Sivia pura-pura kesal karena acara bergosip ria nya terganggu.
“lo ngomong kayak gitu kayak gue
ngga ada aja ya?”
“lah? Emang gue ngomongin lo? engga
kok. Gue ngomongin Ashilla bukan elo” jawab Sivia dengan tampang innocent nya.
“gue Ashilla, Sivia sayaaaang”geram
Shilla.
“loh? Elo kan Shilla kak bukan
Ashilla. SHIL-LA, ASHIL-LA. Beda kan?”
“SIVIAAAA MATI LO DIRUMAAH” alhasil
Shilla dan Sivia pun berkejar-kejar di kantin. dua kakak beradik ini tidak
perduli dengan tatapan para pengunjung kantin. mereka menganggap ini dirumah.
Jika dirumah mereka memang sering seperti ini. seperti kucing dan anjing.
Pengunjung kantin pun sudah terbiasa
akan hal ini. kakak beradik yang setiap hari selalu kejar-kejaran di kantin, di
koridor sekolah di taman, lapangan, atau dimanapun disekitar pekarangan
sekolah.
“gue ngga tau apa yang ada diotak
kakak beradik itu sampe ngga malu lari-larian kayak gitu” gumam Ify sambil
menggeleng-gelengkan kepalanya seraya melihat dua kakak beradik itu berkejaran.
“mereka dua saudara yang sama-sama
aneh” sambung Febby.
*
Dirumah, Shilla dan Sivia sedang
berbincang-bincang tentang quiz yang akan diadakan SM*SH. Acara itu akan
diadakan satu bulan lagi. dan kini Shilla dan Sivia sedang mempersiapkan
segalanya. Mulai dari menyiap barang-barang koleksi SM*SH untuk difoto, hingga
mempersiapkan mental untuk minta izin kepada Papa mereka.
“pertama, kita mesti foto dulu
barang-barangnya” ucap Sivia bak seorang komandan. Shilla mengangguk dan
langsung menyusun barang-barang koleksinya. Lalu meraih kamera nya dan mulai
membidik. KLIK! Satu foto sudah jadi untuk Shilla.
Kemudian barang-barang koleksi itu
dipindahkan, disusun kembali dan difoto kembali. Tujuannya agar tidak ketahuan
bahwa mereka memakai barang yang sama jadi lah mereka membedakan background foto nya.
“selanjutnya, kita minta izin sama
mama buat keacara itu”
“trus papa?”
“kita mulai mengerjakan sesuatu itu
dari yang termudah kak. Kalo minta izin sama papa itu masalah tersulit, makanya
itu terakhir aja” ucap Sivia sok pintar.
“oh yaya. Yuk kebawah”
Sesampainya dibawah, mereka
mendapati mama yang sedang sibuk sendiri di dapur. Mereka langsung menghampiri
mama nya. Sivia langsung bergelayut manja di pergelangan tangan mama nya,
sedangkan Shilla malah sok-sok membantu.
“loh loh? Ada apa nih? Tumben banget
ke dapur. Kalian mau apa?” Mama mereka sudah bisa menebak jika anaknya sudah
seperti ini, pasti ada maunya.
“hehe mama tau aja. Ma kita boleh
ikut dinner bareng idola kita ngga ma?” ucap Shilla manja.
“emang kapan?” tanya mamanya lembut
namun tangannya masih sibuk memotong wortel.
“sebulan lagi sih ma. Dia acara nya
itu di pilih gitu ma. Jadi, syaratnya cukup foto barang-barang koleksi kita
yang bersangkutan sama smash, trus kirim deh ke alamatnya. Nanti kita tunggu
pengumumannya dan bakal dipilih 6 orang yang beruntung” jelas Shilla.
“kita berdua boleh ikut ya ma? Yaya
ma” pinta Sivia.
“emang kalian udah kepilih buat
dinner bareng smash itu?”
“belum sih ma hehe tapi kan siapa
tau aja kita berdua beruntung” jawab Shilla.
“mama sih ngebolehin aja tapi ngga
tau deh sama papa kalian. Nanti biar mama coba ngomong sama papa kalian ya”
Mendengar kalimat terakhir mama,
Shilla dan Sivia senang bukan main. Tugas terakhir mereka terasa agak ringan
dengan bantuan mama.
“makasih mama” sorak kedua kakak
beradik itu dan mencium pipi mama nya kiri dan kanan bergantian lalu mereka
langsung kabur keatas. Buk Wiwid –mama Shilla Sivia- menatap kepergian kedua
buah hatinya dengan gelengan kepala.
*
Malamnya, ketika Shilla dan Sivia
sibuk berbincang banyak hal dikamar, terdengar suara teriakan Mama dari bawah
yang meminta mereka untuk turun segera.
“kenapa Ma?” tanya Shilla
menghampiri Mama nya yang berada diruang keluarga sedang menonton TV dan
ternyata ada Papa nya juga.
“eh ada Papa juga” sahut Sivia dan
mereka berdua langsung duduk disofa dihadapan orang tuanya.
“ehem.. bener kalian mau ikut acara
boyband itu?” tanya Papa membuka topik pembicaraan.
Shilla dan Sivia sudah berpikir
bahwa mama mereka pasti sudah berbicara dengan papa. Dengan harap-harap cemas
Shilla dan Sivia mengangguk.
“kapan acaranya?”
“bulan depan pa. jadi, nanti itu
kita ikut syarat acaranya dulu. Kirim foto koleksi kita tentang smash. Trus
kita kirim. Trus….” Shilla berceloteh panjang lebar dengan semangatnya.
“yaudah papa izinin”
Mendengar 3 kata dari mulut papa nya
itu, Shilla dan Sivia ternganga tidak percaya bisa mendapat izin. Biasanya
mereka tidak pernah dapat izin jika sudah bersangkutan dengan ARTIS.
“beneran pa?” tanya Sivia tidak
percaya.
“ngga. Papa lagi becanda! Kalo
kalian ngga mau yaudah papa sih malah seneng kalo kalian ngga ikut” ucap Papa
dengan tenang.
“ngga ngga ngga ngga! Iya kita jadi
ikut” teriak Shilla dan Sivia kompak.
“tapi.. ada syaratnya”
“apa?” sahut Shilla dan Sivia cepat.
“kalian ngga boleh terlalu
memperlihatkan fanatic kalian didepan mereka”
“loh? Kenapa pa?” tanya Sivia yang
pastinya juga mewakilkan pertanyaan diotak Shilla kini.
“terkadang ada artis yang
memanfaatkan kefanatic-an fans mereka. mereka seperti mendapat tambang emas
ketika mereka tau ada fans yang terlalu fanatic dengan mereka. mereka
memanfaatkan itu sebagai mata pencaharian nya”
“maksud papa?” tanya Sivia yang
terkadang memang susah untuk menangkap perkataan seseorang.
“mereka ngga kayak gitu kok pa.
malahan nih ya, smash itu paling ngga suka kalo punya fans fanatic. Kita berdua
juga ngga bakal sefanatic yang papa kira kok kalo ketemu smash. Mereka itu ngga
suka sama fans yang fanatic karena itu merugikan dia dan juga merugikan si fans
nya juga. Mereka rugi karena kehidupan pribadi mereka diurusin sama fans-fans
fanatic mereka. kemana-mana mereka pergi selalu diikutin. Dan juga rugi sama
fans itu sendiri karena mereka terlalu royal untuk beli ini-itu hanya untuk
membeli semua yang berhubungan dengan sang idola. Padahal mereka bisa nabung
uang itu untuk masa depan mereka” ucap Shilla panjang lebar.
Sivia menganga. Mendengar ucapan
Shilla, Sivia sedikit-sedikit mengerti dengan maksud perkataan papa nya tadi.
“yaya papa iyain aja biar kamu ngga
ngambek. Berarti kamu juga rugi” ucap papa nya mengalah.
“rugi? Kenapa?” tanya Shilla
bingung.
“kan kamu selalu beli barang-barang
yang berhubungan dengan smash. Papa bisa tebak kalo koleksi barang smash kamu
itu banyak dikamar. Berarti kamu ru….gi”
“hehehehehe” Shilla hanya bisa
cengengesan.
*
Sebaliknya mereka berdua ke kamar,
mereka berdua senang bukan main. Mereka sedang berbaring dikasur dengan
pemikiran yang sudah melayang-layang membayangkan apa saja yang terjadi jika
nanti mereka bertemu dengan SM*SH.
Walaupun Sivia bukan SMASHBLAST,
tapi dia juga ikut senang dengan izin papa nya tersebut. Siapa yang tidak
senang jika bertemu dengan seorang artis? Terlebih dengan artis seterkenal
SM*SH yang fans nya sudah mencapai Korea, Malaysia, Brunei, Singapore dan
lainnya.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar