Sabtu, 19 Juli 2014

You Are My Dream *18



Semenjak sepulang sekolah tadi, Rio uring-uringan sendiri di kamarnya. Dia memikirkan mengapa semuanya jadi berbalik seperti ini. yang awalnya dia marah dengan Ify, tapi sekarang berubah menjadi Ify yang marah dengannya. Padahal awalnya Rio marah dengan Ify hanya kesal sejenak saja, bukan marah sungguhan.

“argghhhh kenapa sih dia?”

*

Sudah 3 hari sejak perubahan penampilan Ify yang drastis. Sejak itu lah Ify semakin di gila-gilai para kaum adam sekolahan. Setelah banyak yang mengetahui bahwa ada perselisihan antara Ify dan Rio, semakin gencar para siswa-siswa mendekati Ify. setiap hari setiap pagi pasti ada saja hadiah yang bertengger dimeja belajar Ify dikelas. Semakin gencar mereka mendekati Ify, semakin panas pula hati Rio melihatnya. Terlebih Ify menanggapi orang-orang itu dengan senyuman manisnya.

“sabar Yo” ujar Alvin sambil menepuk-nepuk pundak Rio pelan. Kini Rio, Alvin, Gabriel dan Cakka sedang menatap Ify yang sedang dikerumuni cowo-cowo sekolahan dari kejauhan. Rio menatap Ify tanpa semangat. Dia tidak mengira semua berubah secepat ini.

“gue heran deh. Kenapa sih Ify tiba-tiba berubah gini? ngga ada angin ngga ada hujan eh tiba-tiba dia kesekolah udah cantik begini. Agni aja kalah” ceplos Cakka tanpa pikir panjang yang berhadiahkan ditatap tajam oleh Rio yang hanya dibalas cengiran oleh Cakka.

“elo sih bego. marah kan si empu nya” rutuk Gabriel kepada Cakka.

“ya.. kan mereka belum jadian. Sebelum janur kuning belum melengkung, berarti masih ada kesempatan dong” jawab Cakka polos yang semakin mendapat tatapan membunuh dari Rio.

“kayaknya gue mesti laporin ke Agni nih” ancam Rio dingin. Kini tatapannya sudah menatap lurus kearah Ify yang masih saja dikerumuni fans-fans nya.

“e jangan Yo jangan”

“makanya jangan macem-macem lo”

“iya deh iya” Gabriel dan Alvin sudah cekikikan melihat ekspresi bodoh Cakka.

‘kenapa sih lo jadi berubah gini Fy? lo tau? Gue lebih suka elo yang dulu. Elo yang sederhana, apa adanya. Bukan yang sekarang yang penuh dengan keglamouran. Lo berubah Fy. lo sekarang memakai topeng’ batin Rio.

Dari tempatnya, Ify melihat jelas bahwa sedari tadi Rio menatapnya tak henti-henti. Ify merasa tidak enak juga dengan Rio karena sudah beberapa hari ini dia menghindar dari Rio. kini konsentrasi Ify terbagi dua. Antara melayani fans-fans nya dan mencuri-curi pandang kearah Rio. ketiga sahabat Ify juga berdiri disamping Ify.

“Fy, Rio tuh” bisik Sivia yang juga melihat. Ify diam saja tidak menanggapi omongan Sivia.

“lo marah beneran sama dia?” tanya Shilla kini. Ify tetap diam saja.

“damai kek lo sama dia. Risih nih gue di sms mulu sama si Cakka minta tolong bikin lo damai sama Rio. damai aja sana” cerocos Agni santai. Ify tetap diam saja. Dia malah jalan duluan ke kelas yang mendapat desahan kekecewaan dari fans-fans nya yang ditinggal.

“tuh tuh liat. Makin songong aja si Ify. baru gitu aja udah sok ngartis. Dih sok kecantikan” ucap Dea –teman Angel-. ternyata sedari tadi Angel and the geng memperhatikan Ify juga dari jauh. Mereka menatap Ify dengan tajam. Mereka merasa semenjak perubahan drastis Ify itu, pamor mereka sebagai ‘Cewe Cantik’ disekolahan itu turun.

“kayaknya kita perlu kasih pelajaran sama dia” ucap Zevana. Mendengar usul Zevana, Angel langsung menatap Zevana dengan mata yang berbinar-binar.

you have a idea?” tanya Angel kepada Zevana dengan senyum sinis nya.

“urusan itu gampang.. serahin aja ke gue”

Sepertinya kali ini Angel benar-benar akan melancarkan misinya.

*

Hari ini pelajaran olahraga. Salah satu pelajaran yang dibenci Ify. berhubung materi pelajaran olahraga sekarang adalah Basket, Ify tidak ikut berolahraga dengan alasan dia sakit kepala. semua teman-teman sekelas Ify satu per satu mulai berlarian ke lapangan. Tanpa terkecuali Sivia, Shilla dan Agni juga sudah pergi ke lapangan. Kini tinggal Ify sendiri dikelas.

