Sabtu, 19 Oktober 2013

You Are My Dream *14



Shilla sedikit berlari-lari kecil untuk bisa lebih cepat datang ke tempat tujuannya, toilet. Pasalnya, sedari tadi Shilla sudah menahan hasratnya, namun baru kesampaian untuk dikeluarkan yah.. sekarang. U know lah maksudnya heuheu.

Ketika baru saja Shilla melangkah tak jauh dari Boutique tadi, tiba-tiba…

BRUUKK

“aww…” rintih Shilla karena tadi dia tak sengaja bertabrakan dengan… entahlah. Shilla tidak tahu siapa orang yang bertabrakan dengannya karena kini posisi Shilla sedang terduduk di lantai. Yang dia tahu hanyalah, kini ada 4 pasang kaki yang tengah berdiri dihadapannya. Sepertinya, dia bertabrakan dengan keempat orang itu.

“lo gapapa?” tanya salah seorang dari mereka berempat itu. jika didengar dari suaranya, sudah dipastikan dia seorang pria dan… masih muda –mungkin- jika dilihat dari sepatu dan celana yang mereka kenakan terlihat seperti style anak muda jaman sekarang.

“ah.. ya. gue gapapa kok. Gue aja yang ce…ro…bo..h” ooww. Kata-kata Shilla semakin melambat ketika melihat siapa kini yang tengah berdiri dihadapannya. Shilla kini tengah berada diposisi berdiri dan berhadapan dengan keempat pria yang sangat dikenal nya. salah satu nya adalah orang yang selalu dipikirkan Shilla setiap malam. Orang yang selalu mengganggu pikirannya setiap malam.

“Ka… kalian?” tanya Shilla gugup.

“hai Shil, kebetulan banget ya ketemuan disini? Lo kenapa? Kok ngeliatin kita kayak ngeliatin hantu gitu?” tanya orang yang sama dengan memberikan rentetan pertanyaan kepada Shilla karena dia heran melihat ekspresi Shilla yang tak seperti biasanya.

“ah.. engga kok Iel gapapa hehe iya ya kebetulan banget ketemu disini he..he..he” jawab Shilla gugup setelah sadar dari kekagetannya. Ternyata orang itu adalah Gabriel dan pastinya ada Rio, Cakka dan Alvin juga.

“lo sama siapa Shil kesini? Sendirian?” kini berganti Cakka yang bertanya.

“engga kok sama Ify, Via, Agni juga” jawab Shilla kini yang sudah kembali seperti semula.  

“loh? Mereka dimana? Kok ngga keliatan? Via mana?” tanya Alvin sambil clingukan.

Belum sempat Shilla menjawab, ternyata sudah dipotong oleh Rio “ada angin apaan nih? Kok Cuma Via doang yang dicari?” goda Rio sambil melirik-lirik kearah Alvin. yang dilirik Cuma salting sendiri.

“yaudah, gue duluan ya. Udah kebelet banget nih hehe. Byee” tanpa mendapat persetujuan dari keempat cowok-cowok keren itu, Shilla langsung berlari-lari kecil kembali ke tempat tujuan awal. TOILET.

*

“Ag, gue mau beli minum dulu nih, haus. Mau nitip ngga?” tanya Sivia kepada Agni yang kini tengah asik dengan games di dalam iPod touch nya.

“boleh deh boleh. Apa aja yang penting dingin ya. GPL” seru Agni persis seperti sedang memesan makanan di warteg langganan nya.

“sialan lo. lo kata gue warteg? Udah ah, gue pergi dulu. Sekalian, siapa tau ketemu sama Shilla. Lama amat tuh anak” gumam Via sendiri. Sebenarnya Via bermaksud ngobrol ke Agni, tapi berhubung yang diajak ngobrol seperti antara sadar dan tidak sadar, jadilah Sivia ngomong sendiri.

*

Ketika sedang mengitar-ngitari Mall, mata elang Cakka terhenti pada satu gadis yang sangat dikenal nya tengah duduk dalam sebuah… Boutique? Mana mungkin gadis itu pergi ke sebuah Boutique seperti ini? tapi… apa benar itu gadis yang dikenal nya? Cakka mengucek-ngucek matanya untuk memastikan apa yang dia lihat tidak salah. Ternyata benar, apa yang dia lihat memang tidak salah.

“woy Cak. Ngapain lo disana?” teriak Alvin yang ternyata sudah berjalan duluan dengan Rio dan Gabriel di depan. Seketika Cakka tersadar.

“eh engga kok” lalu Cakka kembali menyusul ketiga teman-temannya yang sudah berada didepan.

‘masa sih itu Agni? Apa gue salah liat ya? Ngga mungkin banget deh seorang Agni pergi ke Boutique kayak gitu. Ah.. mungkin dia nemenin nyokap’ batin Cakka bingung sendiri.

*

Shilla, Sivia, dan Agni sedari tadi masih setia untuk menunggu Ify keluar di sofa empuk ruang tunggu Boutique ini. Shilla sudah balik dari toilet, lalu Sivia juga sudah balik dari membeli minuman untuknya dan juga untuk Agni. Mungkin karena lelah, kini mereka bertiga sudah tertidur pulas di sofa empuk ruang tunggu ini. untung saja pengunjung Boutique ini tidak ramai. Apa kata orang-orang coba kalau-kalau melihat tiga gadis remaja, cantik sedang tertidur pulas disini?

Ketika sedang asik berada dalam alam mimpi masing-masing, Shilla, Sivia dan Agni merasakan ada seseorang yang menepuk-nepuk pelan paha mereka. karena merasa terusik, mereka bertiga pun bangun dengan mata masih setengah sadar. Ketika melihat siapa yang tengah berdiri dihadapan mereka sekarang, seketika mata mereka langsung melebar selebar-lebar nya.

Oh god! Siapa gadis cantik ini? cantik sekali… ini seperti sahabat mereka, Ify. eh tunggu..tunggu. jangan-jangan.. ini Ify sahabat mereka? apa benar ini Ify sahabat mereka? terlihat sangat berbeda sekali. Benar! Ini benar Ify sahabat mereka. Alyssa Saufika Umari.

Shilla, Sivia dan Agni kini menatap Ify dari ujung rambut hingga ujung kaki, balik lagi dari ujung kaki, hingga ujung rambut. Sangat berbeda. Seperti bukan Ify. memang, sebelum di make over pun Ify sudah terlihat cantik, namun ditambah dengan polesan make-up Ify semakin terlihat cantik. Apalagi kini Ify dibalut dengan dress selutut berwarna biru muda pilihan Sivia, ditambah dengan high heels 5cm berwarna hitam pilihan Shilla. Ify sangat terlihat cantik, terlebih kini Ify tidak menggunakan kacamata, dan rambutnya tidak diikat. Kini Ify memakai soft lens dan rambut nya pun diurai dengan sedikit sentuhan bergelombang.

“i..in..ini.. elo.. Fy?” tanya Via sedikit terbata karena masih tak percaya dengan hasil riasan Mbak Mince. Patut diacungi jempol. Mbak Mince yang kini masih berdiri disamping Ify sudah senyum-senyum bangga sendiri, puas dengan hasil nya.

“iya.. ini gue” jawab Ify dengan senyum terus terukir dibibir mungil nya.

“beda banget sumpah” gumam Agni takjub seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“cantik banget Fy” teriak Shilla histeris namun tertahan karena sadar kini dia sedang berada dimana.

Ify semakin mengembangkan senyumnya setelah mendengar pujian-pujian dari sahabat-sahabatnya “ini semua berkat kalian bertiga juga kok udah bantuin gue” ucap Ify.

“ehem…” suara deheman terdengar cukup keras disamping Ify. ternyata Mbak Mince yang barusan berdehem seolah berkata gue-juga-yang-bantuin-lo-keles. Ya… begitulah kira-kira.

“dan… pastinya juga berkat Mbak Mince yang udah make over gue. thanks yah Mbak” ucap Ify seakan sadar dengan deheman Mbak Mince.

“sama-sama say. Sering-sering kesini ya” ucap Mbak Mince tulus.

*

Sepulang nya mereka berempat dari Boutique, kini keempat gadis itu tengah duduk disebuah restoran mewah di Mall ini. sebagai tanda terimakasih, Ify memang berniat untuk mentraktir ketiga sahabat nya. dan kebetulan juga, Ify sudah lapar karena sedari tadi siang dia belum makan.

Banyak sorot mata yang menatap kearah meja Ify dan kawan-kawan. Mereka seperti melihat seorang artis besar yang sedang makan di restoran ini. Ify beserta sahabat-sahabat nya pun juga menjadi risih karena ditatap kagum seperti itu. ya… walaupun orang-orang itu menatap kagum nya ke Ify, tetapi mereka juga ikut risih. Terlebih para kaum adam yang tak hentinya melihat kearah meja mereka.

“guys, gue risih nih. Udah baju nya terlalu ngetat, kan jadinya bentuk tubuh gue jelas. Trus, orang-orang disini pada ngeliatin panjang juga” rutuk Ify pelan kepada ketiga sahabatnya.

“itu lah Fy resiko nya jadi orang cantik, emang harus gitu. Terlebih besok di sekolah lo harus siapin mental banget” ujar Sivia.

“loh? Emang besok di sekolah ada apaan?” tanya Ify polos.

“yaampun Ify, lo liat deh. Penampilan lo sekarang udah berubah total. Bukan Ify si Cupu lagi. orang-orang disini aja pada klepek-klepek ngeliatin lo, apalagi besok semua orang-orang di sekolahan? Gue yakin, kalo Rio liat penampilan lo sekarang, Rio langsung nembak lo haha” jawab Shilla bersemangat. Ify manggut-manggut aja. Dalam hati sih ngeaminin kata-kata terakhir Shilla tadi.

Sivia sudah berargumen, Shilla juga sudah panjang lebar. Lalu… Agni? Lagi-lagi dan lagi Agni sibuk sendiri. Disaat Ify, Shilla dan Sivia sibuk bertiga, Agni juga sibuk dengan dunia nya sendiri. Menyantap semua pesanan yang sudah di pesannya. Inget ya.. SEMUA PESANAN YANG DIPESANNYA. Berarti bukan hanya satu piring yang dipesannya, tetapi BANYAK.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar