Sesekali Cakka melirik kea rah Sivia yang masih
melahap es krim nya dengan semangat. Cakka menghentikan mobil nya dipinggir
jalan. Padahal rumah Sivia masih jauh.
“loh kok berhenti?” tanya Sivia heran. Cakka
menatap Sivia dalam-dalam. Dia mulai mengarah kan badannya kea rah Sivia. Wajah
nya mulai mendekat ke wajah Sivia. Cemas. Ya, Sivia cemas dengan sikap Cakka
sekarang.
“eh ngapain nih anak deket-deket?” batin Sivia
cemas.
“eh eh.. ngapain lo deket-deket?” tanya Sivia
cemas. Dia takut Cakka akan macam-macam dengannya.
“sstt diem dulu” Cakka semakin mendekati Sivia.
“eits.. eits.. jangan mac…” belum Sivia selesai
berbicara, Sivia dibuat terpaku oleh Cakka. ternyata Cakka menyapu bersih bibir
Sivia dengan jarinya. Ada sisa es krim disudut bibir Sivia.
“kalo makan tuh jangan kayak anak kecil. Cukup
sifat lo aja kayak anak kecil” Cakka kembali menjauhkan tubuhnya setelah
selesai membersihkan bibir Sivia.
*
Sore ini Gabriel berkunjung ke rumah Shilla.
Sudah lama sepertinya dia tidak berkunjung kerumah Shilla untuk sekedar pergi
main atau bertemu mama Shilla. Gabriel semakin akrab dengan Shilla setelah
kejadian Shilla menjauhkan Gabriel itu.
“Shil jalan yuk” ajak Gabriel kepada Shilla
yang sedang asik menonton tv.
“kemana?” tanya Shilla yang sibuk
menggonta-ganti channel.
“kemana kek. Bosen nih gue”
“ah males ah. Ntar kayak dulu lagi, lo ajak gue
pergi eh ngga tau nya malah muter-muter di toko buku doang”
“janji deh kali ini engga kayak gitu lagi”
“beneran loh ya?”
“iya iya”
“traktir gue tapi”
“kapan sih gue pergi
sama elo, elo nya bayar sendiri atau yang ngebayarin gue? yang ada gue selalu
bayarin lo kali”
“hehehe iya ya? Ya udah gue ganti baju dulu”
“buraann. Ngga pake lama”
“IYAAA” teriak Shilla yang kini sudah berjalan
agak jauh dari ruang tamu nya.
*
“sayang..” rajuk Rio manja kepada Ify yang kini
duduk disampingnya. mereka berdua kni sedang duduk-duduk ditaman komplek dekat
rumah Ify. semenjak mereka berpacaran, sifat Rio berubah. Dia bukan Rio yang
dulu lagi. kini Rio lebih manja. Tapi dia hanya manja kepada Ify seorang.
“apa?” tanya Ify. dia asik melihat anak-anak kecil
yang sedang bermain dengan anak-anak seumuran mereka.
“jalan yuk” ajak Rio dengan nada yang semakin
manja. Dia semakin menggelayutkan tangan kanan nya ke tangan kiri Ify. dengan
senang hatipun Ify membiarkan saja Rio bergelayut ditangannya dan bersikap
manja kepadanya.
“emang sekarang kita belum jalan ya?”
“belum. Ini kan masih sekitar rumah kamu.
Maksud aku tuh jalan ke mall gitu. Gimana? Mau ngga? Mau dong mau yayayaya”
“ya udah deh. Kalo aku bilang engga pun kamu
pasti maksa. Ih dasar manja” Ify mencubiti hidung Rio gemas.
“asiik. Ya udah kita berangkat sekarang yuk
ntar kemaleman lagi pulangnya” Rio dan Ify segera beranjak meninggalkan taman
dan pergi menuju mall.
*
Gabriel dan Shilla sudah sampai di Mall. Mereka
memilih untuk makan dulu karena sebelum ke Mall tadi mereka belum makan.
Terlebih cacing-cacing diperut Shilla semakin mendemo untuk diberi makan.
Ketika mereka sedang bercanda-canda sembari
menunggu pesanan datang, seorang gadis bertubuh tinggi, bergaya modis, dan
cantik mendatangi meja Shilla dan Gabriel dengan wajah yang… entahlah.
“oh.. jadi ini alasan kamu selalu ngga mau kalo
aku ajak jalan?! Iya?! Gara-gara cewe kayak gini kamu akhir-akhir ini menjauh
dari aku?!” tuding gadis itu langsung ketika baru sampai di meja Shilla dan
Gabriel. Shilla dan Gabriel yang benar-benar kaget akan kedatangan gadis itu
menjadi gelagapan sendiri.
“kenapa pada diem? Ngga bisa jawab pertanyaan
gue?” gadis itu semakin memojokan kedua orang dihadapannya sekarang ini. dua
orang yang sedang gelagapan seperti tertangkap basah selingkuh. Apa benar
mereka terlihat seperti seorang kekasih? Dan Shilla sebagai selingkuhan?
“sabar Ngel, aku bisa jelasin. Ini ngga seperti
yang kamu kira” Gabriel berusaha memberi penjelasan kepada gadis itu yang
ternyata adalah Angel, pacar dari Gabriel. Shilla yang sepertinya merasa
bersalah hanya bisa menundukkan kepalanya.
“penjelasan apa lagi hah?! Ini semua udah lebih
dari cukup, Iel! Dari dulu gue udah curiga sama lo berdua, terutama sama nih
cewe kegatelan!.....” Angel menunjuk Shilla dengan tangan kanan nya. Shilla
semakin menundukkan kepalanya. Takut bercampur malu karena pengunjung restoran
dan Mall mulai berkumpul untuk melihat ada kejadian apa.
Ify dan Rio yang kebetulan juga mengunjungi
Mall yang sama dengan Shilla-Gabriel kaget ketika tahu kedua sahabat merekalah
yang sekarang menjadi tontonan para pengunjung.
“dia punya nama, Nge!” bela Gabriel dengan
sedikit membentak Angel karena tak terima sahabatnya dari kecil dihina seperti
itu.
“oh.. bagus ya. Jadi sekarang kamu udah berani
ngebentak aku Iel? Sejak kapan? Hah? Jawab! Sejak kapan kamu berani ngebentak
aku kayak barusan? semenjak cewe gatel ini ngegantiin posisi aku dihati kamu?
Iya?!”
“Ngel, kita berdua bisa jelasin. Lo duduk dulu.
Malu diliatin orang, Ngel. Kita bisa jelasin ini baik-baik kan?” Shilla mulai
membuka suaranya.
“apa lo bilang? Malu? Lo malu karena
orang-orang disini tau kalo lo udah ngerebut cowo gue? iya?! Hhh..
sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Lo inget itu! dan satu
lagi… gue ngga bisa selesaiin masalah ini baik-baik. Jadi.. lo tunggu aja apa
hadiah special gue buat lo nanti”
“Angel! Apa maksud lo ngancem Shilla kayak
barusan, hah?! dia ngga salah, Ngel. Lo salah artiin kedekatan kita berdua!
Kita Cuma sahabatan, ngga lebih. Lo sendiri juga tau kan kalo gue sama Shilla
udah sahabatan dari kecil? Dulu lo fine-fine aja liat kedekatan gue sama
Shilla. Tapi kenapa sekarang lo jadi gini sih?!” Gabriel sudah tak bisa menahan
emosi nya lagi. dia seakan melupakan bahwa sekarang yang sedang dibentaknya itu
masih berstatuskan ‘KEKASIH’ nya.
“SEMENJAK LO NGEHINDAR DARI GUE DEMI CEWE INI!
LO PIKIR GUE NGGA TAU? DISAAT GUE AJAK LO JALAN, LO BILANG LO SELALU NGGA BISA.
DAN DISAAT ITU JUGA GUE NGELIAT DENGAN MATA KEPALA GUE SENDIRI LO JALAN
BERDUAAN SAMA DIA! GUE NGELIAT HAL SEMACAM ITU NGGA CUMA SEKALI! TAPI BERKALI-KALI!
DAN KALI INI GUE UDAH MUAK NGELIAT KALIAN BERDUA SEMAKIN DEKAT!” Angel
meluapkan semua emosinya. Semua unek-unek nya didepan umum. Dia tidak
mempedulikan betapa malunya dirinya saat ini.
“kita PU-TUS” Angel menakankan kata-kata
terakhirnya dan langsung pergi meninggalkan Gabriel dan Shilla beserta
orang-orang disekitar sana. Gabriel terdiam mendengar ucapan terakhir Angel.
Dia memang ingin berencana memutuskan Angel, tapi tidak dengan cara memalukan
seperti ini. terlebih sahabatnya sendiri, Shilla harus malu dengan cara seperti
ini didepan umum.
Angel sudah merencanakan semuanya dari dulu.
Dan kini saatnya, semua akan dijalankannya. Rencana pertama sudah terlintas
dibenak Angel ketika gadis ini melangkahkan kaki meninggalkan restoran. Dan
tentu saja dia menjalan misi nya bukan hanya sendiri, tetapi ada seorang lagi
yang akan bisa membantunya untuk menjalankan rencana nya dengan lancar.
Ify dan Rio yang menyaksikan semua ini hanya
bisa berdoa yang terbaik untuk kedua sahabatnya terlebih Shilla karena mereka
takut Angel tidak main-main dengan ancaman nya tadi.
“Iel, Shil. Kalian yang sabar ya”
“Angel Cuma salah paham aja kok sama kalian”
Bersambung…
Ngaret abis sumpah demi apa ini ngaret banget
aku posting SJC part 19 hahaha sorry guys soalnya kemaren-kemaren otakku ngga
ada inspirasi buat ngelanjutin SJC part 19. Ini aja mendadak inspirasinya haha
entahlah saya sendiri juga bingung dengan alur nya-_- maafkan saya jika
ceritanya rada berbelit-belit. Ngerti ngga ngerti sama ceritanya, ngertiin aja
deh ya karena ini bukan novel yang sempurna dengan adanya seorang editor huhu
Follow twitter aku ya @elviraeryos kalo kalian mau cerbung fav nya aku kabarin
setiap ada postingan baru, kalian cukup mention aja ke twitter aku. contoh:
‘@elviraeryos aku suka sama cerbung SJC nya, lanjutin ya’ begitulah intinya
kalian mention ke aku hehe jadi nanti kalo aku ngeposting SJC part selanjutnya,
nanti aku kabarin di dm. okey ;) dan kalo mau fast respon, kalian ask aja aku
di askfm @elviraeryos juga. Soalnya aku sering online askfm dibanding twitter
hehe twitter pun juga boleh kok