Rio entah kenapa saat ini juga merasa malas untuk ikut olahraga. Padahal materi kali ini adalah olahraga yang sangat disukai Rio. tapi entah kenapa Rio sangat malas untuk ikut olahraga hari ini. Rio memilih duduk-duduk di kantin saja melihat kearah lapangan. Kebetulan dari arah kantin, kita dapat melihat ke lapangan luas ditengah sekolah sana.

“bosen. Ngapain ya?” gumam Rio. dia bingung sendiri. Tidak ada kegiatan yang dilakukannya.

“ ke kelas aja deh tiduran” Rio melangkah menuju kelasnya. Sesampainya dikelas, dia mendapati Ify tengah duduk dibangku nya sendirian.

“Ify?”

“Rio?” kaget Ify ketika mendapati Rio juga tidak ikut olahraga. Dengan cepat Ify bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan kelas.

“Fy! Fy Ify!” panggil Rio setenga berteriak berusaha mencegah Ify. tapi sayang, gadis itu tetap tidak menghentikan langkahnya.

“kenapa sih dia?”

*

Ify masuk ke dalam toilet perempuan. Sedari meninggalkan kelas tadi, Ify bingung ingin pergi kemana karena dia memang tidak ada tujuan. Dia melangkahkan kaki kemana pun dan akhirnya berlabuh di toilet.

Di dalam toilet Ify hanya berdiri di depan kaca westafel sambil memandangi dirinya yang kini sudah berubah menjelma menajdi seorang Princess.

Dari luar terdengar suara pintu terkunci. Ify menengok sebentar dan sesaat dia langsung terburu-buru berlari kearah pintu masuk toilet. Benar dugaannya. Ternyata pintu toilet tidak bisa dibuka. ada yang sengaja mengunci Ify dari luar.

“TOLOONNGG!!” teriak Ify berusaha mencari bantuan.

“TOLONGIN GUE HEY! SIAPAPUN DILUAR BUKAIN PINTUNYAAA”

Dari luar toilet, tiga orang cewe sedang bertos ria dengan senang hatinya karena rencana mereka berhasil. Siapa lagi kalau bukan Angel, Zevana dan Dea? Mereka senang karena sudah berhasil menguncikan Ify di toilet. Bukan ini saja rencana mereka untuk mengerjai Ify. tapi masih ada selanjutnya.

“mampus lo!” lalu ketiga cewe itu pergi meninggalkan toilet.

Di kelas, Rio menjadi gelisah sendiri. Entah kenapa tiba-tiba dia mendapat firasat aneh tentang Ify. dia merasa Ify sedang dalam bahaya.

“si Ify kemana sih?”

“kenapa sih Fy lo jadi ngejauhin gue gini? gue salah apa sama lo?”

“duh Fy lo kemana sih? balik dong. Gue khawatir kalo sampe lo kenapa-napa”

Rio sibuk mondar-mandir sendiri dikelas. Khawatir ada sesuatu yang terjadi dengan gadis itu. setelah merasa cukup untuk bermondar-mandir ria tidak jelas itu, Rio memilih untuk ke toilet sebentar karena hasrat alamnya sudah datang *iniapa(?)*

Sesampainya di depan toilet, Rio merasa ada yang tidak beres dengan toilet perempuan yang berada tepat disamping toilet pria. Tidak biasanya toilet disekolahan ini rusak. Sudah tiga tahun Rio bersekolah disekolah ini, tidak pernah sekalipun yang namanya toilet rusak karena sekolah ini sangat menjaga sekali fasilitas yang ada.

“tumben nih toilet rusak?” gumam Rio ketika membaca tulisan yang ada didepan pintu toilet perempuan. ‘Toilet Rusak’.

“ah biarin aja” Rio mencoba tidak mempedulikan hal itu. dia memilih langsung masuk kedalam toilet. Tak berapa lama, Rio kembali lagi keluar, menatap pintu toilet perempuan. Kali ini dia benar-benr merasa ada yang tidak beres dengan toilet itu.

Ketika Rio sedang berpikir keras di depan toilet perempuan, terdengar sebuah gedoran keras dari dalam sana dan juga suara cewe berteriak meminta-minta tolong.

“loh? Ada orang?” kaget Rio ketika mendengar suara itu. Rio semakin mendekat ke depan pintu toilet. Dia merasa tidak asing lagi dengan suara itu.

“ini kan suaranya… IFY?! YAAMPUN IFYYY!!! IFY LO DIDALEM? INI GUE RIO” Rio langsung berteriak dari luar toilet ketika teringat suara itu sangat mirip dengan suara Ify.

“RIO GUE DIDALEM. TOLONGIN GUE YOOO”

“SABAR FY SABAR GUE COBA CARI KUNCI CADANGAN SAMA OB. LO TUNGGU DI DALEM YA FY LO TENANG”

”IYA YO CEPAT” Rio langsung berlari mencari Office Boy atau Office Girl.

Bersambung…

nah cerbung yang ini nih guys aku mohon maaf bangeeett. udah lama banget aku ngga posting kelanjutan You Are My Dream eh sekalinya aku ngeposting cuma 1 part and... pendek banget:( u know lah alasan aku apa, otakku buntu di semua judul cerbung-cerbungku:(

I Love U Before I Meet U *3



Di sekolah, tak henti-hentinya teman-teman Shilla menanyakan perihal tentang SM*SH kepadanya terlebih tentang Dicky. Berita tentang foto instagram Shilla di like Dicky dan Rangga, bahkan berita bahwa twitter Shilla di follback Dicky sudah tersebar seantero sekolah.

“gila Shil lo makin terkenal aja. Azek” ucap Pricilla ketika Shilla, Pricilla, Ify dan Febby berada dikantin pada jam istirahat.

“lo emang lucky fans banget” sambung Febby.

“HALLO KAKAK-KAKAK YANG CANTIK TAPI MASIH CANTIKAN GUEEE” tiba-tiba Sivia datang kemeja mereka dengan suara menggema yang tidak biasa.

“SIVIA DIEEEEMMM” teriak Shilla, Ify, Pricilla dan Febby kompak. Mendengar teriakan dari kakak-kakak kelasnya ini, Sivia langsung kicep dan memilih diam saja. Dia langsung duduk disamping kakaknya.

“lagi ngomongin apa nih kakak-kakak?” tanya Sivia sok akrab walaupun memang akrab.

“ngomongin artis seleb twitter yang baru-baru ini terkenal Vi gara-gara Dicky sama Rangga smash” sindir Ify.

“oh iya dia. Siapa sih nama nya? Ashilla bukan sih kak? Oh ya Ashilla. Dia itu ya kak, sok ngartis banget kalo di twitter. Apalagi kalo ada yang bilang dia cantik, dia langsung bales sok ramah gitu. Trus dia suka sok misterius gitu kalo ngemention Dicky. Ih apa banget deh” ucap Sivia panjang lebar seakan orang yang dimaksudnya tidak ada.

“ih bener banget Vi. Semenjak di follback Dicky smash, si Ashilla Ashilla itu makin sering online twitter” sambung Pricilla ikut-ikutan. Shilla yang mendengar merasa panas karena disindir oleh adiknya dan temannya sendiri.

“trus ya kak… blablabla”

“SHUT UP!” lama-lama Shilla risih juga.

“apaan sih kak? Lagi asik nih” ucap Sivia pura-pura kesal karena acara bergosip ria nya terganggu.

“lo ngomong kayak gitu kayak gue ngga ada aja ya?”

“lah? Emang gue ngomongin lo? engga kok. Gue ngomongin Ashilla bukan elo” jawab Sivia dengan tampang innocent nya.

“gue Ashilla, Sivia sayaaaang”geram Shilla.

“loh? Elo kan Shilla kak bukan Ashilla. SHIL-LA, ASHIL-LA. Beda kan?”

“SIVIAAAA MATI LO DIRUMAAH” alhasil Shilla dan Sivia pun berkejar-kejar di kantin. dua kakak beradik ini tidak perduli dengan tatapan para pengunjung kantin. mereka menganggap ini dirumah. Jika dirumah mereka memang sering seperti ini. seperti kucing dan anjing.

Pengunjung kantin pun sudah terbiasa akan hal ini. kakak beradik yang setiap hari selalu kejar-kejaran di kantin, di koridor sekolah di taman, lapangan, atau dimanapun disekitar pekarangan sekolah.

“gue ngga tau apa yang ada diotak kakak beradik itu sampe ngga malu lari-larian kayak gitu” gumam Ify sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seraya melihat dua kakak beradik itu berkejaran.

“mereka dua saudara yang sama-sama aneh” sambung Febby.

*

Dirumah, Shilla dan Sivia sedang berbincang-bincang tentang quiz yang akan diadakan SM*SH. Acara itu akan diadakan satu bulan lagi. dan kini Shilla dan Sivia sedang mempersiapkan segalanya. Mulai dari menyiap barang-barang koleksi SM*SH untuk difoto, hingga mempersiapkan mental untuk minta izin kepada Papa mereka. 

“pertama, kita mesti foto dulu barang-barangnya” ucap Sivia bak seorang komandan. Shilla mengangguk dan langsung menyusun barang-barang koleksinya. Lalu meraih kamera nya dan mulai membidik. KLIK! Satu foto sudah jadi untuk Shilla.

Kemudian barang-barang koleksi itu dipindahkan, disusun kembali dan difoto kembali. Tujuannya agar tidak ketahuan bahwa mereka memakai barang yang sama jadi lah mereka membedakan  background foto nya.

“selanjutnya, kita minta izin sama mama buat keacara itu”

“trus papa?”

“kita mulai mengerjakan sesuatu itu dari yang termudah kak. Kalo minta izin sama papa itu masalah tersulit, makanya itu terakhir aja” ucap Sivia sok pintar.

“oh yaya. Yuk kebawah”

Sesampainya dibawah, mereka mendapati mama yang sedang sibuk sendiri di dapur. Mereka langsung menghampiri mama nya. Sivia langsung bergelayut manja di pergelangan tangan mama nya, sedangkan Shilla malah sok-sok membantu.

“loh loh? Ada apa nih? Tumben banget ke dapur. Kalian mau apa?” Mama mereka sudah bisa menebak jika anaknya sudah seperti ini, pasti ada maunya.

“hehe mama tau aja. Ma kita boleh ikut dinner bareng idola kita ngga ma?” ucap Shilla manja.

“emang kapan?” tanya mamanya lembut namun tangannya masih sibuk memotong wortel.

“sebulan lagi sih ma. Dia acara nya itu di pilih gitu ma. Jadi, syaratnya cukup foto barang-barang koleksi kita yang bersangkutan sama smash, trus kirim deh ke alamatnya. Nanti kita tunggu pengumumannya dan bakal dipilih 6 orang yang beruntung” jelas Shilla.

“kita berdua boleh ikut ya ma? Yaya ma” pinta Sivia.

“emang kalian udah kepilih buat dinner bareng smash itu?”

“belum sih ma hehe tapi kan siapa tau aja kita berdua beruntung” jawab Shilla.

“mama sih ngebolehin aja tapi ngga tau deh sama papa kalian. Nanti biar mama coba ngomong sama papa kalian ya”

Mendengar kalimat terakhir mama, Shilla dan Sivia senang bukan main. Tugas terakhir mereka terasa agak ringan dengan bantuan mama.

“makasih mama” sorak kedua kakak beradik itu dan mencium pipi mama nya kiri dan kanan bergantian lalu mereka langsung kabur keatas. Buk Wiwid –mama Shilla Sivia- menatap kepergian kedua buah hatinya dengan gelengan kepala.

*

Malamnya, ketika Shilla dan Sivia sibuk berbincang banyak hal dikamar, terdengar suara teriakan Mama dari bawah yang meminta mereka untuk turun segera.

“kenapa Ma?” tanya Shilla menghampiri Mama nya yang berada diruang keluarga sedang menonton TV dan ternyata ada Papa nya juga.

“eh ada Papa juga” sahut Sivia dan mereka berdua langsung duduk disofa dihadapan orang tuanya.

“ehem.. bener kalian mau ikut acara boyband itu?” tanya Papa membuka topik pembicaraan.

Shilla dan Sivia sudah berpikir bahwa mama mereka pasti sudah berbicara dengan papa. Dengan harap-harap cemas Shilla dan Sivia mengangguk.

“kapan acaranya?”

“bulan depan pa. jadi, nanti itu kita ikut syarat acaranya dulu. Kirim foto koleksi kita tentang smash. Trus kita kirim. Trus….” Shilla berceloteh panjang lebar dengan semangatnya.

“yaudah papa izinin”

Mendengar 3 kata dari mulut papa nya itu, Shilla dan Sivia ternganga tidak percaya bisa mendapat izin. Biasanya mereka tidak pernah dapat izin jika sudah bersangkutan dengan ARTIS.

“beneran pa?” tanya Sivia tidak percaya.

“ngga. Papa lagi becanda! Kalo kalian ngga mau yaudah papa sih malah seneng kalo kalian ngga ikut” ucap Papa dengan tenang.

“ngga ngga ngga ngga! Iya kita jadi ikut” teriak Shilla dan Sivia kompak.

“tapi.. ada syaratnya”

“apa?” sahut Shilla dan Sivia cepat.

“kalian ngga boleh terlalu memperlihatkan fanatic kalian didepan mereka”

“loh? Kenapa pa?” tanya Sivia yang pastinya juga mewakilkan pertanyaan diotak Shilla kini.

“terkadang ada artis yang memanfaatkan kefanatic-an fans mereka. mereka seperti mendapat tambang emas ketika mereka tau ada fans yang terlalu fanatic dengan mereka. mereka memanfaatkan itu sebagai mata pencaharian nya”

“maksud papa?” tanya Sivia yang terkadang memang susah untuk menangkap perkataan seseorang.

“mereka ngga kayak gitu kok pa. malahan nih ya, smash itu paling ngga suka kalo punya fans fanatic. Kita berdua juga ngga bakal sefanatic yang papa kira kok kalo ketemu smash. Mereka itu ngga suka sama fans yang fanatic karena itu merugikan dia dan juga merugikan si fans nya juga. Mereka rugi karena kehidupan pribadi mereka diurusin sama fans-fans fanatic mereka. kemana-mana mereka pergi selalu diikutin. Dan juga rugi sama fans itu sendiri karena mereka terlalu royal untuk beli ini-itu hanya untuk membeli semua yang berhubungan dengan sang idola. Padahal mereka bisa nabung uang itu untuk masa depan mereka” ucap Shilla panjang lebar.

Sivia menganga. Mendengar ucapan Shilla, Sivia sedikit-sedikit mengerti dengan maksud perkataan papa nya tadi.

“yaya papa iyain aja biar kamu ngga ngambek. Berarti kamu juga rugi” ucap papa nya mengalah.

“rugi? Kenapa?” tanya Shilla bingung.

“kan kamu selalu beli barang-barang yang berhubungan dengan smash. Papa bisa tebak kalo koleksi barang smash kamu itu banyak dikamar. Berarti kamu ru….gi”


“hehehehehe” Shilla hanya bisa cengengesan.

*

Sebaliknya mereka berdua ke kamar, mereka berdua senang bukan main. Mereka sedang berbaring dikasur dengan pemikiran yang sudah melayang-layang membayangkan apa saja yang terjadi jika nanti mereka bertemu dengan SM*SH.

Walaupun Sivia bukan SMASHBLAST, tapi dia juga ikut senang dengan izin papa nya tersebut. Siapa yang tidak senang jika bertemu dengan seorang artis? Terlebih dengan artis seterkenal SM*SH yang fans nya sudah mencapai Korea, Malaysia, Brunei, Singapore dan lainnya.

Bersambung…

Maaf kalo part yang ini lebih pendek. Soalnya aku udah ngga ada ide lagi buat nyambung part yang ini haha follow twitter/instagram/askfm aku ya @elviraeryos J kalo mau tanya-tanya tentang cerbung atau lainnya, ask aku aja di askfm soalnya aku jarang online twitter. tapi ke twitter juga boleh hehe

Devil Girl Falling In Love *3



Ternyata Rio membawa Ify ke suatu danau diluar Jakarta. Ify tidak tahu dimana persisnya karena selama perjalanan Ify memilih untuk tidur sejenak.
Udara disekitar danau sangatlah sejuk. Pepohonan banyak yang mengelilingi danau sehingga mempersejuk udara disekitar sana. Ify memejamkan mata sambil duduk ditepi danau menikmati udara segar yang sudah lama tidak dirasakannya.
Rio memandang gadis yang tengah duduk disebelahnya saat ini. Pikiran Rio melayang kemana-mana ‘apaan sih gue? ngga mungkin kalo gue minta tolong sama dia’ pikir Rio.
“heh anak kecil” panggil Rio kepada Ify. Tidak ada jawaban sedikitpun dari Ify. Gadis cantik itu masih saja diam sambil menutup matanya menikmati udara segar.
“heh anak kecil songong” panggil Rio lagi dengan suara yang agak keras sambil menyenggol siku kanan Ify. Ify yang merasa sikunya ada yang menyenggol, dia pun membuka matanya dan beralih menatap kesamping kanan nya. Dimana langsung didapatinya Rio yang sedang menatapnya kesal.
Ify menatap Rio dengan tatapan yang seolah berbicara ‘ngapain lo ganggu gue?’ seakan Rio mengerti dengan tatapan Ify itu, dia langsung membuka suara.
“ng .. gue mau minta tolong sama lo” ucap Rio.
“apa?”
“lo mau ngga jadi tunangan gue?”
Seakan disambar petir mata Ify langsung melebar “LO GILA?!” kaget Ify dengan suaranya yang keras.
“sstt .. diem dulu. Dengerin dulu gue ngomong. Gini, gue tau kalo kita itu baru kenal dan itupun dengan cara yang ngga baik. Tapi gue mau minta tolong sama lo buat jadi tunangan pura-pura gue” jelas Rio.
Ify berpikir sebentar lalu kembali membuka suara nya “kenapa?”
Rio mengerti dengan pertanyaan Ify ‘Kenapa?’ ini. Ify bertanya kenapa Rio meminta dirinya menjadi tunangan pura-pura nya? dalam rangka dan urusan apa?
“lo tau kan kalo …” belum selesai Rio berbicara, Ify langsung menyela.
“ya ya .. gue tau. Lo minta gue buat jadi tunangan pura-pura lo untuk ngehindarin berita kalo lo playboy kan?”
“eh eh bukan berarti gue playboy loh. Gue cowo setia. Tapi sampai sekarang masih belum ada yang pas aja” sergah Rio cepat.
“gue ngga bilang gitu dan gue ngga nanya” balas Ify singkat.
Rio menggerutu kesal dalam hati karena merasa jengkel sedari tadi menghadapi anak kecil ini. Dia juga merutuki kenapa bisa-bisanya dia meminta gadis setan ini menjadi partner nya.
“terserah. Jadi gimana? Lo mau bantu gue apa engga?” tanya Rio lagi.
“kenapa harus gue?”
“karena lo bukan fans gue. Lo juga cewe aneh dan gue yakini lo bisa jaga rahasia ini. gimana?”
“oke” Ify kembal mengalihkan pandangannya lurus, kedepan.
“sip. Thanks. Gue bakal kasih apapun yang lo minta sampai kerja ini selesai. Nanti kita ketemu Mas gue”
“apapun?”
“yap, apapun”
‘apa dia bisa kasih gue kebahagiaan seperti yang gue inginkan selama ini?’
“ngga perlu” ucap Ify.
“loh? Kenapa?”
“gue ngerasa ngga perlu aja karena gue nolong elo dengan suka rela” mendengar penuturan Ify yang terdengar sok tua dan sok bijak, Rio menoyor kepala Ify.
“lo kira gue orang yang ngga mampu perlu dikasihani secara suka rela segala?”
“kurang lebih seperti itu”
“sialan lo” rutuk Rio.
“gue mau pulang” Ify langsung berdiri dari duduknya.
“oke. Asal untuk malam ini lo nginep dirumah gue dulu. Besok gue yakin semua bakal reda”
“yayayaya” jawab Ify malas-malasan dan langsung berjalan duluan ke mobil Rio. Rio menatap kepergian Ify. Dia geleng-geleng kepala sendiri melihat tingkah aneh gadis itu. tingkah aneh gadis itu yang tidak bisa ditebak.
*
“masuk”
Ify melangkah memasuki rumah megah nan mewah milik artis terkenal itu, Mario Haling. Walau Ify juga berasal dari keluarga yang sangat berada dan rumah nya juga tak kalah mewah dengan rumah Rio, tapi dia tetap kagum dengan interior rumah ini. Seperti nya memang di design khusus. Namun Ify tetaplah Ify yang selalu bisa menyembunyikan ekspresinya.
Baru Rio ingin membuka suara untuk mempersilahkan Ify duduk, gadis itu dengan santainya langsung duduk dan langsung memainkan smartphone nya. Sepertinya sangat sibuk sekali.
Rio mendengus. Seharusnya dia tidak usah bersusah payah berbasa-basi dengan devil girl didepannya. Cukup dengan perkenalan singkat ini dia dapat mengenali sifat gadis ini yang memang serupa dengan devil.
“ya .. ya .. silahkan duduk” ucap Rio pelan.
“ngga usah repot-repot ngambilin minum segala” sahut Ify ketika Rio baru saja ingin melangkah meninggalkan ruang tamu tanpa memindahkan pandangannya dari layar smartphone nya itu.
Rio benar-benar tidak mengerti dengan sifat gadis ini. dia Cuma bisa menggeleng-gelengkan kepalanya “ngga bakal!” Rio langsung pergi meninggalkan ruang tamu.
Ditempatnya, sebenarnya Ify tidak benar-benar sibuk dengan layar handphone nya itu. Tapi dia sedang menghindarkan sesuatu yang ditakutinya dari dulu. Dan ini lah caranya menghindari hal itu.
Sambil masih menatap layar handphone nya, bibir Ify meulaskan seulas senyum simpul.
“eh devil. Ini nih Mas gue” tiba-tiba Rio datang dengan seseorang yang dilihat Ify kemarin di Mall. Ify mengenali wajah itu.
“hallo, saya Manager sekaligus kakak nya Rio. Kenalkan nama saya …”
“hallo Mas Alvin Jonathan. Senang bertemu kembali dengan anda” sahut Ify langsung memotong pembicaraan Alvin dan langsung menjabat tangan Alvin dengan senyum termanisnya.
Alvin dan Rio terheran-heran. Dari mana Ify tahu nama Alvin? Bahkan dengan lengkap. Apa sebelumnya dia sudah browsing internet semua tentang keluarga Rio?
“oh ya senang juga bertemu dengan kamu …”
“Ify. panggil aja Ify”
“oh ya Ify. Sebelum kita bicarakan semuanya, gimana kalo kita makan malam dulu?”
with pleasure Mas Alvin ..”
Rio jadi terheran-heran sendiri dengan gadis ini. baru saja beberapa menit yang lalu dia menemukan gadis ini persis seperti devil, tapi sekarang? Gadis ini seperti malaikat yang penuh akan senyuman dan keramahan. Terlebih dia berbicara dengan bahasa yang formal.
*
“jadi .. apa benar kamu setuju dengan perjanjian ini?” tanya Alvin kepada Ify disela-sela makannya.
“Ya” jawab Ify singkat.
“apa kamu ..”
“tenang aja Mas, saya bukan fans Rio kok dan saya juga bukan tipe gadis penggosip, jadi semuanya akan aman-aman saja” jawab Ify langsung bahkan sebelum Alvin menyelesaikan kalimatnya.
“baiklah .. tapi soal .. pembayarannya, apa sudah disampaikan oleh Rio?”
“saya bantu kalian berdua dengan ikhlas kok. Jadi ngga usah pake bayaran segala”
“benarkah?”
sure” Alvin hanya mengangguk-angguk saja mendengar jawaban dari Ify. Terkesan aneh. Kini banyak pertanyaan yang ingin dipertanyakan nya kepada Rio tapi sepertinya adik semata wayangnya itu juga terlihat bingung karena Rio sedari tadi menatap Alvin dengan tatapan … Entahlah.
“ya sudah silahkan menikmati hidangannya ..”
thankyou ..”
“ngomong biasa aja kali, ngga usah sok inggris gitu cih ..” sinis Rio dengan suara pelannya namun cukup terdengar oleh dua orang yang sedang duduk didekatnya saat ini.
Ify mencoba bersabar untuk kali ini saja tidak membalas ucapan Rio karena dia masih menjaga yang nama nya ‘Sopan Santun di depan yang lebih Tua (Alvin)’.
“Rio, jaga omongan kamu. Ify ini yang akan membantu kamu, jadi kamu harus baik sama dia” tegur Alvin. Ify tersenyum puas. Tidak usah bersusah payah baginya memarahi Rio karena kakak kandung Rio sendirilah yang akan memarahinya.
Rio dapat menangkap senyum penuh kemenangan Ify itu. Senyum yang baginya adalah senyum ‘Devil’.
*
Keesokan harinya, Rio mengantarkan Ify kesekolah. Selama perjalanan dari rumah Rio menuju sekolah, dua anak manusia ini beradu mulut.
Rio menyuruh Ify memakai kacamata hitam dan jaket untuk menutupi identitasnya agar tidak ketahuan oleh wartawan. Karena Rio yakin bahwa wartawan pasti masih mencari-cari informasi seputar dirinya hingga sekarang. Tapi karena kini Rio tidak sedang berhadapan dengan malaikat atau bidadari, jadilah dia perang dengan gadis setan itu. Ify bersikeras tidak mau memakai jaket dan kacamata.
“buruan deh lo pake!” suruh Rio yang mencoba sabar dari tadi.
“ngga!” tolak Ify.
“lo bawel ya, emang lo mau ntar wajah jelek lo terekspose di TV? Trus lo diikutin sama wartawan ditanyain ini-itu. mau lo?”
“biasa aja”
“aishh … Ngomong sama lo bikin gue stress” Rio mengacak rambutnya frustasi.
“yaudah ngga usah ngomong kalo gitu”
“terserah!”
“hmm”
“aiisshh …”
Sesampainya diparkiran sekolah, Ify langsung turun begitu saja dari mobil. Dia tidak mempeerdulikan suara teriakan Rio dari mobil yang memanggil-manggil namanya.
“aish .. Ngga ada jalan lain” ringis Rio yang sedang berada didalam mobil. Dilihatnya dari kaca spion, benar saja. Ada 3 orang wartawan yang tengah bersembunyi dibalik pohon didekat parkiran.
Rio langsung saja turun dari mobil dan menyusul Ify yang masih belum jauh berjalan dari mobil. Dengan tiba-tiba Rio langsung menggamit tangan kiri Ify. Sontak perjalanan Ify menuju kelas terhenti, dia kaget. Namun bukanlah Ify namanya jika dia tidak bisa menyembunyikan semua ekspresi dan perasaannya.
Kini posisi Rio dan Ify tengah berhadapan. Siswa-siswi juga sudah banyak yang menghentikan perjalanan mereka untuk melihat Sang Artis dengan teman sekolahnya itu yang terlihat mesra.
“kamu yang rajin ya sayang sekolahnya, yang pinter. Nanti juga jangan lupa makan” Ucap Rio sengaja dengan suara kerasnya dan membelai lembut poni rambut Ify dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya kini berganti menggenggam tangan kanan Ify.
“lo apaan sih?! Diliatin orang nih” Ify berusaha mengelak dari perlakuan aneh Rio itu.
“udah deh, mulai sekarang tugas lo udah dimulai. Lo liat dibelakang mobil gue ada 3 orang wartawan, gue yakin mereka lagi nyari info tentang gue. Makanya sekarang lo harus beracting seakan-akan gue sama lo pacaran” Bisik Rio pelan.
“sekarang?” Tanya Ify polos.
“ternyata bener, anak SMA kayak lo ngga pinter diajak kerjasama”
Mendengar ucapan Rio, emosi Ify kembali meningkat. Baru saja Ify ingin melepaskan tangan Rio dari puncak kepalanya, Rio sudah lebih cepat menggenggam tangan Ify yang kosong.
“mulai” Aba-aba Rio. Dengan professional nya, Ify mulai beracting seolah-olah dia dan Rio adalah sepasang kekasih.
“iya sayang, kamu juga jangan lupa makan ya. Kalo kamu sibuk, harus tetap makan. Jangan lupa ngabarin aku juga ya SA-YA-NG” Ucap Ify penuh dengan keterpaksaan dan penekanan pada kata terakhirnya. Ify merasa jijik dengan tingkah nya ini.
‘hebat juga nih anak’ Batin Rio.
“iya sayang, pasti kok. Yaudah sekarang aku pulang dulu ya” Balas Rio sambil mengecup kening Ify lembut, Ify kaget namun dia mencoba untuk professional.
nanti pulang gue jemput. Inget, lo harus tetap beracting kayak gini’ Bisik Rio pelan. Ify Cuma mengangguk malas. Setelah melihat jawaban Ify, Rio langsung kembali menuju mobilnya. Ify pura-pura tersenyum manis sambil melambaikan tangannya melepas kepergian mobil Rio. Setelahnya, Ify kembali menjadi Gadis Setan menuju kelas.
dosa apa gue bisa-bisanya kayak gini. Aish …’ Batin Ify.
*
Sesampainya Ify di kelas, dia langsung dihadiahi tatapan bertanya-tanya para teman sekelasnya. Ify yang sudah terbiasa ditatap seperti itu sih biasa saja. Dengan pongah nya Ify langsung duduk disamping Sivia.
“ehem yang pagi-pagi dianterin pacar baru tapi ngga bilang-bilang kalo punya pacar” Ledek Sivia.
shut up!
“cie yang dulunya ketemu di Mall, marah-marahan, akhirnya pacaran juga” Sivia semakin gencar menyindir Ify seakan dia tidak mendengar perkataan Ify tadi yang lebih tepatnya seperti sebuah perintah.
 “gue bilang diem!”
“lo tadi bilang shut up, honey. Bukan DI-EM” Jawab Sivia santai.
“aish .. makin lama lo makin berani ya” Geram Ify.
“iya dong, kan ketularan elo” Ups, sepertinya Ify sudah akan meledak. Wajahnya sudah merah padam.
“oke oke, fine gue diem. Tapi lo cerita dulu sejak kapan lo jadian sama Rio? Sama Idola gue itu? asal lo tau, gue ngga rela Idola gue pacaran sama Devil kayak elo!” ucap Sivia dengan wajah marahnya.
Mendengar  itu, Ify langsung memukul pelan kepala Sivia “aww sakit tau” ringis Sivia.
“asal lo tau juga Sivia sayang, gue ngga pacaran sama idola lo itu” jawab Ify kesal.
“lah trus? Apa dong tadi mesra-mesraan diparkiran?” tanya Sivia bingung.
Ups.
Ify keceplosan.
“maksud gue, gue emang ngga pacaran sama Rio. Tapi gue tunangan sama dia” jawab Ify sesantai mungkin agar Sivia tak percaya.
“WHAATT??! TUNANGAN?!” pekik Sivia.
JDAK!
Kepala Sivia kembali dihadiahi sepatu oleh Ify. Sepertinya, pagi ini kepala Sivia akan bengkak akibat hantaman maut dari Ify. Oh, sungguh menyedihkannya hidupmu Sivia.
“lo bisa ngga sih lembut dikit jadi cewe?” ringis Sivia sambil mengusap kepalanya yang sakit.
“ngga” jawab Ify santai seakan tadi dia tidak melakukan apa-apa, seakan tadi tidak terjadi apa-apa, seakan dia tidak bersalah sambil memakai kembali sepatunya.
“siapa suruh lo teriak? Ngga sekalian aja tuh pake toa sekolah?!” ucap Ify lagi yang sudah duduk tenang kembali.
“biar dramatis gitu kek sinetron-sinetron” jawab Sivia asal.
“ya ya .. whatever” Ify sudah malas menanggapi Sivia yang semakin lama semakin ngaur.
“lo kok bisa sih tunangan sama Rio? demi apa?” tanya Sivia masih tidak percaya sambil berbisik takut terdengar oleh teman kelas yang lain.
“ya bisa lah. Demi Lovato”
“itu sih artis”
“hmm” Sivia jadi heran dengan Ify. Selalu hemat bicara. Padahal kan bicara banyak-banyak gratis tanpa batas.
“gue heran deh sama lo. Tadi lo habis ngelawak, trus gue tanggepin. Ya .. walaupun lawakan lo failed sih ya, tapi masa tanggepan lo cuma ‘hmm’ doang? Aish .. kok gue bisa temanan sama orang kek lo sih?”
“yaudah ngga usah temenan sama gue lagi. beres”
“oke! Eh tapi ngga deh, kan lo tunangannya Rio. Jarang-jarang kan gue punya temen tunangan artis hihi pasti gue bakal sering ketemu tuh sama dia hehe” Sivia sudah mulai berandai-andai.
in your dream ..” Sivia manyun dengan tanggapan Ify itu. 

Bersambung,,.

haihai guys, aku ngeposting lagi setelah berbulan-bulan ngga ngeposting hihi maafkan diriku karena menghilang. Jujur, aku menghilang karena otak aku lagi ngandat buat ngelanjutin cerbung-cerbung aku, lagi beku nih otak, ngga ada ide. jadi maafkan kalo cerita aku sekarang random abizzz. Oh iya, btw vote yea d blog aku cerbung mana yang kamu favorite kan dari semua cerbung-cerbungku hihi thanks guys :* Follow twitter aku @elviraeryos kalo kalian mau aku kabarin terus tiap aku ngeposting, follow and mention aja bilang cerbung mana yang kalian suka. okey?:*