Minggu, 13 Oktober 2013

You Are My Dream *13



Kini keempat gadis-gadis cantik ini sudah berada didalam mobil Ify.  tujuan pertama mereka adalah… baca aja terus ntar juga tau hehe. Selama perjalanan, Sivia dan Shilla sibuk membolak-balik majalah fashion yang tadi mereka beli. Ify sibuk konsentrasi mengendarai mobil nya, sedangkan Agni… dia sibuk dengerin lagu dari iPod touch miliknya seraya kaki dinaikan ke kursi layaknya dia sedang makan di warteg. Oh my god…

Ada yang bingung kenapa Ify diizinkan keluar sama mama nya sedangkan dia sedang sakit? Dan ditambah lagi membawa mobil sendiri. Jadi gini, cukup dengan beralasan ‘Ify udah gapapa kok ma. Lagian kan ada Via, Shilla sama Agni yang bakal jagain aku’ ternyata mampu membuat Mama Ify memberikan izin untuk Ify keluar rumah.

“gimana? Udah ketemu yang pas belum?” tanya Ify yang pastinya bertujuan kepada Shilla dan Via. Kan Agni sibuk sama dunia dia sendiri….

“udah nih ntar lo pilih aja yang mana menurut lo sesuai sama lo” jawab Shilla.

“kalo lo Vi?” tanya Ify kini beralih kepada Sivia.

“amaan” jawab Via seraya mengacungkan jempolnya. Ify mengangguk sambil tersenyum senang. Semoga berhasil kata Ify membatin.

*

Ify, Shilla, Sivia dan Agni kini sudah berada di boutique yang terdapat di sebuah Mall. Boutique yang dimana menjual berbagai macam kebutuhan fashion. Di mulai dari pakaian, sepatu/high heels hingga perawatan kecantikan nya pun sudah tersedia. Ify sengaja memilih boutique ini agar lebih Simple. Ify juga sudah membooking dari kemarin.

Fyi saja, Ify sengaja ngajak Shilla, Sivia dan Agni untuk bolos sekarang untuk membantu dia make over seluruh penampilannya. Untuk apa? dia ingin terlihat cantik dan fashionable seperti Shilla dan Sivia. Dengan tujuan agar sang pujaan hatinya memiliki perasaan yang sama sepertinya. Siapa lagi kalau bukan Rio?

Disini, Ify membagi tugas kepada sahabat-sahabat nya. Sivia diberi tugas untuk mencari pakaian seperti dress, rok, celana maupun baju kaos yang bergaya. Shilla diberi tugas untuk mencari sepatu, high heels, accessories, tas dll. Lengkap sudah semua! Kini Ify Cuma butuh untuk di make over wajahnya. Di make over wajah nya bukan berarti Ify gadis yang sangat buruk rupa. Bukan… hanya rambut Ify akan dirubah bentuknya. Lalu… ah liat nanti saja.

Wait! Kemana Agni? Oh ternyata.. Agni hanya cukup diminta Ify untuk menemaninya selama di make over karena Ify tahu Agni tidak akan bisa diminta untuk memilih baju seperti Sivia dan memilih accessories seperti Shilla. Jika Agni diberi tugas seperti Shilla dan Sivia, maka hancurlah semua rencana nya. dari konsep yang girly abis, bisa-bisa berubah menjadi konsep rocker metal.

“selamat siang…” sapa salah seorang pegawai di Boutiques ini menyambut kedatangan Ify dan kawan-kawan.

“siang mbak.. saya Ify yang nelfon kemarin. Apa semuanya udah siap?”

“oh mbak Ify.. iya mbak sudah. Mbak sudah ditunggu sama Tata Rias nya di dalam dan untuk pakaian dll nya bisa dipilih di dalam saja nanti” kata pegawai itu kepada Ify dengan sopan.

“mari mbak ikut saya” lalu Ify, Shilla, Sivia dan Agni mengikuti langkah pegawai itu ke dalam.

“Mbak Mince… ini ada mbak Ify yang nelfon kemarin. Dia udah dateng” kata pegawai itu kepada seorang pria yang sedang membelakangi mereka. tunggu sebentar! Jika dilihat dari bentuk kepala, dia seperti seorang pria karena dia.. botak? Tapi jika dilihat dari cara berpakaian nya, dia seperti seorang wanita? Lalu, pegawai tadi pun memanggil nya dengan sebutan ‘Mbak’. Apa dia seorang wanita yang sedang mengidap penyakit keras yang mengakibatkan dia botak? Ah sudah lupakan saja…

Mendengar nama nya dipanggil, sang empunya nama –Mince- membalikan badan. Seperti ada efek kamera slow motion gitu, ‘Mbak Mince’ yang dimaksud menoleh kea rah mereka. oh god… ternyata dugaan nya salah, Mbak Mince yang dimaksud bukanlah seorang wanita yang sedang mengidap penyakit keras yang mengakibatkan dia harus botak seperti di film-film, namun ini wanita jadi-jadian. Maksudnya.. ehem.. Mbak Mince ini seorang pria yang berpenampilan wanita.

Mata dan mulut Ify, Shilla, Sivia dan Agni seketika langsung melebar.

“oh ya? Mana yang nama nya Ify?” tanya Mbak Mince dengan gaya yang sangat lemah gemulai beserta suara yang sangat lembut.

Seketika tersadar dari ke terkesimaannya karena nama nya disebut, Ify langsung mengangkat tangannya menunjukan bahwa dia lah yang bernama Ify.

“kamu yang nama nya Ify? hmm… yang mau di make over siapa?”

“saya mas.. eh buk.. eh..” jawab Ify bingung mau menyebut apa.

“hhh… panggil saja saya Mbak Mince. Saya kirain yang itu yang mau di make over” tunjuk Mbak Mince dengan nada sedikit menyindir kepada Agni yang sedang asik-asiknya ngupil. Semua menoleh kea rah Agni yang memang berdiri dipaling belakang seraya sibuk menggali lebih dalam lagi hidung nya. ew.

Agni yang lagi asik dengan dunia nya sendiri ternyata masih sadar bahwa ada 5 pasang mata yang berigidik jijik melihatnya. Seketika Agni langsung menurunkan tangannya dari hidungnya. ‘sial. Lagi asik juga eh pake diliatin’ rutuk Agni dalam hati seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

“ya sudah.. yuk cyin ikut saya” Mbak Mince pun berjalan duluan dan diikuti Ify yang sebelumnya berucap kepada ketiga sahabat nya. ‘jangan lupa guys sama tugas yang gue bilang. Please banget gue mohon cari yang bagus dari yang terbagus. Dan… lo Agni! Ikut gue, temenin gue di make over”

“okee beress” ucap ketiga sahabat Ify dan Agni pun mengikuti langkah Ify.

*

Butuh waktu berjam-jam bagi Agni hanya untuk menemani Ify di make over di ruang tunggu. Sudah 3 jam dia menunggu Ify namun sampai sekarang batang hidung Ify pun belum tampak keluar. Bahkan dia juga sudah terlelap tidur selama 2 jam. Dan ketika Shilla dan Sivia datang menghampirinya, barulah Agni terbangun hingga sekarang. Yap, 1 jam yang lalu Shilla dan Sivia sudah selesai memilih-milih barang keperluan Ify.

“lama banget sih. gue laper nih” rutuk Agni kepada Shilla dan Sivia seraya mengelus-elus perutnya.

“lo sabar dulu kek Ag, bentar lagi juga siap” jawab Sivia seraya memainkan i-Phone nya.

“eh iya guys gue ke toilet bentar ya kebelet nih”pamit Shilla seraya berlari keluar boutique yang hanya dibalas dengan anggukan dari Agni dan Sivia.

*

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar