Ternyata Rio membawa Ify ke suatu danau diluar
Jakarta. Ify tidak tahu dimana persisnya karena selama perjalanan Ify memilih
untuk tidur sejenak.
Udara disekitar danau sangatlah sejuk. Pepohonan
banyak yang mengelilingi danau sehingga mempersejuk udara disekitar sana. Ify
memejamkan mata sambil duduk ditepi danau menikmati udara segar yang sudah lama
tidak dirasakannya.
Rio memandang gadis yang tengah duduk disebelahnya
saat ini. Pikiran Rio melayang kemana-mana ‘apaan sih gue? ngga mungkin kalo
gue minta tolong sama dia’ pikir Rio.
“heh anak kecil” panggil Rio kepada Ify. Tidak ada
jawaban sedikitpun dari Ify. Gadis cantik itu masih saja diam sambil menutup
matanya menikmati udara segar.
“heh anak kecil songong” panggil Rio lagi dengan suara
yang agak keras sambil menyenggol siku kanan Ify. Ify yang merasa sikunya ada
yang menyenggol, dia pun membuka matanya dan beralih menatap kesamping kanan
nya. Dimana langsung didapatinya Rio yang sedang menatapnya kesal.
Ify menatap Rio dengan tatapan yang seolah berbicara
‘ngapain lo ganggu gue?’ seakan Rio mengerti dengan tatapan Ify itu, dia
langsung membuka suara.
“ng .. gue mau minta tolong sama lo” ucap Rio.
“apa?”
“lo mau ngga jadi tunangan gue?”
Seakan disambar petir mata Ify langsung melebar “LO
GILA?!” kaget Ify dengan suaranya yang keras.
“sstt .. diem dulu. Dengerin dulu gue ngomong. Gini,
gue tau kalo kita itu baru kenal dan itupun dengan cara yang ngga baik. Tapi
gue mau minta tolong sama lo buat jadi tunangan pura-pura gue” jelas Rio.
Ify berpikir sebentar lalu kembali membuka suara nya
“kenapa?”
Rio mengerti dengan pertanyaan Ify ‘Kenapa?’ ini. Ify
bertanya kenapa Rio meminta dirinya menjadi tunangan pura-pura nya? dalam rangka
dan urusan apa?
“lo tau kan kalo …” belum selesai Rio berbicara, Ify
langsung menyela.
“ya ya .. gue tau. Lo minta gue buat jadi tunangan
pura-pura lo untuk ngehindarin berita kalo lo playboy kan?”
“eh eh bukan berarti gue playboy loh. Gue cowo setia. Tapi sampai sekarang masih belum ada
yang pas aja” sergah Rio cepat.
“gue ngga bilang gitu dan gue ngga nanya” balas Ify
singkat.
Rio menggerutu kesal dalam hati karena merasa jengkel
sedari tadi menghadapi anak kecil ini. Dia juga merutuki kenapa bisa-bisanya
dia meminta gadis setan ini menjadi partner nya.
“terserah. Jadi gimana? Lo mau bantu gue apa engga?”
tanya Rio lagi.
“kenapa harus gue?”
“karena lo bukan fans gue. Lo juga cewe aneh dan gue
yakini lo bisa jaga rahasia ini. gimana?”
“oke” Ify kembal mengalihkan pandangannya lurus,
kedepan.
“sip. Thanks. Gue bakal kasih apapun yang lo minta
sampai kerja ini selesai. Nanti kita ketemu Mas gue”
“apapun?”
“yap, apapun”
‘apa
dia bisa kasih gue kebahagiaan seperti yang gue inginkan selama ini?’
“ngga perlu” ucap Ify.
“loh? Kenapa?”
“gue ngerasa ngga perlu aja karena gue nolong elo
dengan suka rela” mendengar penuturan Ify yang terdengar sok tua dan sok bijak,
Rio menoyor kepala Ify.
“lo kira gue orang yang ngga mampu perlu dikasihani
secara suka rela segala?”
“kurang lebih seperti itu”
“sialan lo” rutuk Rio.
“gue mau pulang” Ify langsung berdiri dari duduknya.
“oke. Asal untuk malam ini lo nginep dirumah gue dulu.
Besok gue yakin semua bakal reda”
“yayayaya” jawab Ify malas-malasan dan langsung
berjalan duluan ke mobil Rio. Rio menatap kepergian Ify. Dia geleng-geleng
kepala sendiri melihat tingkah aneh gadis itu. tingkah aneh gadis itu yang
tidak bisa ditebak.
*
“masuk”
Ify melangkah memasuki rumah megah nan mewah milik
artis terkenal itu, Mario Haling. Walau Ify juga berasal dari keluarga yang
sangat berada dan rumah nya juga tak kalah mewah dengan rumah Rio, tapi dia
tetap kagum dengan interior rumah ini. Seperti nya memang di design khusus. Namun Ify tetaplah Ify
yang selalu bisa menyembunyikan ekspresinya.
Baru Rio ingin membuka suara untuk mempersilahkan Ify
duduk, gadis itu dengan santainya langsung duduk dan langsung memainkan smartphone nya. Sepertinya sangat sibuk
sekali.
Rio mendengus. Seharusnya dia tidak usah bersusah
payah berbasa-basi dengan devil girl
didepannya. Cukup dengan perkenalan singkat ini dia dapat mengenali sifat gadis
ini yang memang serupa dengan devil.
“ya .. ya .. silahkan duduk” ucap Rio pelan.
“ngga usah repot-repot ngambilin minum segala” sahut
Ify ketika Rio baru saja ingin melangkah meninggalkan ruang tamu tanpa
memindahkan pandangannya dari layar smartphone
nya itu.
Rio benar-benar tidak mengerti dengan sifat gadis ini.
dia Cuma bisa menggeleng-gelengkan kepalanya “ngga bakal!” Rio langsung pergi
meninggalkan ruang tamu.
Ditempatnya, sebenarnya Ify tidak benar-benar sibuk
dengan layar handphone nya itu. Tapi
dia sedang menghindarkan sesuatu yang ditakutinya dari dulu. Dan ini lah
caranya menghindari hal itu.
Sambil masih menatap layar handphone nya, bibir Ify meulaskan seulas senyum simpul.
“eh devil.
Ini nih Mas gue” tiba-tiba Rio datang dengan seseorang yang dilihat Ify kemarin
di Mall. Ify mengenali wajah itu.
“hallo, saya Manager
sekaligus kakak nya Rio. Kenalkan nama saya …”
“hallo Mas Alvin Jonathan. Senang bertemu kembali
dengan anda” sahut Ify langsung memotong pembicaraan Alvin dan langsung
menjabat tangan Alvin dengan senyum termanisnya.
Alvin dan Rio terheran-heran. Dari mana Ify tahu nama
Alvin? Bahkan dengan lengkap. Apa sebelumnya dia sudah browsing internet semua tentang keluarga Rio?
“oh ya senang juga bertemu dengan kamu …”
“Ify. panggil aja Ify”
“oh ya Ify. Sebelum kita bicarakan semuanya, gimana
kalo kita makan malam dulu?”
“with pleasure
Mas Alvin ..”
Rio jadi terheran-heran sendiri dengan gadis ini. baru
saja beberapa menit yang lalu dia menemukan gadis ini persis seperti devil, tapi sekarang? Gadis ini seperti
malaikat yang penuh akan senyuman dan keramahan. Terlebih dia berbicara dengan
bahasa yang formal.
*
“jadi .. apa benar kamu setuju dengan perjanjian ini?”
tanya Alvin kepada Ify disela-sela makannya.
“Ya” jawab Ify singkat.
“apa kamu ..”
“tenang aja Mas, saya bukan fans Rio kok dan saya juga
bukan tipe gadis penggosip, jadi semuanya akan aman-aman saja” jawab Ify
langsung bahkan sebelum Alvin menyelesaikan kalimatnya.
“baiklah .. tapi soal .. pembayarannya, apa sudah
disampaikan oleh Rio?”
“saya bantu kalian berdua dengan ikhlas kok. Jadi ngga
usah pake bayaran segala”
“benarkah?”
“sure” Alvin
hanya mengangguk-angguk saja mendengar jawaban dari Ify. Terkesan aneh. Kini
banyak pertanyaan yang ingin dipertanyakan nya kepada Rio tapi sepertinya adik
semata wayangnya itu juga terlihat bingung karena Rio sedari tadi menatap Alvin
dengan tatapan … Entahlah.
“ya sudah silahkan menikmati hidangannya ..”
“thankyou
..”
“ngomong biasa aja kali, ngga usah sok inggris gitu
cih ..” sinis Rio dengan suara pelannya namun cukup terdengar oleh dua orang
yang sedang duduk didekatnya saat ini.
Ify mencoba bersabar untuk kali ini saja tidak
membalas ucapan Rio karena dia masih menjaga yang nama nya ‘Sopan Santun di
depan yang lebih Tua (Alvin)’.
“Rio, jaga omongan kamu. Ify ini yang akan membantu
kamu, jadi kamu harus baik sama dia” tegur Alvin. Ify tersenyum puas. Tidak
usah bersusah payah baginya memarahi Rio karena kakak kandung Rio sendirilah
yang akan memarahinya.
Rio dapat menangkap senyum penuh kemenangan Ify itu.
Senyum yang baginya adalah senyum ‘Devil’.
*
Keesokan harinya, Rio mengantarkan Ify kesekolah.
Selama perjalanan dari rumah Rio menuju sekolah, dua anak manusia ini beradu
mulut.
Rio menyuruh Ify memakai kacamata hitam dan jaket
untuk menutupi identitasnya agar tidak ketahuan oleh wartawan. Karena Rio yakin
bahwa wartawan pasti masih mencari-cari informasi seputar dirinya hingga
sekarang. Tapi karena kini Rio tidak sedang berhadapan dengan malaikat atau
bidadari, jadilah dia perang dengan gadis setan itu. Ify bersikeras tidak mau
memakai jaket dan kacamata.
“buruan deh lo pake!” suruh Rio yang mencoba sabar
dari tadi.
“ngga!” tolak Ify.
“lo bawel ya, emang lo mau ntar wajah jelek lo terekspose di TV? Trus lo diikutin sama
wartawan ditanyain ini-itu. mau lo?”
“biasa aja”
“aishh … Ngomong sama lo bikin gue stress” Rio
mengacak rambutnya frustasi.
“yaudah ngga usah ngomong kalo gitu”
“terserah!”
“hmm”
“aiisshh …”
Sesampainya diparkiran sekolah, Ify langsung turun
begitu saja dari mobil. Dia tidak mempeerdulikan suara teriakan Rio dari mobil
yang memanggil-manggil namanya.
“aish .. Ngga ada jalan lain” ringis Rio yang sedang
berada didalam mobil. Dilihatnya dari kaca spion, benar saja. Ada 3 orang
wartawan yang tengah bersembunyi dibalik pohon didekat parkiran.
Rio langsung saja turun dari mobil dan menyusul Ify
yang masih belum jauh berjalan dari mobil. Dengan tiba-tiba Rio langsung
menggamit tangan kiri Ify. Sontak perjalanan Ify menuju kelas terhenti, dia
kaget. Namun bukanlah Ify namanya jika dia tidak bisa menyembunyikan semua
ekspresi dan perasaannya.
Kini posisi Rio dan Ify tengah berhadapan. Siswa-siswi
juga sudah banyak yang menghentikan perjalanan mereka untuk melihat Sang Artis
dengan teman sekolahnya itu yang terlihat mesra.
“kamu yang rajin ya sayang sekolahnya, yang pinter.
Nanti juga jangan lupa makan” Ucap Rio sengaja dengan suara kerasnya dan
membelai lembut poni rambut Ify dengan tangan kanannya, sedangkan tangan
kirinya kini berganti menggenggam tangan kanan Ify.
“lo apaan sih?! Diliatin orang nih” Ify berusaha
mengelak dari perlakuan aneh Rio itu.
“udah deh, mulai sekarang tugas lo udah dimulai. Lo
liat dibelakang mobil gue ada 3 orang wartawan, gue yakin mereka lagi nyari
info tentang gue. Makanya sekarang lo harus beracting seakan-akan gue sama lo pacaran” Bisik Rio pelan.
“sekarang?” Tanya Ify polos.
“ternyata bener, anak SMA kayak lo ngga pinter diajak
kerjasama”
Mendengar ucapan Rio, emosi Ify kembali meningkat. Baru
saja Ify ingin melepaskan tangan Rio dari puncak kepalanya, Rio sudah lebih
cepat menggenggam tangan Ify yang kosong.
“mulai” Aba-aba Rio. Dengan professional nya, Ify mulai beracting
seolah-olah dia dan Rio adalah sepasang kekasih.
“iya sayang, kamu juga jangan lupa makan ya. Kalo kamu
sibuk, harus tetap makan. Jangan lupa ngabarin aku juga ya SA-YA-NG” Ucap Ify
penuh dengan keterpaksaan dan penekanan pada kata terakhirnya. Ify merasa jijik
dengan tingkah nya ini.
‘hebat
juga nih anak’ Batin Rio.
“iya sayang, pasti kok. Yaudah sekarang aku pulang
dulu ya” Balas Rio sambil mengecup kening Ify lembut, Ify kaget namun dia
mencoba untuk professional.
“nanti pulang
gue jemput. Inget, lo harus tetap beracting kayak gini’ Bisik Rio pelan. Ify Cuma mengangguk malas. Setelah
melihat jawaban Ify, Rio langsung kembali menuju mobilnya. Ify pura-pura
tersenyum manis sambil melambaikan tangannya melepas kepergian mobil Rio.
Setelahnya, Ify kembali menjadi Gadis
Setan menuju kelas.
‘dosa apa gue
bisa-bisanya kayak gini. Aish …’ Batin Ify.
*
Sesampainya Ify di kelas, dia langsung dihadiahi
tatapan bertanya-tanya para teman sekelasnya. Ify yang sudah terbiasa ditatap
seperti itu sih biasa saja. Dengan pongah nya Ify langsung duduk disamping
Sivia.
“ehem yang pagi-pagi dianterin pacar baru tapi ngga
bilang-bilang kalo punya pacar” Ledek Sivia.
“shut up!”
“cie yang dulunya ketemu di Mall, marah-marahan,
akhirnya pacaran juga” Sivia semakin gencar menyindir Ify seakan dia tidak
mendengar perkataan Ify tadi yang lebih tepatnya seperti sebuah perintah.
“gue bilang
diem!”
“lo tadi bilang shut
up, honey. Bukan DI-EM” Jawab
Sivia santai.
“aish .. makin lama lo makin berani ya” Geram Ify.
“iya dong, kan ketularan elo” Ups, sepertinya Ify
sudah akan meledak. Wajahnya sudah merah padam.
“oke oke, fine
gue diem. Tapi lo cerita dulu sejak kapan lo jadian sama Rio? Sama Idola gue
itu? asal lo tau, gue ngga rela Idola gue pacaran sama Devil kayak elo!” ucap Sivia dengan wajah marahnya.
Mendengar itu,
Ify langsung memukul pelan kepala Sivia “aww sakit tau” ringis Sivia.
“asal lo tau juga Sivia sayang, gue ngga pacaran sama
idola lo itu” jawab Ify kesal.
“lah trus? Apa dong tadi mesra-mesraan diparkiran?”
tanya Sivia bingung.
Ups.
Ify keceplosan.
“maksud gue, gue emang ngga pacaran sama Rio. Tapi gue
tunangan sama dia” jawab Ify sesantai mungkin agar Sivia tak percaya.
“WHAATT??! TUNANGAN?!” pekik Sivia.
JDAK!
Kepala Sivia kembali dihadiahi sepatu oleh Ify.
Sepertinya, pagi ini kepala Sivia akan bengkak akibat hantaman maut dari Ify.
Oh, sungguh menyedihkannya hidupmu Sivia.
“lo bisa ngga sih lembut dikit jadi cewe?” ringis
Sivia sambil mengusap kepalanya yang sakit.
“ngga” jawab Ify santai seakan tadi dia tidak
melakukan apa-apa, seakan tadi tidak terjadi apa-apa, seakan dia tidak bersalah
sambil memakai kembali sepatunya.
“siapa suruh lo teriak? Ngga sekalian aja tuh pake toa
sekolah?!” ucap Ify lagi yang sudah duduk tenang kembali.
“biar dramatis gitu kek sinetron-sinetron” jawab Sivia
asal.
“ya ya .. whatever”
Ify sudah malas menanggapi Sivia yang semakin lama semakin ngaur.
“lo kok bisa sih tunangan sama Rio? demi apa?” tanya
Sivia masih tidak percaya sambil berbisik takut terdengar oleh teman kelas yang
lain.
“ya bisa lah. Demi Lovato”
“itu sih artis”
“hmm” Sivia jadi heran dengan Ify. Selalu hemat
bicara. Padahal kan bicara banyak-banyak gratis tanpa batas.
“gue heran deh sama lo. Tadi lo habis ngelawak, trus
gue tanggepin. Ya .. walaupun lawakan lo failed
sih ya, tapi masa tanggepan lo cuma ‘hmm’ doang? Aish .. kok gue bisa temanan
sama orang kek lo sih?”
“yaudah ngga usah temenan sama gue lagi. beres”
“oke! Eh tapi ngga deh, kan lo tunangannya Rio.
Jarang-jarang kan gue punya temen tunangan artis hihi pasti gue bakal sering
ketemu tuh sama dia hehe” Sivia sudah mulai berandai-andai.
“in your dream
..” Sivia manyun dengan tanggapan Ify itu.
Bersambung,,.
haihai guys, aku ngeposting lagi setelah berbulan-bulan ngga ngeposting hihi maafkan diriku karena menghilang. Jujur, aku menghilang karena otak aku lagi ngandat buat ngelanjutin cerbung-cerbung aku, lagi beku nih otak, ngga ada ide. jadi maafkan kalo cerita aku sekarang random abizzz. Oh iya, btw vote yea d blog aku cerbung mana yang kamu favorite kan dari semua cerbung-cerbungku hihi thanks guys :* Follow twitter aku @elviraeryos kalo kalian mau aku kabarin terus tiap aku ngeposting, follow and mention aja bilang cerbung mana yang kalian suka. okey?:*
lanjut dong
BalasHapuslanjut dong penasaran, secepatnya ya
BalasHapusko belum di lanjut sih, di lanjut dong
BalasHapushai author salam kenal
BalasHapustulisan kamu bags menurutku,tapi ada sedikit koreksi
kamu juga mampir dong ke blogku,aku tunggu yaa
Lanjut
BalasHapuslanjut lagi dong cerita nya
BalasHapusIni kok gak dilanjutin :(
BalasHapusKok gak ada lanjutannya
BalasHapus