Sabtu, 19 Oktober 2013

(Mini Cerbung) I Love U Before I Meet U

Hello guys aku hadir kembali dengan New Cerbung. inget ya, ini bukan Cerbung aku kayak yang sebelum2. ini hanya MINI CERBUNG. jadi kemungkinan cerbung ini cuma sampe 5 part atau mungkin bisa atau lebih? hehe ngga tau deh aku baru selesaiin part 1 nya. semoga suka yea! :)

*



Rindu ini terasa indahnya
Andai kau ada disini
Bersamaku berbagi rasa
Ingin ku ungkap semua rasa
Curahkan cinta ini
Untukmu hanya dirimu

Suara ruangan keluarga ini seketika menjadi sangat ramai layaknya disebuah Konser besar oleh suara televise dan sorak-sorai salah seorang gadis cantik berumur 16tahun ini yang ditemani oleh sang adik yang berusia lebih kecil 1tahun dari nya. sang kakak memang sangat menggemari dan sangat mengidolakan Boyband nomor 1 di Indonesia yang tak lain adalah SM*SH ini. lebih tepatnya dia adalah Fanadicky –Perkumpulan Fans Dicky personil SM*SH-.

Lain hal nya dengan sang adik. Dia tidak mengidolakan SM*SH, namun begitu bukan berarti dia adalah ‘Haters SM*SH’. Dia –adik- juga tahu banyak semua informasi terbaru dan terupdate seputar SM*SH maupun Dicky. Siapa lagi kalau bukan berasal dari sumber terampuh? ‘SANG KAKAK’.

“gila lo kak suara lo tuh sampe menggema ke pengkolan ojek depan tau ngga?” protes sang adik.

“apaan?!” tanya sang kakak dengan suara sedikit berteriak karena tadi dia tidak terlalu mendengar ocehan sang adik.

“”KE-CIL-IN SU-ARA T-V NYA DU-LU” sang adik ikut berucap dengan sedikit berteriak agar terdengar oleh kakak nya seraya menekankan setiap kata demi kata pada setiap pengucapannya. Tidak sia-sia, ternyata sang kakak mendengar perkataan sang adik dan langsung mengambil remote tv untuk mengecilkan volume tv nya.

“ngapain?” tanya si kakak.

“lo bisa ngga sih sekali aja nonton smash ngga pake teriak?”

“hehehe” bukannya menjawab, si kakak malah hanya membalas dengan cengiran nya dan langsung kembali berkonsentrasi kepada layar tv yang masih menampakan idola nya itu.

“ih… dicuekin lagi” rutuk sang adik kepada sang kakak yang jatohnya malah ngomong sendiri.

“Kak…”

“Kak Shil…” panggil sang adik lagi kepada kakak nya yang bernama Shilla itu.

“apa sih Vi? Ganggu banget deh. Kalo mau nonton di kamar aja. Ngga usah ganggu gue” omel Shilla kepada Sivia yang biasa akrab disapa Via. Via ini adiknya Shilla.

“ngeselinnn!!!!” teriak Sivia tepat ditelinga Shilla lalu beranjak ke dalam kamar. Yang diteriakin nyantai aja masih tetap nonton.

*

“VIAAAAAA” teriakan yang sangat dikenal gadis cantik ini sangat mengganggu tidur siang nya. ketika dia beranjak dari ruang keluarga tadi, dia masuk ke kamar bukan untuk nonton namun untuk pergi berkhayal kea lam mimpi indahnya. Dan kini suara teriakan yang serupa dengan teriakan evil itu tekah mengganggu tidur nyenyak nya.

“Via Via… lo mesti tau ini: Shilla masuk ke kamar –kamar Shilla dan Sivia karena mereka tidur sekamar- dengan gerakan seribu langkah nya dan langsung menghamburkan kaki nya ke atas kasur seraya berloncat-loncat disana yang bisa dipastikan mengganggu acara tidur-menidur Sivia. Wait. Tidur-menidur? Oh bukan bukan… salah. Acara tidur Sivia lebih tepatnya.

Karena kesal, Sivia tidak mau membuka matanya. Dia ingin mengerjai kakak nya. biarin aja dia ngomong sendiri kayak orang gila. Batin Sivia.

Bukan Shilla nama nya jika tidak punya beribu cara untuk membangunkan sang adik yang memang notabene nya susah untuk dibangunkan dari tidur nya. Shilla kini berhenti berloncat-loncat diatas kasur. Kini dia duduk tenang disamping Sivia. Menatap sang adik sebentar, lalu….

“VIAAA BANGUUNNNN” teriak Shilla sekeras mungkin untuk membangunkan adiknya seraya menggoyang-goyang kan tubuh Sivia dengan kedua tangannya. Heran? Kenapa sifat Shilla lebih terlihat seperti seorang ‘adik’ dibandingkan Sivia yangterlihat seperti seorang ‘kakak’? ya… memang begitu benar adanya. Shilla memang lebih manja dan kekanak-kanakan dibanding Sivia jika sudah berhubungan dengan ‘SM*SH’

Dengan malasnya, Sivia terpaksa membuka matanya dan bangun. Ingat ya… TERPAKSA agar dia tidak mendengar lebih lama lagi teriakan evil sang kakak. Yah begitulah kini dia memberi julukan untuk teriakan sang kakak.

“apa?” tanya Sivia ogah-ogahan.

“lo mesti liat ini. gue yakin lo ngga percaya sama apa yang gue bilang. Makanya lo harus liat, har….” Ucapan Shilla terhenti karena dipotong Sivia.

“buruan deh ke intinya aja” ucap Sivia malas-malasan.

“nih” Shilla tersenyum dengan sangat manisnya seraya menyodorkan iPad nya kehadapan Sivia yang menampakan profile twitter seseroang –sepertinya-

1... 2… 3… mata Sivia melebar ketika melihat apa yang barusan dia lihat dan dia baca. Dia beralih menatap Shilla dengan mata melebaar seperti itu. yang ditatap bukannya malah takut dengan tatapan adiknya seperti itu, tapi dia malah membalasan tatapan sang adik dengan senyuman nya yang sangat sangat sangat teramat manis.

Kemudian Sivia balik lagi beralih mebaca tulisan yang ada di layar iPad itu. masih sama, tidak ada yang berbeda dari yang pertama dia baca tadi. Kemudian dia mengucek-ngucek matanya. Siapa tahu matanya masih samar-samar akibat baru bangun tidur. Kembali lagi membaca tulisan yang I layar iPad. Masih sama. Tiak salah lagi! ini benar! Benar adanya! Benar-benar nyata!

Dicky SM*SH yang notabene nya aalah idola Shilla kini sudah Follow Back twitter Shilla. Ini tidak bohong. Twitter yang memiliki usernamae @ickymprasetyo itu benar-benar twitter milik Dicky SM*SH dan dia benar-benar sudah Follow Back Shilla. Tertulis di profile twitter Dicky itu ‘Follows You’ dan itu artinya Dicky benar-benar sudah Follow Back twitter Shilla.

“AAAAA KOK BISA KOK BISA?! CERITA CERITA!!! BURUAANN!!” kini berganti cerita. Sivia yang menjadi teriak dibuatnya. Dan Sivia juga menggoyang-goyangkan tubuh Shilla seperti yang dilakukan Shilla kepada Sivia tadi.

“Jadi gini… blablabla” mulai lah Shilla menceritakan semuanya kepada Sivia dari awal hingga akhir. Dari A-Z. ternyata, Shilla sering memberi Dicky kata-kata bijak atau kata-kata penyemangat di mention setiap Dicky online. dan ternyata secara tiba-tiba ada 1 pemberitahuan di twitter Shilla. Ketika dibuka, ternyata itu adalah mention dari Dicky yang disertakan sebuah gambar yang sepertinya capture-an sesuatu.

Mention tersebut berisikan ‘thankyou @ashillazhtiara love this quotes <3’ yang besertakan gambar capture-an sebuah quotes atau kata bijak yang pernah Shilla berikan melalui mention kepada Dicky.

Tak lama kemudian, terdapat 1 pemberitahuan baru lagi di twitter Shilla yang ternyata isi nya adalah ‘Dicky M Prasetya Followed You’. Ketika mendapat pemberitahuan seperti itu, langsung lah Shilla berlari ke kamar untuk memberitahu adiknya –Sivia-.

As You Know, Shilla memang tinggal di Jakarta, namun sayangnya dia belum pernah sekalipun bertemu dengan Idola nya. alasan nya satu, ‘TIDAK DIIZINKAN PAPA NYA’ jadilah dia tidak pernah menonton SM*SH secara live ataupun foto bareng dengan SM*SH seperti fans-fans yang lainnya. Dia hanya bisa menonton SM*SH melalui tv atau Youtube –jika dia ketinggalan/tidak menonton di tv-.

*

Seorang cowok berhidung mancung dan berdagu lancip ini kini sedang membaca-baca mention di twitter nya. kadang dia senyum-senyum sendiri membacanya, tetapi sewaktu-waktu bisa saja senyuman nya itu berubah. Mungkin karena mention-mention yang masuk padanya tidak semua nya kata-kata yang baik. Ada juga kata-kata yang menghina dirinya.

Dicky –cowok itu- kini memang sedang membuka twitter nya di iPhone miliknya berhubung SM*SH sedang tidak ada jadwal manggung. Jadi dia hanya berdiam diri di apartement nya. ketika asik membaca-membaca mention yang masuk, mata Dicky langsung terhenti pada sebuah username yang selalu ditunggu-tunggu nya ketika dia online. Username yang selalu memberinya kata-kata bijak serta penyemangat nya. kini username yang ditunggu-tunggu nya itu akhirnya muncul juga. Dan tak lupa beserta kata-kata bijak yang diberikan oleh sang empu nya username.

Dicky memang tidak mengenal pasti siapa orang itu. yang Dicky tahu hanyalah, orang itu adalah seorang gadis cantik. Dicky sudah sangat hafal dengan username gadis itu. dan Dicky pun juga selalu mengikuti apapun kegiatan gadis itu di twitter.

Setelah membaca kata-kata penyemangat yang diberi oleh gadis itu, kini senyuman Dicky kembali terukir. Terbesit sesuatu dibenak nya. dengan cepat,  kedua jempol Dicky bergerak menelusuri layar touchscreen handphone nya. setelah selesai, senyum semakin lebar terukir di bibir mungil Dicky.

*

‘kak follback dong..’

‘siang kakak J

‘siang kak jangan lupa lunch ya kak J

Yaah… kurang lebih seperti itu lah mention-mention yang masuk di twitter Shilla. Sejak kejadian ‘Shilla di Follback Dicky SM*SH’, kepopuleran Shilla di jejaring social terlebih di dunia twitter semakin mengembangkan sayap nya. banyak SMASHBLAST –Fans SM*SH- maupun Fanadicky yang mengenal Shilla bahkan memohon-mohon kepada Shilla hanya sekedar untuk meminta Follow Back. Bahkan teman-teman sekolah Shilla dan Sivia juga sudah tahu bahwa Shilla di Follback oleh Dicky dan mendadak menjadi artis twitter.

Kenapa teman sekolah Sivia juga bisa tahu? Yap, ternyata author lupa kasih tahu kalian bahwa Shilla dan Sivia itu satu sekolah berhubung mereka hanya bertaut umur 1tahun. Shilla kelas 11, sedangkan Sivia masih kelas 10.

“gila kak banyak juga fans lo” takjub Sivia ketika membaca rentetan mention yang masuk kepada Shilla. Sekarang Sivia sedang iseng membaca-baca mention yang masuk di twitter Shilla, memang benar. Semenjak Shilla di Follback Dicky SM*SH, banyak saja yang me-mention Shilla. Bahkan ada juga yang me-mention Shilla dengan kata-kata kasar karena dia iri Shilla bisa di Follback Dicky.

*

“hei guys sorry telat” sapa Shilla kepada 3 teman nya yang sedari tadi sudah menunggu dirinya di salah satu Café di Mall. Shilla memang sedang janjian dengan teman-temannya. Ify, Pricilla dan Febby. Bukan hanya Shilla, tetapi Sivia juga ikutan.

“lama banget lo. kemana aja?” tanya Pricilla.

“tau deh Pris yang udah di Follback Dicky SM*SH, paling tadi sibuk ngeladenin mention-mention fans nya” timpal Ify.

“ih apa sih lo. biasa aja keles” kata Shilla seraya duduk dan diikuti Sivia.

“ih bener tau kak Ify, kak Pris, kak Feb, kak Shilla itu tadi sibuk balesin mention-mention fans nya dulu sampe lupa waktu janjian. Tau ngga fans-fans nya pada mention apaan?” kini Sivia ikut nimbrung dengan semangatnya.

“apa apa?” tanya Febby ikut semangat.

“gini nih ‘kak Shilla follback dong’ ‘kak jangan lupa makan siang ya’ kak.. blablabla’ duh gue aja yang baca nya sampe pusing sendiri kak. Jadi artis mendadak tuh dia” kata Sivia seraya dengan gaya yang mungkin terlihat ‘menjijikan’.

“ih iya tuh iya. Gue juga ngeliat Vi waktu Shilla ngebales-bales mentionnya. Gue aja kaget kenapa bisa ada yang mention ke Shilla kayak gitu haha beneran jadi artis twitter dia” balas Ify. yang digosipin –Shilla- malah manyun sendiri.

“udah ah udah ngapain jadi pada gosipin gue sih nih? Lo sih Vi mulai duluan.. pesen yuk” lalu mereka berlima memesan makanan dan memulai perbincangan ringan mereka yang diselingi tawa riuh mereka.

Maafkan lah aku.. Semua kekasih ku
Aku khianati... Semua janji-janji
Semua tulus cinta
Air mata.. kalian

Lantunan lirik lagu SM*SH-Demi Kalian mengalun indah di Café tempat Shilla dan kawan-kawan makan sekarang. Seketika Shillaa langsung menghentikan aktifitas makan nya. lalu menatap diam satu-per-satu teman-temannya termasuk Sivia. Mereka yang di tatap seperti itu oleh Shilla jadi bingung sendiri. Heran.

“kenapa kak?” tanya Sivia heran. Shilla masih diam, bahkan sekarang menaruh jari telunjuk nya di depan bibirnya menandakan untuk Sivia diam.

“kenapa sih?” tanya Pricilla tanpa suara yang terdengar seperti bisikan kepada Sivia. Yang ditanya malah menggedikan bahu tanda tak tahu.

Oh tak pantas lagi.. aku tuk memilih
Cinta di antara.. kalian semua
Oh sungguh memuakkan diriku.. ini

Teruskan… hidup kalian
Tanpa diriku… uuuu…
Percaya lah… maafkan
Aku tak seperti yang kalian harapkan

Tapi percayalah sayang
Cinta dari kalian
Sungguh aku rasakan
Sungguh aku fikirkan
Aku jatuh cinta
Pada kalian semua

Sampai alunan lagu itu berganti dengan lagu lain, baru lah Shilla kembali seperti posisi semula. Yang lain menatap Shilla bingung dan heran. Yang ditatap –Shilla- malah balik heran.

“kenapa? Kok liatin gue kayak gitu?” tanya Shilla heran.

“lo tadi ngapain nyuruh kita diem?” tanya Febby.

Shilla berpikir sejenak. Seperti ada penerangan bohlam diatas kepalanya, Shilla langsung nyengir “hehehe itu… tadi lagu nya SM*SH” jawab Shilla dengan cengiran khasnya. Ternyata Cuma itu?! hanya itu?! oh god! Teman-teman Shilla beserta Sivia dibuat melongo jadi nya.

Bersambung…

You Are My Dream *14



Shilla sedikit berlari-lari kecil untuk bisa lebih cepat datang ke tempat tujuannya, toilet. Pasalnya, sedari tadi Shilla sudah menahan hasratnya, namun baru kesampaian untuk dikeluarkan yah.. sekarang. U know lah maksudnya heuheu.

Ketika baru saja Shilla melangkah tak jauh dari Boutique tadi, tiba-tiba…

BRUUKK

“aww…” rintih Shilla karena tadi dia tak sengaja bertabrakan dengan… entahlah. Shilla tidak tahu siapa orang yang bertabrakan dengannya karena kini posisi Shilla sedang terduduk di lantai. Yang dia tahu hanyalah, kini ada 4 pasang kaki yang tengah berdiri dihadapannya. Sepertinya, dia bertabrakan dengan keempat orang itu.

“lo gapapa?” tanya salah seorang dari mereka berempat itu. jika didengar dari suaranya, sudah dipastikan dia seorang pria dan… masih muda –mungkin- jika dilihat dari sepatu dan celana yang mereka kenakan terlihat seperti style anak muda jaman sekarang.

“ah.. ya. gue gapapa kok. Gue aja yang ce…ro…bo..h” ooww. Kata-kata Shilla semakin melambat ketika melihat siapa kini yang tengah berdiri dihadapannya. Shilla kini tengah berada diposisi berdiri dan berhadapan dengan keempat pria yang sangat dikenal nya. salah satu nya adalah orang yang selalu dipikirkan Shilla setiap malam. Orang yang selalu mengganggu pikirannya setiap malam.

“Ka… kalian?” tanya Shilla gugup.

“hai Shil, kebetulan banget ya ketemuan disini? Lo kenapa? Kok ngeliatin kita kayak ngeliatin hantu gitu?” tanya orang yang sama dengan memberikan rentetan pertanyaan kepada Shilla karena dia heran melihat ekspresi Shilla yang tak seperti biasanya.

“ah.. engga kok Iel gapapa hehe iya ya kebetulan banget ketemu disini he..he..he” jawab Shilla gugup setelah sadar dari kekagetannya. Ternyata orang itu adalah Gabriel dan pastinya ada Rio, Cakka dan Alvin juga.

“lo sama siapa Shil kesini? Sendirian?” kini berganti Cakka yang bertanya.

“engga kok sama Ify, Via, Agni juga” jawab Shilla kini yang sudah kembali seperti semula.  

“loh? Mereka dimana? Kok ngga keliatan? Via mana?” tanya Alvin sambil clingukan.

Belum sempat Shilla menjawab, ternyata sudah dipotong oleh Rio “ada angin apaan nih? Kok Cuma Via doang yang dicari?” goda Rio sambil melirik-lirik kearah Alvin. yang dilirik Cuma salting sendiri.

“yaudah, gue duluan ya. Udah kebelet banget nih hehe. Byee” tanpa mendapat persetujuan dari keempat cowok-cowok keren itu, Shilla langsung berlari-lari kecil kembali ke tempat tujuan awal. TOILET.

*

“Ag, gue mau beli minum dulu nih, haus. Mau nitip ngga?” tanya Sivia kepada Agni yang kini tengah asik dengan games di dalam iPod touch nya.

“boleh deh boleh. Apa aja yang penting dingin ya. GPL” seru Agni persis seperti sedang memesan makanan di warteg langganan nya.

“sialan lo. lo kata gue warteg? Udah ah, gue pergi dulu. Sekalian, siapa tau ketemu sama Shilla. Lama amat tuh anak” gumam Via sendiri. Sebenarnya Via bermaksud ngobrol ke Agni, tapi berhubung yang diajak ngobrol seperti antara sadar dan tidak sadar, jadilah Sivia ngomong sendiri.

*

Ketika sedang mengitar-ngitari Mall, mata elang Cakka terhenti pada satu gadis yang sangat dikenal nya tengah duduk dalam sebuah… Boutique? Mana mungkin gadis itu pergi ke sebuah Boutique seperti ini? tapi… apa benar itu gadis yang dikenal nya? Cakka mengucek-ngucek matanya untuk memastikan apa yang dia lihat tidak salah. Ternyata benar, apa yang dia lihat memang tidak salah.

“woy Cak. Ngapain lo disana?” teriak Alvin yang ternyata sudah berjalan duluan dengan Rio dan Gabriel di depan. Seketika Cakka tersadar.

“eh engga kok” lalu Cakka kembali menyusul ketiga teman-temannya yang sudah berada didepan.

‘masa sih itu Agni? Apa gue salah liat ya? Ngga mungkin banget deh seorang Agni pergi ke Boutique kayak gitu. Ah.. mungkin dia nemenin nyokap’ batin Cakka bingung sendiri.

*

Shilla, Sivia, dan Agni sedari tadi masih setia untuk menunggu Ify keluar di sofa empuk ruang tunggu Boutique ini. Shilla sudah balik dari toilet, lalu Sivia juga sudah balik dari membeli minuman untuknya dan juga untuk Agni. Mungkin karena lelah, kini mereka bertiga sudah tertidur pulas di sofa empuk ruang tunggu ini. untung saja pengunjung Boutique ini tidak ramai. Apa kata orang-orang coba kalau-kalau melihat tiga gadis remaja, cantik sedang tertidur pulas disini?

Ketika sedang asik berada dalam alam mimpi masing-masing, Shilla, Sivia dan Agni merasakan ada seseorang yang menepuk-nepuk pelan paha mereka. karena merasa terusik, mereka bertiga pun bangun dengan mata masih setengah sadar. Ketika melihat siapa yang tengah berdiri dihadapan mereka sekarang, seketika mata mereka langsung melebar selebar-lebar nya.

Oh god! Siapa gadis cantik ini? cantik sekali… ini seperti sahabat mereka, Ify. eh tunggu..tunggu. jangan-jangan.. ini Ify sahabat mereka? apa benar ini Ify sahabat mereka? terlihat sangat berbeda sekali. Benar! Ini benar Ify sahabat mereka. Alyssa Saufika Umari.

Shilla, Sivia dan Agni kini menatap Ify dari ujung rambut hingga ujung kaki, balik lagi dari ujung kaki, hingga ujung rambut. Sangat berbeda. Seperti bukan Ify. memang, sebelum di make over pun Ify sudah terlihat cantik, namun ditambah dengan polesan make-up Ify semakin terlihat cantik. Apalagi kini Ify dibalut dengan dress selutut berwarna biru muda pilihan Sivia, ditambah dengan high heels 5cm berwarna hitam pilihan Shilla. Ify sangat terlihat cantik, terlebih kini Ify tidak menggunakan kacamata, dan rambutnya tidak diikat. Kini Ify memakai soft lens dan rambut nya pun diurai dengan sedikit sentuhan bergelombang.

“i..in..ini.. elo.. Fy?” tanya Via sedikit terbata karena masih tak percaya dengan hasil riasan Mbak Mince. Patut diacungi jempol. Mbak Mince yang kini masih berdiri disamping Ify sudah senyum-senyum bangga sendiri, puas dengan hasil nya.

“iya.. ini gue” jawab Ify dengan senyum terus terukir dibibir mungil nya.

“beda banget sumpah” gumam Agni takjub seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“cantik banget Fy” teriak Shilla histeris namun tertahan karena sadar kini dia sedang berada dimana.

Ify semakin mengembangkan senyumnya setelah mendengar pujian-pujian dari sahabat-sahabatnya “ini semua berkat kalian bertiga juga kok udah bantuin gue” ucap Ify.

“ehem…” suara deheman terdengar cukup keras disamping Ify. ternyata Mbak Mince yang barusan berdehem seolah berkata gue-juga-yang-bantuin-lo-keles. Ya… begitulah kira-kira.

“dan… pastinya juga berkat Mbak Mince yang udah make over gue. thanks yah Mbak” ucap Ify seakan sadar dengan deheman Mbak Mince.

“sama-sama say. Sering-sering kesini ya” ucap Mbak Mince tulus.

*

Sepulang nya mereka berempat dari Boutique, kini keempat gadis itu tengah duduk disebuah restoran mewah di Mall ini. sebagai tanda terimakasih, Ify memang berniat untuk mentraktir ketiga sahabat nya. dan kebetulan juga, Ify sudah lapar karena sedari tadi siang dia belum makan.

Banyak sorot mata yang menatap kearah meja Ify dan kawan-kawan. Mereka seperti melihat seorang artis besar yang sedang makan di restoran ini. Ify beserta sahabat-sahabat nya pun juga menjadi risih karena ditatap kagum seperti itu. ya… walaupun orang-orang itu menatap kagum nya ke Ify, tetapi mereka juga ikut risih. Terlebih para kaum adam yang tak hentinya melihat kearah meja mereka.

“guys, gue risih nih. Udah baju nya terlalu ngetat, kan jadinya bentuk tubuh gue jelas. Trus, orang-orang disini pada ngeliatin panjang juga” rutuk Ify pelan kepada ketiga sahabatnya.

“itu lah Fy resiko nya jadi orang cantik, emang harus gitu. Terlebih besok di sekolah lo harus siapin mental banget” ujar Sivia.

“loh? Emang besok di sekolah ada apaan?” tanya Ify polos.

“yaampun Ify, lo liat deh. Penampilan lo sekarang udah berubah total. Bukan Ify si Cupu lagi. orang-orang disini aja pada klepek-klepek ngeliatin lo, apalagi besok semua orang-orang di sekolahan? Gue yakin, kalo Rio liat penampilan lo sekarang, Rio langsung nembak lo haha” jawab Shilla bersemangat. Ify manggut-manggut aja. Dalam hati sih ngeaminin kata-kata terakhir Shilla tadi.

Sivia sudah berargumen, Shilla juga sudah panjang lebar. Lalu… Agni? Lagi-lagi dan lagi Agni sibuk sendiri. Disaat Ify, Shilla dan Sivia sibuk bertiga, Agni juga sibuk dengan dunia nya sendiri. Menyantap semua pesanan yang sudah di pesannya. Inget ya.. SEMUA PESANAN YANG DIPESANNYA. Berarti bukan hanya satu piring yang dipesannya, tetapi BANYAK.

Bersambung…

Minggu, 13 Oktober 2013

You Are My Dream *13



Kini keempat gadis-gadis cantik ini sudah berada didalam mobil Ify.  tujuan pertama mereka adalah… baca aja terus ntar juga tau hehe. Selama perjalanan, Sivia dan Shilla sibuk membolak-balik majalah fashion yang tadi mereka beli. Ify sibuk konsentrasi mengendarai mobil nya, sedangkan Agni… dia sibuk dengerin lagu dari iPod touch miliknya seraya kaki dinaikan ke kursi layaknya dia sedang makan di warteg. Oh my god…

Ada yang bingung kenapa Ify diizinkan keluar sama mama nya sedangkan dia sedang sakit? Dan ditambah lagi membawa mobil sendiri. Jadi gini, cukup dengan beralasan ‘Ify udah gapapa kok ma. Lagian kan ada Via, Shilla sama Agni yang bakal jagain aku’ ternyata mampu membuat Mama Ify memberikan izin untuk Ify keluar rumah.

“gimana? Udah ketemu yang pas belum?” tanya Ify yang pastinya bertujuan kepada Shilla dan Via. Kan Agni sibuk sama dunia dia sendiri….

“udah nih ntar lo pilih aja yang mana menurut lo sesuai sama lo” jawab Shilla.

“kalo lo Vi?” tanya Ify kini beralih kepada Sivia.

“amaan” jawab Via seraya mengacungkan jempolnya. Ify mengangguk sambil tersenyum senang. Semoga berhasil kata Ify membatin.

*

Ify, Shilla, Sivia dan Agni kini sudah berada di boutique yang terdapat di sebuah Mall. Boutique yang dimana menjual berbagai macam kebutuhan fashion. Di mulai dari pakaian, sepatu/high heels hingga perawatan kecantikan nya pun sudah tersedia. Ify sengaja memilih boutique ini agar lebih Simple. Ify juga sudah membooking dari kemarin.

Fyi saja, Ify sengaja ngajak Shilla, Sivia dan Agni untuk bolos sekarang untuk membantu dia make over seluruh penampilannya. Untuk apa? dia ingin terlihat cantik dan fashionable seperti Shilla dan Sivia. Dengan tujuan agar sang pujaan hatinya memiliki perasaan yang sama sepertinya. Siapa lagi kalau bukan Rio?

Disini, Ify membagi tugas kepada sahabat-sahabat nya. Sivia diberi tugas untuk mencari pakaian seperti dress, rok, celana maupun baju kaos yang bergaya. Shilla diberi tugas untuk mencari sepatu, high heels, accessories, tas dll. Lengkap sudah semua! Kini Ify Cuma butuh untuk di make over wajahnya. Di make over wajah nya bukan berarti Ify gadis yang sangat buruk rupa. Bukan… hanya rambut Ify akan dirubah bentuknya. Lalu… ah liat nanti saja.

Wait! Kemana Agni? Oh ternyata.. Agni hanya cukup diminta Ify untuk menemaninya selama di make over karena Ify tahu Agni tidak akan bisa diminta untuk memilih baju seperti Sivia dan memilih accessories seperti Shilla. Jika Agni diberi tugas seperti Shilla dan Sivia, maka hancurlah semua rencana nya. dari konsep yang girly abis, bisa-bisa berubah menjadi konsep rocker metal.

“selamat siang…” sapa salah seorang pegawai di Boutiques ini menyambut kedatangan Ify dan kawan-kawan.

“siang mbak.. saya Ify yang nelfon kemarin. Apa semuanya udah siap?”

“oh mbak Ify.. iya mbak sudah. Mbak sudah ditunggu sama Tata Rias nya di dalam dan untuk pakaian dll nya bisa dipilih di dalam saja nanti” kata pegawai itu kepada Ify dengan sopan.

“mari mbak ikut saya” lalu Ify, Shilla, Sivia dan Agni mengikuti langkah pegawai itu ke dalam.

“Mbak Mince… ini ada mbak Ify yang nelfon kemarin. Dia udah dateng” kata pegawai itu kepada seorang pria yang sedang membelakangi mereka. tunggu sebentar! Jika dilihat dari bentuk kepala, dia seperti seorang pria karena dia.. botak? Tapi jika dilihat dari cara berpakaian nya, dia seperti seorang wanita? Lalu, pegawai tadi pun memanggil nya dengan sebutan ‘Mbak’. Apa dia seorang wanita yang sedang mengidap penyakit keras yang mengakibatkan dia botak? Ah sudah lupakan saja…

Mendengar nama nya dipanggil, sang empunya nama –Mince- membalikan badan. Seperti ada efek kamera slow motion gitu, ‘Mbak Mince’ yang dimaksud menoleh kea rah mereka. oh god… ternyata dugaan nya salah, Mbak Mince yang dimaksud bukanlah seorang wanita yang sedang mengidap penyakit keras yang mengakibatkan dia harus botak seperti di film-film, namun ini wanita jadi-jadian. Maksudnya.. ehem.. Mbak Mince ini seorang pria yang berpenampilan wanita.

Mata dan mulut Ify, Shilla, Sivia dan Agni seketika langsung melebar.

“oh ya? Mana yang nama nya Ify?” tanya Mbak Mince dengan gaya yang sangat lemah gemulai beserta suara yang sangat lembut.

Seketika tersadar dari ke terkesimaannya karena nama nya disebut, Ify langsung mengangkat tangannya menunjukan bahwa dia lah yang bernama Ify.

“kamu yang nama nya Ify? hmm… yang mau di make over siapa?”

“saya mas.. eh buk.. eh..” jawab Ify bingung mau menyebut apa.

“hhh… panggil saja saya Mbak Mince. Saya kirain yang itu yang mau di make over” tunjuk Mbak Mince dengan nada sedikit menyindir kepada Agni yang sedang asik-asiknya ngupil. Semua menoleh kea rah Agni yang memang berdiri dipaling belakang seraya sibuk menggali lebih dalam lagi hidung nya. ew.

Agni yang lagi asik dengan dunia nya sendiri ternyata masih sadar bahwa ada 5 pasang mata yang berigidik jijik melihatnya. Seketika Agni langsung menurunkan tangannya dari hidungnya. ‘sial. Lagi asik juga eh pake diliatin’ rutuk Agni dalam hati seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

“ya sudah.. yuk cyin ikut saya” Mbak Mince pun berjalan duluan dan diikuti Ify yang sebelumnya berucap kepada ketiga sahabat nya. ‘jangan lupa guys sama tugas yang gue bilang. Please banget gue mohon cari yang bagus dari yang terbagus. Dan… lo Agni! Ikut gue, temenin gue di make over”

“okee beress” ucap ketiga sahabat Ify dan Agni pun mengikuti langkah Ify.

*

Butuh waktu berjam-jam bagi Agni hanya untuk menemani Ify di make over di ruang tunggu. Sudah 3 jam dia menunggu Ify namun sampai sekarang batang hidung Ify pun belum tampak keluar. Bahkan dia juga sudah terlelap tidur selama 2 jam. Dan ketika Shilla dan Sivia datang menghampirinya, barulah Agni terbangun hingga sekarang. Yap, 1 jam yang lalu Shilla dan Sivia sudah selesai memilih-milih barang keperluan Ify.

“lama banget sih. gue laper nih” rutuk Agni kepada Shilla dan Sivia seraya mengelus-elus perutnya.

“lo sabar dulu kek Ag, bentar lagi juga siap” jawab Sivia seraya memainkan i-Phone nya.

“eh iya guys gue ke toilet bentar ya kebelet nih”pamit Shilla seraya berlari keluar boutique yang hanya dibalas dengan anggukan dari Agni dan Sivia.

*

Bersambung…